
"Huu.... Hiks! Hiks!" Amanda menangis melihat rekaman tadi.
"He... hei! kau kenapa!?" tanya Vian mendekati Amanda.
"Hei?" Vian menyentuh bahu Amanda dengan telunjuknya.
"Jawab! Amanda!? hei! ku bilang jawab!" ujar Vian sambil melempar bantal ke Amanda hingga kepala Amanda mengenai tembok.
JDUK!
"Ma.. makanya kalau di panggil jawab" kata Vian.
"Apa aktingku berlebihan ya?" batin Vian.
PUF! Vian di lempar balik dengan bantal oleh Amanda.
"Kenapa aku selalu di pukuli!? sakit tahu! kalau aku ngga jawab kenapa di paksa!!? kau menyebalkan Vian!" ujar Amanda menangis dan mau turun ke bawah dari Wall Vian.
Vian hanya menatap agak menyesal yang aktingnya terlalu keras.
BRUK! Amanda tersandung dan jatuh, untung tidak jatuh ke bawah.
"Hei! untuk kau tidak jatuh kebawah! ayo sini, ku sembuhkan lukamu dulu!" ujar Vian sambil mengambil lengan Amanda.
Amanda menarik lengannya karena kesal.
"Ngga!! aku capek! kepalaku Pusing! kakiku sakit! badanku lemas! biarkan aku disini! hiks!" ujar Amanda yang masih sedikit menangis.
"Hei! Ma.... maafkan aku" kata Vian yang membuat Amanda kaget.
"Ma... maafkan aku! maafkan aku Oke?" tanya Vian agak canggung dan melirik kearah lain.
"Jadi, beritahu kenapa kau bisa seperti ini" ujar Vian.
Amanda hanya menatapnya kalau dulu mengingatkan bahwa Erlan pernah seperti ini padanya.
Setelah selesai Video Call dengan Zaki....
"Aku agak terkejut mengenai jawaban Zaki kenapa dia terlalu begitu mengetahui Erlan Pangeran?" batin Andra.
Flashback....
"Karena saya khawatir Amanda ngga bisa ketemu Erlan lagi kalau dia seorang Pangeran, juga karena dia meminum Optik 294,1 yang menyebabkan dia wajahnya terubah, aku jadi sedih mengingat hal itu, dan mungkin setelah semua masalah ini berakhir... apakah dia akan kembali menjadi Pangeran di Verheaven? dan tidak akan bertemu Amanda?" tanya Zaki.
"Begitu? kau khawatir kalian berempat tidak bisa berinteraksi sebagai sahabat?" tanya Andra.
"Aku tidak akan sedih karena masih bisa berinteraksi dengannya lewat internet, tapi mengingat dia yang seorang Pangeran mungkin dia akan melupakan Amanda, jika Amanda sedih, maka aku dan Nina juga akan ikut sedih, sahabat adalah sebuah yang kita miliki yang sangat berharga, tidak bisa di duplikasi ataupun di beli, itulah penting dan seberapa berharganya arti sahabat itu, Yang mulia" Jelas Zaki.
Flashback Off.....
Lanjut ke Rosement...
"Ng.... " Vandro sedang memeriksa kenapa Amanda ngga mau bangun sama sekali setelah menangis dan jatuh.
"Oh... dia hanya demam, tapi sepertinya demam agak tinggi, jadi itu yang membuatnya ngga ada tenaga lagi" ujar Vandro.
"Begitu ya"
Vian tadi khawatir sekali, bahkan berteriak saat menelpon ku 😅.
Flashback...
No. 2....
"Ng? siapa malam-malam telepon?" tanya Vandro.
"Oh... Vian?"
KLIK!
"Halo Vian? kenapa malam-malam-.... " belum selesai Vandro bicara.
"VANDRO! TOLONG! DIA NGGA MAU BANGUN SAMA SEKALI!" Teriak Vian di telepon.
"Waak!!! kupingku!" ujar Vandro.
Flashback Off...
"Aku tadi sudah menelpon Randi, kita pindahkan dia keruang rawat, kemungkinan saat demam Asmanya kambuh" ujar Vandro.
"Maaf ya Amanda, Vian, tolong buka pintu belakang" ujar Vandro sambil mengangkat Amanda.
