
"Gawat! Gawat! Gawat! semuanya kacau! ngga ada jalan keluar lain kah?" batin Amanda yang bersama Rafa dan dua orang staf Apartemen.
Sebelumnya...
"Rafa! ku serahkan Amanda padamu, tim ku akan menyelamatkan Vian!!" kata Vandro sambil pergi berlari ke arah Vian.
"Tu... Tunggu!!" kata Amanda yang hendak ikut.
"Jangan!" kata Rafa sambil menahan tangan Amanda.
"Lepas kak!" kata Amanda.
"Biar ku jelaskan! kau tidak perlu ikut dia! kita hanya bisa mengandalkan mereka saja" kata Rafa.
"Tapi!"
"Percayalah! mereka bisa diandalkan, karena mereka adalah orang-orangnya Andra!" kata Rafa.
"I... iya"
Di tempat pengarahan Nera...
"Para Frontliners! atur posisi dan redakan kerusuhan ini! kalian harus menemukan dimana Rey berada! para aparat negara sudah datang, ingat! gunakan atribut merah agar bisa mengenal satu sama lain" kata Nera.
"SIAP!"
Di tempat pengarahan Andra...
"Oh, sudah sampai?" tanya Andra melihat Nera sudah di depan mejanya.
"Ada apa tiba-tiba menghubungiku? aku sedang mengurus kelompokku, bagus-bagusnya aku sedang mengurusnya sekarang kenapa memanggil?" tanya Nera.
"Amanda, Vandro, dan Vian terjebak di restoran salah satu spot kerusuhan Cakar naga, aku harap kau ingin bekerja sama dalam yang satu ini, Nera" kata Andra yang membuat Nera kaget.
Sementara itu Vian....
"Orang ini.. " batin Vian yang sudah tak berdaya.
"Huh! sudahlah! kau ngga guna! aku akan pergi... dan mengejar gadis berjilbab itu saja" kata Rey.
Tap! Vian menggenggam pergelangan kaki Rey.
"Tidak! tidak akan ku biarkan kau menyakiti dia! bagaimana pun juga!" ujar Vian.
DUK! Rey menendang Vian.
"Ukh!"
"Cih! udah ngga bisa apa-apa masih saja belagu" kata Rey yang langsung pergi.
"Halo? begini, nanti akan lewat di depan restoran seorang gadis, ciri-cirinya, dia berjilbab hitam, baju bergaris model zebra, juga rok panjang berwarna krem, jika ada hadang dia" kata Rey di telepon.
"Eh? masih di depan? baik, hadang dia! oh ya! Hati-hati, dia ahli beladiri" kata Rey sambil menutup teleponnya.
Sementara itu Rey langsung ingin mengejar Amanda...
"Dimana gadis tadi?" gumam Rey.
Rey berpapasan dengan Vandro.
"Bertopi hitam, jaket biru, celana hitam... Si geng cakar naga yang di sebutkan Amanda... " batin Vandro.
Akhirnya Vandro menghadangnya.
Tapi Rey berhasil berjalan lewat dinding.
"Hah!? lewat dinding!?" tanya Vandro.
Rey berlari dan hampir sedikit sampai ke Tim Rafa.
"Hah!? RAFA!!!" Teriak Vandro.
"Hah!? anggota cakar naga yang tadi! dia mengejarku!?" tanya Amanda.
"Jangan banyak tanya! ayo!" kata Rafa sambil menarik tangan Amanda dan pergi dari situ, sementara staf dan Vandro menangani Rey.
Di depan Restoran semuanya kacau...
"Duh! banyak kerusuhan! susah gerak!" kata Toni yang baru sampai dengan motor untuk mencari Rey.
"Halo? Toni? kau bisa dengar aku?" tanya Nera.
"Kenapa ketua?" tanya Toni yang memakai Helm agar tidak terdengar percakapannya.
"Amanda, Vandro, dan Vian terjebak di salah satu Spot tepatnya di restoran tempat kau berada sekarang" kata Nera lewat Earphone wireless.
"Apa? sedang apa sebenarnya mereka?" tanya Toni.
"Ng?" tanya Toni.
"Kenapa Ton?" tanya Nera.
"Itu mereka" pikir Toni yang melihat Amanda dan Rafa di hadang 5 orang anggota geng cakar naga.
"Minggir!" kata Rafa.
"Kalau kami ngga mau?" tanya Salah satu anggota geng itu.
BANG!! Amanda meninju tembok sampai rusak sangat parah.
"Minggir kalau tidak mau mati" kata Amanda.
"Huh! Ka... kami, ng... ngga ba.. bakalan! mundur!" kata mereka agak ketakutan.
*Glek* bahkan Rafa sampai harus menelan ludah sendiri karena melihat hal itu.
"Ok" kata Amanda.
Entah bagaimana, Amanda sudah secepatnya berada di depan para anggota geng itu dan meringkus semuanya.
"Kak Rafa! ayo!" kata Amanda.
"Ya!" kata Rafa.
"Tuan Rafa!" kata Bima yang datang.
"Lho!? Bima!?" tanya Rafa.
"Pak supir?" tanya Amanda.
"Lho? ada dek Amanda rupanya, ayo kita ke mobil dulu" kata Bima.
"Ya... ya ampun" kata Toni bergumam.
"Ada apa?" tanya Nera.
"Sepertinya sudah di urus orang yang namanya, Rafa" kata Toni.
"Apa!? " tanya Andra.
"Kau sudah pulang rupanya Andra" kata Toni.
"Sekarang tinggal nyari Rey, mana sih dia?" gumam Toni.
"Cih! debu masuk ke mataku!" kata Rey.
"Ng!? suara ini!?" gumam Toni langsung berbalik ke belakang nya.
"Mana gadis itu?" tanya Rey.
"REY!!! "