The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Chapter 25 : Kita bekerja sama! (1)



"Amanda, apa benar dia orangnya? namanya sama, tapi mukanya? walau begitu, tatapannya juga sangat mirip dan sama! wajahnya berbeda ya? ng?,... Ja,...jangan bilang!? jangan-jangan!!! mereka!? " batin Vian dengan mata terbelalak.


*******


Hooaam! Amanda terbangun dari tidurnya.


"Ng? baru jam 03.56 ternyata, pagi banget! iya sih, capek tadi malam habis nganter Kak Fika dan Nina pulang" ucap Amanda setelah melihat handphonenya.


PING! suara notifikasi pesan.


"Hah!? notifikasi pesan!? ja, Jangan-jangan!? Ryan? " tanya Amanda.


Memang benar dugaan Amanda, ada pesan dari Ryan.


......Kamu harus wajib datang ke kantor hari ini! Vian, ketua Divisi IT akan terlibat masalah yang sangat berat dan serius!! datanglah sebelum pukul 08.00 untuk bersiap! ......


"A,... apa maksudnya!? " ujar Amanda yang kaget.


"Aku tahu! hubungi Pak Vandro! Eh!? Ta,... tapi-.....


" Amanda itu, ia adalah beban untukku"


"Jika aku menghubunginya akan begitu lagi, aku akan menemui Ryan dikantor!! " ucap Amanda dengan bertekad.


Di Rosement,...


"Sekarang baru jam 03.56 pagi ya sebaiknya aku siap-siap" kata Vian.


Kreeet! suara pintu lemari dibuka.


"Meskipun aku tidak tahu itu benar kau ataupun tidak, sekarang apakah kau bangga padaku? " tanya Vian sambil menatap dasinya yang berwarna Coklat.


Pagi hari, pukul 07.56....


Ryan melihat Arlojinya dengan wajah pucat dan gelisah.


Grep! ada seseorang yang menarik Ryan dan mencengkeram mulutnya dengan saputangan.


Mmm!


"Si,.. Siapa kau!? " tanya Ryan.


"Ssst! jangan berisik Ryan! ini aku! Ok! langsung saja pada intinya! kenapa kamu ngirimin aku pesan SMS!? " tanya Amanda dengan tatapan tajam sambil memperlihatkan pesan itu.


"Maaf, saya tidak tahu apa yang kamu bicarakan" ucapnya dan mau berlalu pergi.


Grep! Set! Amanda dengan tangkas mengunci Ryan agar tidak bisa pergi, maklum ia adalah master karate sabuk hitam, juara pertama tingkat Kota.


"A!,... Apa yang kau!? sa,... Sakit!! lepaskan! atau aku akan berteriak!!! " rintih Ryan.


"Beritahu dulu apa maksudnya Ryan, aku hanya ingin mendengar penjelasan saja! bukan bantahan! agar aku bisa tahu, apa yang terjadi, kasihan bukan? ibumu! aku tahu kau hanya punya ibu! " ujar Amanda sambil melepaskan kunciannya.


"Me, MEMANGNYA KAU TAHU APA TENTANGKU!? Kau tidak tahu apa-apa tentangku, Mas Vian itu! dia selalu saja mengacau dan menyebalkan!! " bentak Ryan.


"Karena itu aku ada disini untuk membantumu, meski aku membenci Vian, tapi aku tahu, dia berhak untuk hidup tenang, ia mendapatkan kepercayaan dari Presdir! kau tidak bisa menghancurkan tekad dan impian begitu saja! jika menghancurkan impian dan tekad baik seseorang orang yang menghancurkan tekadnya itu sama saja seperti pembunuh!! Ryan! kau sedang dalam kesulitan! Dan kau juga pasti ingin hidup tenang tanpa terikat dengan masalah! aku akan berusaha membantu agar permasalahan selesai! " Ucap Amanda.


"A,.. A" Ryan hanya bisa terbata-bata mendengar ucapan Amanda.


"Aku, jadi sebenarnya aku selama ini sudah mencelakai Vian sebelum Mbak Amanda masuk kerja, itu semua untuk membalaskan dendam, Tapi Dia sudah mengumpulkan orang-orang yang menaruh dendam pada Vian. Aku juga sebenarnya hanya mengira ini dilakukan hanya karena dendam. Tapi ternyata aku sudah terlibat masalah yang lebih besar lagi, mulanya ia ingin Vian diculik saat insiden Di Rooftop kantor, dan akhirnya aku mulai panik dan gelisah serta berpikir apa yang akan mereka lakukan kalau Vian berhasil mereka culik. Aku akhirnya ketakutan! dan mengirimkan pesan padamu, dan aku pikir kamu tidak akan datang atas perbuatan jelek yang dilakukan Vian padamu, tapi saat aku melihat kamu datang,.... "Kata kata Ryan terhenti dengan beberapa tetesan airmata yang deras.


