
Malam hari di Rosement masih saja sunyi... tidak biasanya mereka di kejutkan dengan Toni yang sedang patroli malam hari.
Di Dapur....
"Ng? Pesan dari Rahmat?" tanya Vandro melihat bungkusan makanan.
*Dro... ini makanannya, tinggal kau panaskan saja, met makan ya*
-Rahmat
Vandro terdiam....
"Maaf Mat... aku ngga ada nafsu, aku makan yang lain aja ya, makasih"
"Masalah, masalah, masalah lagi... aku ingin hidup tanpa terikat masalah apapun, kenapa Andra? pasti kau juga akan meninggalkanku kan? setelah ini... kau pasti juga akan meninggalkan ku, karena aku tidak bisa selamanya ada di sini... aku akan sendirian" batin Vandro sambil memakan roti dan menangis.
Tiba-tiba....
CKLANG! Bunyi sapu jatuh di belakang Vandro membuat Vandro langsung menoleh ke sumber suara.
"Siapa!? Siapa itu!? Hah!? Amanda!?" tanya Vandro.
"Ah... Ma, maaf Pak" kata Amanda.
"Dasar.... aku tidak sengaja menyenggol sapu... " batin Amanda.
"Ngapain kau disitu!? nguping aku lagi!!? Menguping saja kerjaan mu!" Seru Vandro dengan membentak.
"A... Aku cuma lewat kok Pak" kata Amanda.
"Lalu kenapa!!? Apa yang tadi kau lihat!?" tanya Vandro.
"A.. Aku hanya kesini untuk melihat apakah makanan dari Kak Rahmat sudah di makan atau belum.. soalnya tadi Kak Rahmat nitip, aku cuma lihat Pak Vandro makan kok, kenapa bapak marah?" tanya Amanda.
"Kalau gitu, aku sekalian bilang.. jangan suka ikut-ikutan urusanku! jangan mencoba untuk menggali tentangku!! kau sudah terlalu dalam!" ujar Vandro.
"Aku... ngga ikut campur kok, Pak... Ja.. jangan marah" kata Amanda agak ketakutan.
DEG! DEG!
"Kau sudah ikut campur karena menguping!!" ujar Vandro lagi.
"O... oh, itu karena aku khawatir sama Kak Vanora Pak, kan aku seharian sama Kak Vanora" jawab Amanda.
"Terserah!! kau ngga ada urusan menggali tentangku! karena kau hanyalah orang luar!!!" Bentak Vandro.
DEG!!
Amanda terbelalak mendengar itu, Vandro sadar akan yang dia katakan.
"Hah... " Vandro langsung pergi dari sana.
"Ng... Pak Vandro sudah selesai makannya?" tanya Amanda.
Vandro berhenti, tapi lanjut berjalan, Amanda mengamati kepergian Vandro dari dapur.
"Takut... Pak Vandro membuatku takut... beliau pasti sedang emosional, sebenarnya aku tadi melihatmu menangis, tapi aku tidak akan bilang karena pasti dia akan marah, memang... memang benar, aku kan hanya Orang luar, kok malah ikut campur, meski adik dari Kak Andra, tetap saja apapun yang aku lakukan tidak akan bisa mengubah kenyataan kalau aku hanyalah.... Orang Luar" batin Amanda sambil menggenggam tangannya yang memainkan ujung jilbabnya di dadanya.
"Dasar.... " gumam Amanda sambil pergi dari dapur.
Sementara itu....
"Fyuh! sampai juga ke kamar" kata Amanda sambil rebahan.
"Ng? Pesan dari Kak Rafa?" Gumam Amanda sambil melihat Ponsel nya.
****
Aslam
Halo? kamu belum tidur?
^^^Belum sih... iya juga ya? udah jam 0.05^^^
Hei... aku ingin kamu kasih tahu Andra... kalau Paman dan Ayahku akan meneruskan pencarian Ana
"Hm... dadakan sih Paman" batin Rafa.
Flashback on...
"Rafa" Panggil Adimas.
"Iya Paman? ada apa?" tanya Rafa.
"Sebenarnya, kami ingin berbicara sesuatu denganmu" kata Azka.
"Oh ya? memangnya apa?" tanya Rafa.
"Waktu itu kamu marah karena mendengar kami akan menghentikan pencarian Ana kan? kami sudah memutuskan akan melanjutkan pencarian Ana" kata Adimas.
"Hah!? benarkah? ini berita bagus!!" kata Rafa dengan senang.
"Aku akan membantu Paman, jika Paman kesulitan aku akan bantu" kata Rafa.
"Iya Rafa" kata Adimas tersenyum.
Flashback Off...
****
Line
Kak Rafaπ
Gitu deh...
^^^Oh, ntar ku sampaikan^^^
Yah, makasih... ngomong-ngomong, gimana kabar si V?
"V? Pak Vandro?" batin Amanda.
^^^Alhamdulillah baik kok tapi aku jangan di ganggu dulu... beliau, em... ada masalah pribadi sih^^^
Gitu ya? ngga kok, ngga ganggu aku cuman mau kasih tahu soal kami di rumah sakit
^^^Ng? sebelum pulang dari rumah sakit?^^^
****
Flashback On...
Seminggu sebelum Rafa pulang dari rumah sakit...
"Ng? napa kau kesini lagi?" tanya Rafa.
"Anu... aku mau minta maaf karena meninggalkanmu di Restoran waktu itu" kata Vandro menjenguk Rafa.
"Aku merasa sangat bersalah, aku juga sangat minta maaf akan hal yang kulakukan selama ini, semoga kita bisa berteman, aku pamit kana pulang duluan... maaf jika hanya begini, aku permisi" kata Vandro.
Rafa menatap Vandro dengan tercengang.
Flashback Off....
****
^^^Hihi... jadi sudah berteman baik ya?^^^
"Ng? Jijik banget!!!" gumam Rafa melihat balasan cerita Rafa.
^^^Ya udah... aku mau tidur dulu, Assalamu'alaikum^^^
Wa'alaikummussalam
****
Sementara itu Andra...
"Anu... Vandro bilang kalau kakak pelukan harus adil, jadi... apakah kamu keberatan kalau kakak peluk? ngga? baiklah... mari pelukan" kata Andra.
BAM! Yah... tidak segampang itu bos ku untuk memeluk Amanda, sekarang Andra sedang simulasi berpelukan dengan boneka beruang.
"Tu.... Tuan, anda baik-baik saja kan?" batin Radith.