
"Kak Nera? ada apa?!" tanya Amanda.
📞"Tolong! kamu sendiri aja ke toilet! pasti gak bakalan percaya!"
"Amanda! ada apa?" tanya Vandro.
"Baiklah Kak" bisik Amanda.
TIT!
"Oh? ngga papa kok Pak! hehe, ya udah... Vian! aku titip hasil wisuda ku padamu ya, makasih" kata Amanda.
"Oh,.. ok"
Amanda berlari kecil ke toilet dengan menaiki lift.
TING! Amanda melihat Nera yang menunggu tepat di depan pintu kamar toilet.
"Kak!"
"Amanda!"
"Kenapa kak? ada apa?" tanya Amanda.
"Sini! coba denger deh!"
Huu.. Hu.. hiks,.. hiks~
"Ada suara orang nangis" kata Amanda.
"Kan! jadi tadi saat aku mau buang air kecil, aku denger ada suara nangis di pintu yang paling ujung dan tertutup, jadi aku pengen ngasih tahu kamu!" kata Nera.
"Oalah"
"Tapi, Auranya ngga ada aura jahat kok, masa ramadhan gini setan udah di lepas? jika yang seperti ini kurasa Silent tidak perlu ku aktifkan" batin Amanda.
"Ayo kita periksa!" kata Amanda.
"Tapi agak serem!" kata Nera.
Huu... hiks, hiks.. huu~
"Daripada bikin bahaya nantinya"
Akhirnya Amanda diikuti Nera yang mengikuti Amanda dari belakang.
"Suaranya... ada di ujung ya?" bisik Amanda.
"Iya"
PRET! Lampu toilet tiba-tiba mati.
"Akhh!!! Amanda! udah balik yuk! aku udah bener-bener takut nih!" kata Nera.
"Kita ngga boleh gitu kak! gak boleh takut!" kata Amanda.
"Aku tadi sudah mengirim pesan ke kak Vanora,... seharusnya sih-...."
Di Aula gedung...
"Hahaha!"
"Ngomong-ngomong, kok lama ya Amanda? kemana ya?" batin Vanora.
"Eh? pesan dari Amanda? Apa!?!" tanya Vanora dan langsung pergi ke Vandro.
"Dro! Ian!" kata Vanora.
"Kenapa?"
"Lihat nih!"
-Kak... maaf baru ngasih tahu, sebenarnya aku di panggil kak Nera, ke toilet karena ada suara tangisan aneh deh katanya, jadi... kalau lihat pesan ini, tolong ke toilet di lantai dua gedung ya-
"Apa?!" tanya Vandro dan Vian kompak.
"Ayo!" Akhirnya Vandro, Vanora, dan Vian langsung pergi ke toilet.
Sementara itu di toilet...
"Duh! seharusnya jangan kesini,... aku takut! Amanda jangan jauh-jauh!" kata Nera.
"Kita lihat! ayo!" kata Amanda.
"Siapa disana?!" tanya Amanda di pintu toilet itu.
CEKLEK!
"AAA!!!" Ada seorang remaja perempuan sedang menangis habis-habisan dengan wajah kusut mengerikan.
"AAA!!!" Teriak Amanda dan Nera kaget.
"ASEM! kirain setan!" kata Nera.
"Hahaha! ternyata orang yang lagi patah hati, Dasar... " kata Amanda.
Amanda dan Nera akhirnya keluar dan bertemu dengan Vandro, Vanora, dan Vian yang baru sampai.
"Apa? katanya ada suara nangis?" tanya Vandro.
"Jangan yang gak-gak deh ya! masa di siang bolong Ramadhan ada setan?" tanya Vian.
"Hahaha! ngga, cuman cewek yang kayaknya patah hati habis bertengkar dengan pacarnya kayaknya, haha" kata Amanda agak sedikit tertawa.
"Hah? hahaha! ada-ada aja sih" kata Vian.
"Gitu deh! gini lah kalau kebanyakan nonton film horor!" kata Vanora.
"Maaf"
"Hihi"
"Oh ya, tadi kamu di cariin temen mu, mau foto bareng katanya" kata Vanora.
"Wah! kalau gitu harus ke sana dong! ya udah aku permisi ya Vian, Kak, Pak" kata Amanda sambil mengambil hasil wisudanya yang di pegang Vian.
"Ya"
Amanda ke sana dan melihat teman-temannya.
"Amanda!"
"Iya!"
"Aku... pasti akan lebih baik dan menyenangkan jika Ibu dan Ayah masih hidup dan melihatku dan kak Andra meraih semua ini, tapi.. aku harus melanjutkan mimpi mereka" batin Amanda.