" Disitu aku sangat lega senang dan bahagia, aku tak tahu bahwa masih ada seorang malaikat yang masih bisa tersenyum dan mau ikhlas menolongku" ujar Ryan dengan terisak-isak.


"Aku,... aku benar minta maaf kepada mbak Amanda!! aku sudah membuat Mbak terluka sampai tulang kakinya retak, tapi tak ada orang lain yang mau menolong se ikhlas itu, sebenarnya nanti akan ada rapat penting yang mengundang beberapa perwakilan dari Kerajaan lain, bertepatan dengan pembahasan tentang teknologi canggih yang dihasilkan oleh Vian, yang bisa memakai untuk jual beli barang, hacker, mendapatkan intel dan informasi, dan kelebihan Lainnya, tapi Dia ingin itu tidak berhasil, kita harus menghentikan itu sebelum database perusahaan yang diciptakan oleh Vian di Ambil Alih" kata Ryan dengan mengusap Air matanya.


"Ryan! apa yang akan terjadi jika Database perusahaan AR group di ambil alih!? " tanya Amanda.


"Itu akan membuka jalan bagi semua hacker dan peretas, dan juga bisa saja mengambil alih informasi paling rahasia di Kerajaan, dan Vian akan dipertanggung jawabkan, bisa jadi ia di fitnah dalam transaksi ilegal, dan lain-lain" Jelas Ryan.


"Wah!! itu pasti sangat berbahaya!" ucap Amanda.


"Ya! dan informasi rahasia kerajaan bisa saja terbongkar luas! mulai dari foto Pangeran, keluarganya, biodata nya, dan lain-lain yang tak pernah didengar oleh Publik! " kata Ryan.


"Kalau begitu jangan banyak bicara!! ayo kita kesana dan hentikan rapatnya!! " seru Amanda dengan berlari.


"Tunggu!! jangan kesana! kau akan membiarkanku tertangkap bukan begitu!? " tanya Ryan.


"Yang Ryan katakan benar, aku tak bisa begitu saja membiarkan dia tertangkap, lagipula bukti rekaman ku dan Ryan akan terekam di recording yang kuletakkan di Saku" Batin Amanda dengan melihat sakunya.


"Ryan! kamu akan di tangkap!" seru Amanda.


"Apa!!?? jadi mbak Amanda akan melaporkan!? " kaget Ryan.


"Ryan, sebelum itu, aku ingin tanya siapa Dia sebenarnya!? siapa dalang dibalik semua ini!? "


Sementara itu Vian,....


"Hello, Mr. Ramzy, been waiting long? " tanya Vian.


"Not, i just got here" ujar tamu itu.


"Hoi!! Vian!! " teriak Yudha.


"Sst! I'm Sorry Mr. Ramzy, just moment Please" kata Vian.


"It doesn't matter, Mr. Vian" ucap Tamu itu.


"Jadi ada apa Yud? apa ada masalah? " tanya Vian.


"Tidak kok, sini, dasimu miring lho! " ujar Yudha dengan memperbaiki Dasi Vian.


"Hati-hati megang Dasinya!! jangan kusut! itu dasi peninggalan seseorang yang berharga! " kata Vian.


"Iya iya!


"Kamu harus bisa!! jangan gugup ok? kamu kan ketua Divisi IT kita, Vian yang hebat!" Puji Yudha dengan tersenyum.


"O, oh.. begitukah? te,... terimakasih Yud" ucap Vian dengan memalingkan wajahnya yang malu dengan pujian itu.


"Ok! kamu kesana deh! pasti udah mau mulai! " ucap Yudha dengan mendorong Vian ke arah Pintu.


"Baik! ntar kamu nyusul ya? " tanya Vian.


"Ya! "


Vian akhirnya pergi menuju ruang rapat.


"Pfft! dasar Naif!" bisik Yudha dengan sedikit tertawa.


"Ja,... Jadi!!! pelakunya adalah,... MAS YUDHA!!?? " seru Amanda dengan kaget.