
"Bagaimana Elena?" tanya Ratri.
"Tidak... hah... aku tidak mau menyakiti Amanda" gumam Elena.
"Hmf... "
"AAAA!!!!"
"Hentikan!!! Hentikan Ratri!! jangan sakiti kak Elena!!" Seru Amanda.
"Ng?" tanya Ratri.
"Kau curang karena mengekang kak Elena! kau sendiri tidak tahu bagaimana caranya membuktikan bahwa kau sendiri layak atau tidak untuk memiliki kekuatan kami semua dan kotak Pandora" kata Amanda.
"Oh begitu? baiklah... kalian berdua harus melawanku! untuk membuktikan bahwa kalian memang layak untuk menyimpan Kotak Pandora dan keahlian ninja kalian! jika tidak, maka aku akan mengambilnya dengan cara kekerasan juga paksa" kata Ratri.
"Apa!?" tanya Elena.
"Baiklah! aku akan menerimanya tanpa komplain dan alasan!" kata Amanda.
GREP! Elena menggenggam tangan Amanda.
"Jangan Amanda! Ratri bukanlah tandinganmu! kau lihat sendiri apa yang dia lakukan padamu dan diriku kan!? dia itu juga shadow lord shinobi legendary sixth! jika seorang ninja memperoleh gelar lord, shadow, ataupun tetinggi maupun uchuunin... itu sudah berbahaya! kau tidak boleh melawannya!" kata Elena.
Amanda terdiam dan memegang perut sebelah kanannya yang sakit.
"Tidak apa! dia tidak lebih kuat dari ayahku! jika dia lebih kuat dari ayahku.. maka dialah yang akan menjadi lord kan? dan dia juga seharusnya yang menyegel Bestari!" kata Amanda.
"Hmf? baiklah... kita mulai serangannya sekarang!!" seru Ratri.
"Aku akan membantu" kata Elena.
"Oh? dua reinkarnasi terakhir Fujiwara dan Kitagawa melawanku? cukup menarik... baiklah!! Jurus pedang tenaga astral!!!" Seru Ratri dengan menebas pedangnya.
Amanda dan Elena bergerak ke dua arah agar dapat menyerang Ratri dari dua arah.
"Jurus Pusaran angin!!" kata Amanda menyerang Ratri dari sisi kiri.
"Jiko Shinkuken!!" Sementara itu Elena menyerang dari sisi kanan.
Ratri melompat dan serangan Amanda dan Elena saling terkena satu sama lain.
Sementara itu Andra, Rangga, Erlan, dan Vanora menyerang Vino yang benar-benar tidak dapat di serang secara fisik.
"Dia bisa menyerap dan tubuhnya akan menjadi seperti jurus yang kita lontarkan... ini benar-benar menyusahkan!" batin Vanora.
"UKH!!!" Andra dan Erlan terjatuh bersamaan dengan terdorongnya Amanda dan Elena.
"Kalian terlalu mengganggu!" kata Vino sambil mengurung Vanora dan Rangga di perisai.
"Sebaiknya kalian serahkan kotak Pandora dan kekuatan ninja kalian padaku" kata Ratri sambil meletakkan ujung pedangnya ke tanah.
"Tidak akan!!" kata Amanda.
"Jangan beritahu dia kalau kotak Pandora ada di Rosement-... ups!" Vanora langsung menutup mulutnya.
"Hm.... " Amanda heran kenapa Vanora memberitahunya.
"Hei! kenapa kau memberitahunya!?" tanya Rangga yang ada di sebelah Vanora.
"Maaf.. aku kelepasan saking geramnya" kata Vanora.
"Heh... itu bukan berarti dia tahu dimana kotak Pandora berada" kata Andra.
"Oh? gitu ya? baiklah... Vino!" kata Ratri.
"Baik!" Vino langsung tembus masuk ke dalam tanah.
"Ju.. Jurus macam apa itu!?" tanya Amanda yang memegang perut sebelah kanannya yang masih nyeri.
"Jurus teleportasi alias ruang dan waktu ada 3 cara. Yaitu : Portal, astral, dan Dimensi buku" kata Elena.
