The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 5 : Kemunculan Erlan dan pertemuan dengan Professor Hirata



Keesokan harinya....


"Huh, hari ini tanggal 17 januari, ulang tahun Erlan, aku juga harus kerumah Professor Hirata" kata Amanda sambil mengunci pintu.


Sementara itu Vian....


"Hari ini Aing ultah, ngapain ya? apa ke rumahku aja ya? sekalian mampir kerumah Professor Hirata?" batin Vian.


"Hoi! jangan main Hp saat jalan dong!" kata Vanora.


"Tau nih Vian, bandel" kata Vandro.


"Ng? Amanda? ngapain dia disitu?" tanya Vanora.


"Amanda!!" panggil Vanora.


"Ya?" tanya Amanda saat berbalik kearah mereka bertiga.



"Huuuaaaah!!!! kamu imut bangeeeet!!!" kata Vanora dengan gemas mendekati Amanda.


"Ah kak Vanora, aku pakai baju yang Kak Vanora kasih, aku kebetulan mau pergi, jadi bingung pakai baju yang mana, ngomong-ngomong bagus ngga kak?" tanya Amanda.


"Baguuuus banget! aku kasih A+!" kata Vanora.


"Van, kamu berlebihan" kata Vandro.


"Idih! biarin, kan aku suka style bagus, ngomong-ngomong kamu mau kemana Amanda?" tanya Vanora.


"Oh, aku mau ke rumahku dulu Kak" jawab Amanda.


"Mau saya antar?" tanya Vandro.


"Tidak perlu Pak, saya perginya agak lama" tolak Amanda dengan halus.


"Baiklah" kata Vandro.


Sesampainya dirumah.....


"Duh, langsung ke rumah Professor Hirata aja deh" kata Amanda.


Sementara itu Vian....


"Cih! si kakek tua ada dirumah ngga ya?" tanya Vian didepan rumah Professor Hirata.


"Apa sebaiknya aku kerumah ku dulu?" tanya Vian sambil masuk kerumahnya.


kembali ke Amanda....


"Hm, Tante Elly udah pindah saat dulu, dan Erlan dibelikan rumah sendiri, jadi apa Erlan belum pulang?" tanya Amanda memandang rumah Erlan.


"Hah!? kenapa ada lampu yang nyala??" tanya Amanda.


"Kucek dulu deh!" kata Amanda sambil masuk kerumah Erlan.



"Assalamualaikum" kata Amanda.


"Glek! i.... itu Amanda!!!! gawat ntar!" batin Vian.


"Erlan!? apakah kau sudah pulang?" tanya Amanda.


"Aku! aku harus meminum penawar obat ini dan kembali pada diriku yang sebenarnya!" batin Vian sambil meminum kapsul.


"G.... UWAAAA!!!" teriaknya di kamar lantai atas.


"Pa.... Panas!!! Wajahku Panas!! jantungku sesak!!!" batin Vian.


"Hah!? Erlan!? kau dikamar itu!?" tanya Amanda.


Ceklek....


"E..... Erlan, kau sudah pulang" ucap Amanda seakan tidak percaya melihat Erlan sedang di atas kasur.


"Hm? Wah, lama tidak ketemu ya Amanda" kata Erlan.


"Fyuuuh! syukur aku sempat meminum penawar Optik 294,1 tadi" batin Erlan.


"LAMA NGGA KETEMU GUNDULMU!!! KENAPA KAMU NGGA KABARIN KALAU UDAH PULANG SETELAH SEKIAN LAMA!?" Teriak Amanda dengan marah.


"Ah.... ma... maaf ya... aku lupa" kata Erlan.


"Grrrr!!! ya sudah!! aku mau kerumah Professor saja!!!" kata Amanda.


"Eh! jangan marah dong!" kata Erlan.


"Bukan!! kamu harus membersihkan semua yang k-o-t-o-r dirumah ini! aku akan kembali kemari, dan memeriksa semuanya!!!" kata Amanda sambil menuruni tangga.


