The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 101 : Syarat apaan tuh!?



"Apa syaratnya?" tanya Andra yang terlanjur penasaran.


"Aku ingin pertama-tama kau memberi tahu Amanda soal kau yang kakaknya, kedua aku ingin agar kau bicara sendiri pada adik perempuan itu! ketiga, aku ingin agar kau coba untuk akrab dengan adik kandung mu! keempat, cobalah untuk tidak berbohong pada sahabatmu, kelima... " belum selesai Randi bicara.


"Banyak amat" kata Andra heran.


"Ih! iya deh! yang kelima terakhir! akhiri urusan dan hubungan kita dengan organisasi jangan kau lupakan!" kata Randi.


"Oh, itu... tapi yang pertama sama yang ketiga... " kata Andra.


"Aku tahu! makanya aku ingin agar kau membaca buku ini... Researching tactics" kata Randi.


"Ng? buku apa ini? novel? Researching tactics... taktik meneliti? meneliti apa?" tanya Andra.


"Ya! ini buatan ku! Aku yang menulisnya! lihat? By : Randi Pramudya, dan aku ingin orang pertama yang membacanya adalah adikmu! lalu cobalah bicara dengannya" kata Randi.


"Ok, ku Terima saran mu, makasih Randi" kata Andra tersenyum.


"Ngoehehehe!" Randi cengar-cengir karena respon Andra, baginya, meski Andra seorang raja di kerajaan besar, Andra hanya memiliki Randi sebagai sahabatnya yang bukan dari kalangan bangsawan.


"Biasa aja, tapi... aku masih ngga tahu gimana cara buat menjelaskan semua ini" kata Andra.


"Andra, kau kakaknya, setiap perbuatan pasti ada pertanggungjawabannya kan? kau yang membuat semua rencana ini dengan percaya diri... seharusnya tanggung jawabkan itu juga dengan percaya diri... itulah arti dari orang yang berani" kata Randi.


"Begitu.... " Andra agak menunduk, Randi sendiri sudah tahu reaksi itu, itu reaksi yang menandakan Andra sudah tau apa yang harus di lakukan agar bisa menjelaskan semuanya pada Amanda.


Sementara itu....


"Vandro! udah deh, kamu jangan terlalu mikirin Andra kalau kondisimu masih gitu!" kata Vanora.


"Ngga bisa" kata Vandro.


****


"Beberapa hari yang lalu... aku sudah bicara sedikit dengan Andra di Ponsel, tapi... Andra responnya agak biasa, saat itu aku ingin menemui Amanda, tapi Andra melarang, tentu saja aku tidak boleh diam saja!" pikir Rafa.


Flashback On...


Andra datang menjenguk Rafa lagi.


"Andra! siapa Amanda!? apakah dia itu Ana!? jawab Andra!" kata Rafa.


"Rafa, ini bukanlah waktunya!" kata Andra.


"Terserah! kau ngga bisa menghalangiku!" kata Rafa.


"Hm... aku sudah menduga kau akan memberontak, dan membantah, baiklah Rafa, ayo kita bernegosiasi" kata Andra sambil tersenyum.


Flashback Off...


Akhirnya aku di perbolehkan pulang ke Rosement, tapi hanya boleh tetap di kursi roda, itu juga karena aku ingin rawat di Rosement saja yang ada ruang rawat nya.


"Maaf ya Amanda, aku belum bisa menemui mu jika aku masih dalam pengawasan Ayahku dan pamanku, aku minta maaf karena membuatmu terluka parah daripada lukaku, untuk saat ini... kita hanya bisa terhubung lewat ponsel Bima yang kau ambil untuk berkomunikasi, selama ini... aku minta maaf karena telah kasar dan melakukan hal yang tidak nyaman buatmu, jadi.... aku ingin meminta maaf, aku harap kau berkenan, sudah ya, maaf hanya bisa lewat Video, makasih" kata Rafa lewat Video.


Amanda mendengar Video itu sambil menangis.


"Anu... kita sudah sampai di Apartemen, apakah anda baik-baik saja?" tanya Radith yang ikut mengantar Amanda.


"Ya! aku sudah siap!" kata Amanda sambil duduk di kursi rodanya.


"Sekarang... aku sudah siap untuk menanti jawaban! akan ku tuntut anda sampai anda mau bicara Raja!"