( Fireman's Carry)
"Ok" ujar Vian sambil membuka pintu.
"Tolong telepon Randi dan bilang kalau kita akan ke ruang rawat ok?" kata Vandro.
"Kau khawatir?" tanya Vandro.
"Mmm.... 😳" Vian hanya diam.
"Kalau kau Khawatir, ayo ikut" kata Vandro tersenyum agak meledek.
"Ayo!" ujar Vandro.
Di Ruang Rawat....
"Kalian berdua akan hidup penuh dengan penderitaan tanpa bimbingan dari kami berdua"
"Maaf karena kami tidak bisa menemani kehidupan kalian berdua"
"Aku punya, Banyak, banyak, banyak, banyak, banyak hal-hal yang ingin ku ajarkan pada kalian berdua! aku ingin hidup lebih lama dengan kalian berdua! Aku mencintai kalian!"
"Hiduplah dengan penuh kasih sayang, terimakasih untuk semuanya, karena kalian telah menemani kehidupan kami sampai akhir sekarang, selamat tinggal"
"SEGEL!!! "
"Ayo! main sama Kakak!"
****
"Ng? Apa tadi?" gumam Amanda.
Vandro yang sedang memeriksa suhu Amanda dengan menaruh tangannya di dahi Amanda.
"Oh, maaf! apakah kau terbangun gara-gara saya?" tanya Vandro.
"Yang tadi... siapa? mimpi apa lagi? kenapa ada sepasang perempuan dan laki-laki tengah berdarah!? dan mengucapkan salam perpisahan? Segel!? segel apa!?" batin Amanda.
"Ng... Pak Vandro, ini dimana? jam berapa?" tanya Amanda.
"Ini di ruang rawat, sekarang sudah jam 3 pagi, kamu ngga apa-apa kan?" tanya Vandro.
"Ngga kok, biasa aja" ujar Amanda.
"Kok diliatin gini berasa canggung ya?" pikir Amanda.
"Kalau begitu saya akan keluar ya, Nera dan Vanora akan datang dan membawamu ke kamar" ujar Vandro.
Amanda menarik sedikit baju Vandro.
"Ng Pak Vandro! sebenarnya saya ingin tanya, Pak Vandro kan pernah bilang kalau saya akan ketemu kakak, apakah sebenernya Yang mulia Raja punya adik yang hilang?" tanya Amanda.
DEG!
"Ng... kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Vandro tersenyum.
"Itu Karena!!-.... " belum selesai Amanda bicara.
"Yo! kita dah dateng! gimana? gimana?" tanya Nera.
"Gimana kondisi Amanda?" tanya Vanora.
Vian yang belum tidur rupanya mendengarkan.
"Sebelumnya Aku bertanya kenapa dia menangis, aku ngga ngerti kenapa jawabannya ngga sesuai, dia hanya jawab... "
"Aku kesini buat nyari Kakakku!"
"Dia mengatakan itu sambil menangis... " batin Vian
Sementara itu di Rumah Azka...
BRAK! PRANG! BRUK! CRAASH!
Rafa merusak semua barang-barang di rumah Ayahnya dengan tongkat pemukul kasti.
"Pa... Pangeran! jangan! jika Pangeran Azka akan marah besar mengetahui hal ini!" ujar kepala pelayan.
"Biar! ngga usah menghalangi!" Seru Rafa.
"Hubungi Tuan Azka! Pangeran Rafa! berhenti!"
"Selalu! kenapa!? aku tidak pernah dapat perhatian! menyebalkan!"
"Ini.... ruangan yang ayah bilang jangan pernah masuk... Bodoh Amat! aku akan menghancurkan semuanya! semua barang mahal ini lebih penting daripada diriku!? jangan konyol! menyebalkan..." batin Rafa yang sudah terengah-engah menghancurkan semua barang yang ada.
"Hah! Hah! Hah! Ng? ada foto paman Arif" kata Rafa dengan bergetar mengambil secarik gambar foto dengan foto Arif dan keluarganya.
"Foto Pama Arif, Tante Afifah, Andra dan Ana saat sedang piknik, ng? Tante Afifah? kenapa Cewek OG Amanda itu berasa familiar? wajahnya.. dengan Tante Afifah?" tanya Rafa.