"Baik, nona mudaaa" kata Erlan.


"Akhirnya.... kau pulang Erlan..." batin Amanda dengan membendung air mata.


"Maafkan Aku Amanda, aku akan menceritakan apa yang terjadi padaku sebenarnya, setelah aku menyelesaikan semua ini, dan mendapatkan keluargaku kembali, aku hanya tidak bisa menceritakan hal ini padamu" batin Erlan.


"Diletakkan disini aja" kata Amanda dan pergi.


Tuk! Tuk! Tuk! Erlan menuruni tangga.


"Ng? Apa itu didapur?" tanya Erlan melihat bungkusan plastik hitam di meja makan.


Sreeek! terlihat sebuah Kado berbentuk Kotak dengan hiasan bunga.


...From : Amanda...


...To : Erlan...


"Ng... tulisannya.... " batin Erlan.


Barakallahu Fii Umrik ya, Semoga cepat pulang, suka ngga suka terserah kamu, aku kurang tahu kamu sukanya apa jadi aku hadiahin ini aja ngga apa-apa ya.


^^^From : Amanda :")^^^


"Hm..... dasar" batin Erlan dengan tersenyum.


"Isinya..... " gumam Erlan.


"Ah.... " Erlan menatap sesuatu yang membuatnya tertegun.


"buku yang berisi semua Foto-foto kenangan saat SMA, ternyata buku yang Amanda pegang waktu itu dan melarang ku melihatnya" batin Erlan yang membuatnya terharu dan memperhatikan sebuah Foto.



"Ini..... saat aku bertengkar dengan Amanda di kelas" kata Erlan.


Saat itu aku dan Amanda sedang berdua sendiri dikelas, karena setelah libur panjang, banyak yang tidak mengerjakan tugas karena lupa. Jadi mereka semua dihukum, kecuali aku, Amanda, dan Nina yang sedang sakit.


Aku dan Amanda berebutan buku karena memang aku yang biang keroknya sih, itu buku Amanda dan aku ingin melihatnya, jadi kami bertengkar, dan bahkan membuat papan tebal bekas yang tak terpakai itu terbelah dua karena karate Amanda.


"Hm.... Ternyata isinya adalah semua ini" kata Erlan.


Sementara itu Amanda....


"おはよございます、ひらたはかせ"


Ohayugozaimasu Hirata Hakase


( Selamat pagi Professor Hirata)


Kata Amanda dengan bahasa Jepang.


"あまんだ! ひさしぶりです"


Amanda-san! Hisashiburidesu


( Amanda! Lama tidak berjumpa)


Kata Professor Hirata.


Professor Hirata adalah lelaki, yang tinggal disebelah rumah Erlan dan beda 3 rumah dari rumahku, ia sudah sangat mengenal Orang tuaku dan juga Orang tua Erlan.


Ia lulusan S3 Teknik Elektro, dan suka membuat beberapa alat yang berguna, aku suka menggunakannya.


Ia Professor yang pindah dari Jepang, ia sudah menganggapku sebagai cucunya sendiri, namanya adalah Hirata Hajime. Aku pertama kali bertemu dengan beliau saat bersama ibu dan Ayah ke Jepang.


"おげんきですか、はかせ?"


Ogenkidesuka, Hakase?


( Apa kabarmu, Professor? )


Tanya Amanda.


"Hahaha, aku baik-baik saja Amanda, bahasa biasa saja, jangan terlalu sulit" kata Professor Hirata.


"Ha? Professor , bahasa mu?" tanya Amanda.


"Ya! aku ini sudah fasih! karena sudah lama tidak bertemu jadi begini ya? Hahaha!" kata Professor Hirata.


"Oh ya, Professor, aku ingin diberitahu sesuatu" kata Amanda sambil duduk di kursi.


"Tentang?"


"Se.... Sebenarnya.... "