The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 17 : Randi dan Andra (1)



"Apa yang membuatmu bertanya seperti itu?" tanya Randi.


"Ya, aku hanya saja penasaran! untuk itu tolong ceritakan semuanya padaku Randi! aku mohon!" kata Vandro.


"Hah! terserah, memang tidak ada yang bisa menghalangi mu untuk menyembuhkan rasa penasaran mu ya, Aku dan Andra sudah saling mengenal, ia adalah seniorku saat itu, dimulai dari kejadian 6 tahun yang lalu saat aku sedang menempuh S2" kata Randi mulai bercerita.


6 tahun yang lalu.....


"La... La... La" kata Randi sambil bersenandung.


BRUK! Randi tiba-tiba bertabrakan dengan seseorang.


"Sorry! Are you ok?" tanya Randi.


"I'm sorry to" kata orang yang ia tabrak.


"Yang mulia! anda tidak apa-apa?" tanya seseorang.


"Aku tidak apa-apa, tapi ia" kata orang yang bertabrakan dengan Randi menunjuk Randi.


"Maafkan Pangeran, anda tidak apa-apa? lho? anda kan adalah anak konglomerat itu kan?" tanya seseorang.


"Tidak apa-apa, benar, lho? bocah ini kan-" belum selesai Randi bertanya pada yang ia tabrak.


PLUK! Randi dipukul menggunakan sebuah buku yang dilipat.


"Aduh, kenapa sih!?" tanya Randi.


"Aku bukan Bocah, namaku Aliandra Jaffan Ameera! Putra Mahkota pertama kerajaan Carna! karena kita sebagai sesama mahasiswa, kau bisa memanggilku Andra, ini nama rahasiaku kau tahu? jadi jangan menyebutku Andra saat berada di tempat yang banyak orang, hanya saat kita berdua saja, Pak jangan beritahu siapapun kalau aku berteman dengan bocah maniak dokter ini" kata anak yang dipanggil Andra itu.


"Apa!? aku bukan bocah! dan aku hanya meraih cita-citaku sebagai Dokter!" kata Randi.


"Yah, semoga berhasil, siapa namamu?" tanya Andra dengan tersenyum.


"Na... Namaku Randi Pramudya, aku adalah anak dan penerus perusahaan besar keluarga konglomerat Perusahaan Pramudya" jelas Randi.


"Ngga usah panjang-panjang, aku pulang dulu, ayo Pak supir! Bye Randi" kata Andra.


"Apa!?" kaget Randi melihat Andra pergi begitu saja.


Aku dan Andra jadinya lumayan dekat, bahkan aku sering diajak ke Istana untuk bermain di kamarnya, dan benar saja ternyata kalau Andra adalah generasi ke-3 dari keluarga Ameera.


"Rupanya benar, Andra adalah seorang pangeran" batin Randi.


"Oh, jadi ini anak yang membuat dirimu tidak selalu berada di istana ya?" tanya Kakek Andra.


"Ya, dia satu-satunya teman yang paling dekat denganku, Kakek" kata Andra.


"Oh, apakah ia dokter? sepertinya yang kakek lihat, ia biasa saja dan terlalu banyak bermain, mungkin ia akan jadi dokter yang tingkatan rendah nanti ya? Hahaha" kata Kakek Andra merendahkan Randi.


"A.... apa!?" batin Randi.


Sedangkan Andra hanya menganggukkan kepala saja, tanda setuju dengan kakeknya.


"A... Andra!? kau juga!?" batin Randi seakan tidak percaya.


"Dasar si Andra! " batin Randi.


"Tapi, ia adalah anak yang hebat, selalu pantang menyerah dalam menghadapi semua tantangan yang diberikan, ia juga banyak memiliki keberuntungan dan kepintaran, juga impiannya yang ingin menjadi seorang dokter untuk menyelamatkan banyak pasien, meski ia anak konglomerat dan cita-citanya tidak setinggi langit dan tidak memiliki gaji yang besar, ia tetap menekuni apa yang ingin ia raih, kau pasti akan menyesal karena telah meremehkannya, Kakek" kata Andra.


"A... Andra!?" batin Randi dengan sedikit tersipu malu.


"Hm, cucuku sudah pintar menilai rupanya, baiklah kakek akan menanti apa yang kau ucapkan itu" kata Kakeknya.


"Tentu, aku menerimanya" kata Andra.


Sesaat sudah lama setelah itu, Andra telah selesai meraih S3 di jurusan ilmu ekonomi, Matematika dan Statistika dengan sempurna dan mendapatkan gelar Cum laude tertinggi di perkuliahan pada usia 25 tahun, dan kembali ke kerajaan Carna dan saat itu aku terakhir melihatnya saat mengantarnya ke bandara.


Di bandara....


"Randi terimakasih, aku akan berkunjung lagi lain waktu, sampai jumpa" kata Andra.


"Ya" kata Randi.


"Aku meratapi kepergian Andra di bandara, dan aku kembali bertemu dengan Andra saat reuni kuliah, tapi hal yang tidak diinginkan telah terjadi"


.


.


.


.


"ANDRA!! MIRA!!"