The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 41 : Rafa membuat masalah lagi



"Ukh! Hah! ngga bisa tidur karena film horor tadi!!" gerutu Rafa.


"Ayo! tidur!" gumam Rafa yang akhirnya perlahan tertidur.


*****


"Paman... Rafa minta maaf ya, karena sudah banyak mengacau" ujar Rafa.


"Lho? memangnya kenapa? kalau memang Rafa memiliki rasa penyesalan, buatlah agar Rafa bisa menebus kesalahan Rafa" kata Arif.


"Kalau gitu... Rafa boleh ngga Paman? bermain bersama Andra dan Ana?" tanya Rafa.


"Lho? Andra dan Ana kan sudah bersama Rafa, bermainlah sepuas Rafa" kata Arif.


"Ya udah! kalau gitu Rafa main dulu ya... sampai jumpa Paman!" kata Rafa sambil berlari dan melambaikan tangannya.


"Sampai jumpa Rafa, karena ini adalah pertemuan kita yang terakhir sekali untuk selamanya" ucap Arif.


Tok! Tok! Tok!


****


Suara ketukan pintu menyadarkan Rafa dari tidurnya.


"Rafa!" panggil Vandro dari luar.


"Ng? kenapa?" tanya Rafa.


"Ngga, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja di malam pertamamu" kata Vandro.


"Ya" ujar Rafa singkat.


"Tadi itu... kenapa aku mimpi Paman Arif? terakhir sekali untuk selamanya? maksudnya?" batin Rafa.


"Rafa? hei! cepatlah!" kata Vandro.


Ceklek! Bugh! Vandro di lempar bantal oleh Rafa dan pintu di tutup kembali.


BLAM!


"Ngga usah ganggu! aku mau mandi dulu!" kata Rafa.


"Ya ngga usah main lempar juga kali!" kata Vandro.


Akhirnya karena hari ini libur... mereka memutuskan untuk kerja bakti.


"Hari ini kita akan membantu Para staf untuk membersihkan" kata Rahmat.


"Kak Rahmat... bisa bicara sebentar?" tanya Amanda.


"Boleh, kalau tidak lama" kata Rahmat.


"Sebenarnya... "


...______________...


Rahmat terbelalak.


"Ya... kau dan Vian boleh izin tidak kerja bakti hari ini" kata Rahmat.


"Terimakasih kak!" ujar Amanda.


Akhirnya Amanda pergi menemui Vian.


"Kenapa Amanda? ada urusan apa?" batin Rafa penasaran.


Setelah 10 menit membersihkan...


Akhirnya Vandro mengabulkan permintaan Rafa tanpa komplain.


Sesampainya di wall Vian...


"Woah! tempat apa di atas itu!? bolongan dinding? keren!" ujar Rafa.


"Wah! halo Kak Rafa! ini tempatnya Vian" ujar Amanda dari atas.


Sedangkan Vian menatap Rafa dengan tatapan tidak suka.


"Aku mau naik!" ujar Rafa.


"Eh!!? ngga boleh! ini tempat khusus buatku saja! atau yang ku izinkan! kau tidak berwenang! sono pergi!" ujar Vian mengusir Rafa.


"Bodoamat!" kata Rafa.


"Pergi ulat bulu!" ujar Vian sambil meletakkan kakinya di kepala Rafa yang akan ke wall nya.


"Grrr!!!" Rafa langsung naik secepat kilat dan menjambak rambut Vian, sedangkan Vian langsung memukul mukul Rafa.


"Kak Rafa!! sudah!" kata Amanda sambil menarik Rafa agar melepaskan Vian.


"Hei! berhenti!!" Seru Vandro yang langsung naik membantu Amanda.


"Rafa! Vian!" ujar Vandro..


"Rafa-niichan!" kata Amanda.


"Berhenti cukup!!!!" teriak Amanda sambil menutup mata.


Rafa dan Vian langsung berhenti mendengar teriakan Amanda.


"Kalian berdua...!!!!" Vandro benar-benar kesal sambil tersenyum.


*Glek!*


Akhirnya Vian dan Rafa dibawa ke saung untuk menghadap Pak Andi.


"Kakek!" kata Amanda.


"Oh.. Nak Amanda, ada apa?" tanya Pak Andi.


"Em.. akan lebih baik jika Pak Vandro yang menceritakannya" kata Amanda.


Akhirnya Vandro menceritakannya dari A sampai Z.


"Begitu ya..., baiklah saya akan menghubungi Nak Andra karena kesalahan yang di buat Nak Rafa" kata Pak Andi dengan tampang menyeramkan menurut Vandro, Rafa, dan Vian.. tapi tidak buat Amanda.


Keesokan harinya...


Jam 05.45 pagi...


"Hah! nyebelin! dia yang salah kok! kok malah aku yang disuruh bersih-bersih lingkungan luar!?" tanya Rafa sambil membersihkan dedaunan.


"Kan kau yang membuat onar duluan" ujar Vandro sambil berdiri di gerbang dan melihat.


"Huh! karena dia meletakkan kakinya di kepalaku! kau juga bantulah aku!" kata Rafa.


"Ye! kau yang buat onar kok aku ikut-ikutan... padahal aku kan cuman di suruh buat ngawasin kau" kata Vandro.


"Cih! kok dedaunan ini juga ngga ada habis-habisnya!? kalian pasti mengerjai ku kan!? pasti kalian sengaja menghamburkan diam-diam dedaunan agar aku capek membersihkan dan mendapat pelajaran setimpal bukan!?" Kata Rafa.


"Ya Ampun Rafa! kau tahu ya!? kalau aku sedang menahan amarah ku, bahkan ubun-ubunku hampir naik kau tahu????? sebaiknya kau jadi bocah baik saja dan bereskan tugasmu! jangan mengatakan hal sembarangan" kata Vandro dengan Aura mencekam.


"Hii... i,,, iya" ujar Rafa.