"Oh... yang dia gunakan adalah jurus astral.. pantas dia bisa masuk ke tanah dan langsung ke tempat tujuan" gumam Andra.
Tiba-tiba Vino datang...
"TIDAK!" Seru Amanda.
"Kalian pikir.... aku datang kesini untuk bersantai kah!? aku datang kesini dengan bersedia dan siap! heh... bahkan tanpa informasi dari kalian pun aku sudah tahu tempat-tempat penting di bumi ini!" kata Ratri sambil menggenggam kotak Pandora yang seukuran telapak tangan orang dewasa.
"Ck!" gumam Elena.
"Kalau begitu... kenapa tidak kau saja!? yang mengalahkan Bestari saat itu!?" tanya Amanda.
"Ng?"
"Bukankah kalau kau memang sangat kuat.. kau bisa mengalahkan Bestari!? bahkan kau tahu tempat-tempat penting di bumi katamu!!! ternyata... sama saja, lemah!" kata Amanda.
"Ng? yah... aku hanya ingin lihat, bahkan hanya perlu mengalahkan Bestari seorang saja kalian harus bergerombolan!? hahaha!!! lucu sekali! bahkan harus dibantu Lord Fifth dan Lord Sixth! padahal bisa menyegelnya sendiri!! apalagi kalian untuk mengalahkan ku? ck.. ck.. ck" kata Ratri meremehkan.
"Jangan.... mengejek ayahku!!! hanya karena kau tidak menjadi Shinobi legendaris!!!" Seru Amanda sambil berdiri paksa dan memegang perutnya lalu melakukan jurus.
"Uchuu... Ankoku... ukh! Ninpou!!!"
SRRRT!!!
"Lemah" gumam Ratri.
Amanda langsung terpental dan jatuh, dia hanya setengah sadar saking lemahnya.
"Ana!!" batin Andra.
"Sudah lemah masih saja menyebalkan!" kata Ratri sambil menusukkan pedangnya ke perut Amanda.
JLEB!!!
"Ukh... ke.. kenapa!? ka.. kau!? seperti ini!? pa.. padahal... ka... kau adalah.... shadow... ayah... ku!" kata Amanda mengumpulkan tenaga untuk tetap sadar.
"Tidak masuk akal.... Elena! ini kesempatan terakhirmu! berikan kekuatan ninja mereka padaku!!" Kata Ratri.
Elena hanya terdiam melihat Amanda.
"Baiklah... kalau kau begini tidak bisa kalau begitu... " Vino mengambil sempel dari tabung reaksi yang di segel dari tas belakangnya.
"Eh!? Sampel itu... mirip sel energi hijau yang pernah hampir di curi Ayah Arslan di laboratorium Ibu Aliza" batin Amanda.
"Ja.. Jangan!!! Tali bayangan!!!" Elena langsung menusukkan tali bayangan ke masing-masing jantung Amanda, Andra, Erlan, Rangga, dan Vanora.
"UKH!!!!" Mereka semua cukup kesakitan karena energi maupun tenaga dan keahlian ninja mereka di serap.
"Ini.... adalah semua tenaga mereka, tenaga astral mereka" kata Elena menyerahkannya pada Ratri.
Ratri mengambilnya lalu melihatnya.
"Heh... Bagus" kata Ratri sambil memadatkan tenaga astral ninja mereka semua.
"Ayo!" kata Ratri memerintahkan Vino dan Elena untuk naik ke pesawat angkasa.
TAP! Ada yang memegang kaki Elena.
"Eh!?"
"Kak Elena! ja... jangan pergi!! ka.. kau adalah... te.. teman kami!!" kata Amanda mengumpulkan tenaganya diantara mulutnya yang mengeluarkan darah.
Ratri hanya menoleh sedikit, Elena menatap Ratri dan Ratri menatap Elena dengan isyarat perintah.
PATS!
"Hentikan! aku bukanlah temanmu!!" kata Elena.
Amanda hanya membendung air matanya mendengar itu.
"Heh" Ratri hanya tersenyum lalu pergi ke pesawat di susul Elena dengan tenaga astral.
"Kak Elena!!"