
Rosement di hari minggu...
Ruang kumpul anggota...
No 5 : Neranti Charlotte Harrison
"Makin hari bikin mager aja di kamar mulu" gumam Nera sambil melihat berita TV geng cakar naga yang masih beredar.
PIPS! Ada seseorang yang mematikan TV.
"Hei!" kata Nera.
No 3 : Vanora
"Sudah, jangan nonton mulu, bantuin aku beresin buat Dinner yuk!" kata Vanora.
"Emangnya Makan malam hari ini apa?" tanya Nera.
Di Dapur...
"Tentu saja! Seafood!!" kata Vanora.
"Wah! Seafood!? hore! kita makan Seafood! banyak banget lagi" kata Nera.
"Nanti, nikmati saja dengan yang lainnya, aku mau ada acara, besok baru pulang" kata Vanora.
"Wah, pantesan udah rapi gitu" kata Nera.
Akhirnya mereka berdua duduk.
"Hei" kata Nera.
"Ng?" tanya Vanora.
"Aku minta maaf, aku tahu kalau kau marah mengetahui Vandro terluka saat insiden" kata Nera.
"Aku menghargai dirimu yang minta maaf Nera, tapi jujur saja, aku sangat marah, untung saja lukanya tidak permanen, bahkan terbesit di pikiranku, kalau insiden itu membuat Vandro tidak ada lagi di dunia ini... maka aku akan benar-benar jadi gila" kata Vanora sambil tersenyum.
"Aku hanya berpikir, maaf Nera tapi aku sama sekali tidak ingin berada di posisimu sekarang, aku bahkan tidak bisa membayangkan tanggung jawab apa yang akan kau pikul nanti" kata Vanora.
"Semua perbuatan, pasti ada pertanggungjawabannya kan?" kata Nera.
No 7 : Rahmat
"Semua bahan makanan sudah di taruh?" tanya Rahmat.
"Sudah kok"
"Makasih" kata Rahmat.
"Oh ya, gimana ngurus tanamannya?" tanya Nera.
No 10 : Amanda Dallena / Aliana Jahzara Ameera.
"Asik Kok kak!" kata Amanda.
Sudah sekitar sebulan lebih setelah insiden cakar naga itu, sekitar sebulan juga Raja mengaku sebagai kakak kandungku, hari ini di Apartemen ku jalani dengan biasa, sebulan ya? artinya sebulan lagi.. aku akhirnya tidak memakai kursi roda lagi, meski begitu... aku sekarang masih pakai kursi roda kok!.
Aku, Kak Nera, dan Kak Vanora sedang berbincang-bincang.
No 8 : Sovian / Erlan Ramanathan
"Hoam... mana sarapan?" tanya Vian.
"Eh? sekarangkan udah siang, baru bangun?" tanya Amanda meski dia tahu, kalau pertanyaannya tidak akan di jawab.
"Pijitin" kata Vian.
"Eh?" tanya Amanda.
"Kau berhutang padaku, Partner" kata Vian sambil tersenyum.
"Pijitin yang enak" kata Vian, mau ngga mau Amanda memijit lengan Vian yang di lapisi lengan panjang.
"Wak!" Vian kesakitan.
"Eh!? maaf!" kata Amanda.
"Sengaja ya!?" kata Vian.
"Kak Rahmat, ayo ngurus tanamannya lagi" kata Amanda.
"Aku ikut deh, aku bosan" kata Nera.
Akhirnya mereka bertiga akan pergi ke taman belakang Rosement...
"Wah... ada apa ini?" tanya seseorang.
No 2 : Vandro
"Sepertinya seru" kata Vandro sambil tersenyum.
"Oh gitu... terlihat ingin, tapi maaf ngga bisa, oh ya hati-hati hari ini panas, takutnya dehidrasi" kata Vandro memperingatkan.
"Ya" kata Rahmat.
"Rosement ini memang setiap hari selalu sama... tapi, ada yang beda" batin Amanda.
Mereka akhirnya berjalan-dan berjalan.
"Ng?" Amanda berhenti di suatu tempat.
"Apa? ini gerbang 2 lingkar dalam" kata Nera.
"Mm... apa Raja ngga ingin kumpul-kumpul bareng?" tanya Amanda.
"Yah... dia sih, mau kumpul kalau ada waktu luang dan kalau juga dia mau" kata Nera.
"Itu gerbang dua lingkar dalam... kakakku sudah pulang, dan dia ada di balik gerbang itu... Huh! padahal aku tahu kalau gelarnya sebagai seorang Raja, juga pekerjaan serta mengurus perusahaan itu membuatnya sibuk... tapi apa bisakah sekali-kali mempunyai waktu luang?" batin Amanda.
Untuk sekarang.. hanya ada satu cara agar aku bisa berduaan dengan kakakku.
Rosement malam hari pukul 19.30
Setelah makan malam...
"Vian... apa kamu di atas?" tanya Amanda di bawah Vian.
Vian melihat dari atas.
"Ada apa?" tanya Vian.
"Aku boleh naik ngga?" tanya Amanda sambil tersenyum dengan pakaian rapi.
"Cepat naik" kata Vian.
"Ngga ada yang ngikut kan?" tanya Vian.
"Ngga ada kok, tapi kalau kamu merasa perlu waspada, kita bisa cek" kata Amanda sambil perlahan menaiki tangga, karena sudah ada kursi roda di Wallnya Vian.
Akhirnya mereka sementara memeriksa CCTV.
Vian membuka pintu wallnya yang terhubung ke segala tempat yang sengaja di buat oleh Andra.
"Ingat! jangan sampai tersesat lagi ok?" kata Vian.
"Iya, tenang aja" kata Amanda.
"Awas lho! kalau tersesat lagi" kata Vian.
"Iya!" kata Amanda.
Klap! Pintu akhirnya di tutup.
"Duh... kalau sendirian disini kayaknya serem deh" gumam Amanda.
Alhamdulillah disini ada lantai yang datar selain tangga, jadi kursi roda ku bisa lewat, sebelumnya aku pernah kesini... tapi tersesat, lalu roda kursi ku patah deh.
Aku harus melewati sebuah pintu berwarna coklat, jadi aku akan melalui lift kapsul.
Pintu yang berbentuk lemari itu di samarkan.
"Mm... seharusnya sudah ada kan?" tanya Amanda menunggu seseorang.
Cklak! Pintu lemari terbuka.
"Ng?" tanya Amanda.
No 1 : Radith
"Nona Aliana, sudah lama menunggu?" tanya Radith.
"Ngga, baru sampai kok" kata Amanda.
"Mari, saya antar" kata Radith sambil mendorong kursi roda Amanda.
Gerbang bunker lingkar dalam... ini adalah salah satu jalan rahasia yang hanya bisa di ketahui oleh orang-orang kepercayaan kakakku, daripada terang-terangan lewat gerbang luar, lebih baik lewat wallnya Vian.
Banyak sekali di gunakan, aku heran... jalan yang berliku-liku.. lift yang banyak, tangga bawah tanah dimana-mana... seperti sedang bersembunyi dari sesuatu saja.
"Ok... silahkan Nona, Beliau sudah menunggu" kata Radith sambil membukakan pintu tempat dimana Andra berada.
Dan beginilah caraku dan kakakku bertemu.
Aliandra Jaffan Ameera...
"Akhirnya datang juga Ana" kata Andra sambil tersenyum.