The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 76 : Trauma Alen (1)



Assalamu'alaikum Para pembaca, saya selalu creator, akan memulai pertama kali Alen mengenal Amanda.


Di mulai dari sini...


"Kak Adin... terus yang mana lagi ya?" tanya Amanda.


"Cari aja di map itu, kan sekarang kau ketua HMJ, aku kan sekarang mantan" kata Adin.


"Eh? iya ya"


"Ok... uang kas nya sudah ya, giliran berikutnya" Amanda bertugas untuk menggantikan Bendahara HmJ yang sedang izin.


"Ini kak" Alen yang dapat giliran akhirnya mengerahkan uang kasnya.


"Makasih"


"Em... kak"


"Iya?" tanya Amanda menatap Alen dengan dalam dan polos.


"Apa bisa kita bertemu di taman kampus nanti?" tanya Alen.


Amanda terdiam.


"Boleh!" kata Amanda tersenyum.


"Se... senyum sejuta watt Amanda!!" batin laki-laki yang ada di situ, kecuali Alen.


Di Taman kampus....


"Sebenarnya saya mau tanya pengertian tentang jurnal ini" kata Alen.


"Oh,... gitu ya" ujar Amanda.


"Em.. kalau ngga salah namamu itu Dalen Alendra kan?" tanya Amanda.


"Iya"


"Dan kamu yang raih posisi King ya?! saat PPS lalu?" Seru Amanda.


"Be.. benar kak" kata Alen.


"Wah! salam kenal ya! aku Amanda, ketua HMJ, maaf kalau baru bisa kenal sekarang" kata Amanda.


"Salam kenal kak"


"Oh ya... untuk pengertian jurnal ini, kamu tulis saja paragraf nya dan yang berhubungan dengan topik atau yang kamu tulis dan tuliskan penjelasannya secara rinci dan jelas" Jelas Amanda.


"Oh! saya ngerti kak!" kata Alen.


"Ya udah King, aku permisi dulu ya... mau ngurus data lagi, hehe" kata Amanda.


"Bye kak!"


Amanda pergi ke kelas.


"Heh... gampang banget rupanya di permainkan" gumam Alen sambil tersenyum angkuh.


Di kelas....


"Hei! Nina! data yang tadi adakan?" tanya Amanda.


"Iya... bersyukur aku sekretaris HMJ Nda, kamu jadi ngga susah nyarinya" ujar Nina.


"Hehe... iya, tadi agak sibuk" kata Amanda.


"Sibuk? kemana?" tanya Putra, menjabat sebagai wakil HMJ.


"Em.. tadi lagi bahas jurnal sama Adik tingkat, ngga sengaja kami kenalan saat aku ngurus uang bendahara, si Zaki yang bendaharanya kok ngga kelihatan lagi kemana?" tanya Amanda.


"Lagi ngumpulin tugas makalahnya yang sebelumnya di revisi, jadi bimbingan dulu sama Bu Eva" kata Nina.


"Oh gitu... pantes" kata Amanda.


"Aneh? maksudmu?" tanya Amanda.


"Kau tahu tentang yang dia sembunyikan?" tanya Putra.


Amanda speechless.


"Hahaha! baru aja kenal udah nyuruh nyari tahu apa yang dia sembunyikan! kau kenapa Put?" tanya Amanda.


"Bukan gitu! aku hanya pengen kamu hati-hati aja, takutnya ntar dia modus" Kata Putra.


"Hah? modus? maksud anda?" tanya Nina.


"Yah... mungkin modus buat deketin Amanda karena tujuan tersendiri gitu, yang penting bukan soal pacaran lho!" kata Putra.


"Gitu ya? sebenarnya aku hanya berharap kalau dia punya masalah, sebaiknya cepat kelar" kata Amanda sambil bertopang dagu.


Yah... dan hari-hari seterusnya, Amanda terus di datangi Alen, bahkan saat dia tertidur di Rosement jam 2 pagi menjelang sahur, chat Alen untuk menanyakan makalah dan tugas juga membangunkan Amanda tapi menurut Amanda itu bukan masalah besar.


Begitu terus hingga 5 hari ke depan.


Keesokan harinya....


"Assalamu'alaikum manteman" kata Amanda.


"Hii!! kenapa tuh muka!? kayak rendang basi!" kata Zaki.


"Bukan apa-apa, hanya tugas kok, hehe" kata Amanda sambil meletakkan tasnya di bangkunya yang bersebelahan dengan Nina.


"Apa ini karena Alen?" tanya Putra.


"Hah!?" Zaki dan Nina kompak kaget.


"Eh? Em,.. dia hanya ingin menanyakan beberapa tugas saja kok" kata Amanda.


"Aku peringatkan Amanda, aku hanya ngga mau kau kena masalah, kau akan teralihkan dengan urusanmu dan Alen jika tidak selesai-selesai" kata Putra.


"Ah... hihi, ngga ada masalah kok, Dasar..." kata Amanda sambil tertawa kecil.


Nina, Putra, dan Zaki terdiam melihat Amanda.


Akhirnya begitulah.... seterusnya, Alen terus menerus konsul jurnal dan tugas pada Amanda.


Sampai....


"Amanda" panggil Zaki yang menghadap Amanda di ruangan ketua HMJ yang memang di sediakan pihak universitas untuk pertemuan ketua HMJ dengan anggota inti HMJ, juga pertemuan antara ketua jurusan dengan HMJ.


"Ada apa? duduklah" kata Amanda sambil memperhatikan beberapa makalah di komputer yang perlu dia scan dan mengirimkannya kepada dosen.


"Yah... makasih" kata Zaki sambil duduk di kursi berhadapan dengan Amanda.


"Mana Nina?" tanya Zaki.


"Hah!? kau ke sini cuman mau nanya itu? ada apa ini? modus ya? hihi!" ledek Amanda.


"Bukan!! dia kan sekretaris HMJ, maklum kan? jika dia biasanya di samping mu, kaya CEO-CEO gitu deh" kata Zaki.


"Ye! aku kan ketua HMJ! Nina sekretaris, tapi bukan berarti dia yang mengawasi dan mengikuti ku setiap saat kan? dia sedang sibuk menulis siapa saja yang belum bayar uang kas" Jelas Amanda.


"Oh,.... i see" kata Zaki.


"Lalu, ada apa kau kesini?" tanya Amanda.


"Sebenarnya, ada yang ingin aku beritahu" kata Zaki.


Alen yang mau masuk sedang menguping dari balik tembok yang searah dengan pintu masuk karena mau membahas jurnal dengan Amanda.


"Tentang?" tanya Amanda.


"Ini tentang Alen"