
Akhirnya mereka semua pergi ke Rooftop...
"Ok! sekarang kita mulai ya! Randi! Rahmat! bawa kesini semua makanannya ya" kata Pak Andi.
"Siap!" Akhirnya Randi dan Rahmat pergi ke dapur.
Jujur saja, sengaja saja kalau mereka mengadakannya di HRM, karena supaya tidak ribut jika di Rosement.
Tiba-tiba...
Drap! Drap! Drap!
"Semuanya!"
Randi dan Rahmat ngos-ngosan.
"Kenapa? kok panik gitu?" tanya Pak Andi.
"Ngga tahu! Tiba-tiba semua makanan yang di masak dan di letakkan di dapur tidak ada! semuanya ludes!" kata Randi.
Sementara itu Andra...
"Radith... bagaimana jadwal sekarang?" tanya Andra.
"Saya hanya bisa mengatur kalau hari ini sedikit santai Tuan, karena anda akan pergi ke lokasi rahasia, kedua kita akan pergi ke peresmian jembatan besar penghubung Kota Eslaqar dengan Yoshino, ketiga anda diminta beberapa mentri untuk mengurus proposal keuangan" kata Radith.
"Begitu ya... " kata Andra.
"Radith... tolong katakan kalau untuk soal proposal akan saya kerjakan 3 Hari ke depan, saya ingin mengurus masalah kotak Pandora dulu" ujar Andra.
"Tentu Tuan"
Lanjut ke HRM....
"Ludes!?" tanya mereka.
Akhirnya mereka langsung pergi ke dapur.
"Hah!? kemana semuanya!?" tanya Rahmat.
"Lho!? kak Rahmat! Nasi Kare dan Ramen juga ngga ada! bahkan Red Velvet mini yang ku buat ngga ada! kemana!?" tanya Amanda.
"Hah!? Red Velvet!? enak tuh!" ujar Randi.
"Kakek! semua makannya ludes!" ujar Amanda.
"Kakek?" tanya Rafa.
"Anu.. aku suka manggil Pak Andi dengan kata kakek sih" jawab Amanda.
"Bagaimana bisa habis?" tanya Pak Andi.
"Sudah jelas ada yang memakannya!" geram Rafa.
"Ok, tenang... sebaiknya kita dengan kronologi dimana semua nya berada" ujar Rahmat.
Randi : "Setelah membersihkan di HRM, aku ke ruang kesehatan buat ngecek apakah ada obat atau beberapa hal yang dibutuhkan untuk yang sakit, jadi agak lama aku di kamar"
Rahmat : "Aku sibuk ngurus tanaman, ada yang dimakan hama, jadi ke gudang buat nyari pembasmi hama alami, tapi habis, jadi aku harus ke gudang bawah tanah ambil persediaan, tapi lift macet dan aku pakai tangga deh, ya jadi agak lama aku ke dapur"
Pak Andi : "Bapak habis Sholat nak, terus keluar dulu buat lihat para staf, lagipula bapak tidak kuat makan semua makanan itu"
Rafa : "Aku santai-santai di kamar"
"Ok, bapak tahu cara mengetahui siapa yang menghabiskan semuanya!" kata Pak Andi.
"Bagaimana?" tanya Mereka.
"Anu! Kakek, bisa bicara sebentar ngga?" tanya Amanda.
"Tentu Nak, privat ya?" tanya Pak Andi.
"Iya kek" ujar Amanda.
Akhirnya Amanda sedikit bicara ke Pak Andi.
"Oh... bisa kah?" tanya Pak Andi.
"Insya Allah" ujar Amanda.
"Sekarang semuanya berdiri berkumpul" ujar Pak Andi, akhirnya semuanya melakukan apa yang Pak Andi minta.
Akhirnya Amanda mundur kebelakang.
"Ada apa?" tanya Rahmat.
"Hihi... ngga" ujar Amanda.
"Pak Andi ada apa ini?" tanya Rafa.
"Tunggu saja" ujar Pak Andi.
Beberapa waktu kemudian...
"Hah!? ngga mungkin" gumam Amanda.
"Kenapa?" tanya Randi.
"Nak Amanda sudah tahu siapa pelakunya kan?" tanya Pak Andi.
"I... iya" ujar Amanda.
"Siapa pelakunya?" tanya Randi lagi.
Amanda terdiam...
"Hei! siapa yang memakan makanannya? siapa pelakunya?" tanya Vian.
"Pe... Pelakunya.. "