
Jam 20.00....
"Yuhu! menyenangkan! bakar deh Barbeque nya! isinya adalah Daging sapi, ayam, dan sayur-sayuran" kata Amanda.
"Yes! aku mau bakar duluan!" kata Vian merebut pencapit gorengan.
"Aku ngga mau kalah!" kata Toni sambil beradu dan mengincar daging sapi.
"Hoi Dro! kamu yakin pakai gini?" tanya Randi di samping Vandro.
Vandro meletakkan Foto Radith dengan beberapa sedikit makanan.
"Yah, aku hanya ingin ia merasakan ini melalui sesajen yang ku kirim, karena si Radith menyebalkan itu kasihan ia tidak dapat merasakannya" kata Vandro dengan Aura yang seram.
"Wah, Pembalasan" kata Randi dengan sedikit senyum.
"Semoga saja Harapan ini tersampaikan" kata Vandro.
Ditempat Pangeran....
"Hng? kenapa jadi inget si tengil!!! rasanya pengen nonjok!" batin Radith.
Di HRM....
Amanda melihat Vandro yang sedang duduk sendirian dan menghampirinya.
"Pak Vandro, kenapa sendirian disini?" tanya Amanda.
"Ah, hanya ingin mencari udara segar" kata Vandro dengan tersenyum.
"Oh, apakah saya mengganggu?" tanya Amanda.
"Tidak, silahkan duduk saja" kata Vandro.
"Terimakasih" kata Amanda.
"Oh ya, Pangeran Aliandra kapan pulang ya Pak?" tanya Amanda.
"Ng saya kurang pasti, maaf tapi apakah bisa kau menunggu sedikit lebih lama sampai beliau kembali?" tanya Vandro.
"Oh, baiklah" kata Amanda.
Sedangkan Vanora hanya melihat mereka dengan tatapan agak sedih.
"Ng Pak Vandro, sepertinya aku sudah pernah bertemu dengan Pangeran" kata Amanda.
"Hah!? bagaimana ceritanya!?" tanya Vandro dengan antusias.
"Jadi, saat kita berbicara tentang sabotase di layar Proyektor itu, aku ada rasa Familiar kalau sudah pernah bertemu dengan beliau.... mungkin" kata Amanda.
"Maksudnya?" tanya Vandro sebelumnya tidak mengerti.
"Saat umurku masih 16.5 tahun, ibu sudah ngga ada, dan aku meneruskan restoran ibu untuk sementara waktu, dan aku kedatangan tamu yang sama postur dan ciri-cirinya sama dengan Pangeran, ia pakai kacamata hitam juga, dan saat ia akan pergi membayar, ia memperhatikanku dengan serius, dan setelah itu beberapa minggu kemudian ada yang membeli restoran ibu dan aku akhirnya menjualnya" jelas Amanda.
"Tapi mungkin hanya salah orang sepertinya" kata Amanda.
"Kenapa kau bisa berpikir itu salah orang?" tanya Vandro lagi.
"Karena ada beberapa orang yang makan disitu dan sama sekali tidak Familiar dengan Pangeran, tapi ia seperti membawa pen... jaga?" tanya Amanda.
Vandro hanya menatap Amanda dengan serius.
"Ng? Pak Vandro?" tanya Amanda.
"Apakah aku salah bicara?" batin Amanda.
"Beberapa Pelanggan yang dimaksud Amanda mungkin adalah orang suruhan Andra, dan penjaga yang dimaksud mungkin adalah Radith, dan karena itu ia juga meminta orang untuk membeli Restoran itu dan memposisikan Amanda di AR Group, Andra! apa sebenarnya rencana yang kau buat untuk Adikmu ini!?" batin Vandro.
Tiba-tiba....
BRAAAK!!! CRAAASH!!!! Ada suara yang sangat keras seperti ada sesuatu yang menabrak gerbang utama masuk Rosement.
Vandro, Amanda, Nera, Toni, dan yang lainnya tentu saja sangat kaget.
"Hei! ada apa!?" tanya Toni di Earphone miliknya.
"Tidak tahu! gerbang utama Rosement adalah gerbang yang melewati terowongan yang akan mengantar melewati jalanan luar dan hanya orang khusus yang dapat mengetahui dan masuk melalui terowongan ini!" kata Orang yang dihubungi Toni dan menjelaskan semuanya.
"Pe.... Penyusup dengan.... dengan Mobil!!??" tanya Toni mendengar penjelasan itu.
"Apa!!??" tanya Nera.
"Hei! aku akan memeriksa gerbang utama dengan Toni! Vian! kau memeriksa CCTV dan bidang keamanan Rosement! kalau ada apa-apa hubungi kami! yang lainnya tetap di HRM!" kata Nera.
"Kita akan berlari saja Toni! susah kalau pakai Lift!" kata Nera.
Gerbang utama adalah Gerbang yang menghubungkan Rosement dengan dunia luar, dan gerbang ini harus melewati Terowongan ini.
Dan juga memang banyak orang yang sudah melewati gerbang utama ini, tapi mereka tidak bisa melihat Rosement karena selalu tertutup gerbang yang besar dan setinggi 30 meter.
Rosement ini banyak sekali jalan darurat dan juga jalan rahasia seperti yang tersambung lewat AR group, Istana, dan bahkan yang akan menghubungkan ke jalan bawah air yang akan mengarahkan siapapun yang ke sana dengan kapal selam.
DRAP! DRAP! DRAP! Suara lari kencang Toni dan Nera yang bergegas menuju tempat.
"Ge... gerbang hancur! mobil yang menabrak nya juga rusak lumayan parah!" kata Nera yang bergegas mendekati Mobil itu disusul oleh Toni dan Vandro.
"Tidak ada siapapun disini" kata Toni memeriksa isi mobil.
"Eh! coba lihat Plat mobil itu Ra! aku kayaknya Familiar sama nomor Platnya!" kata Vandro.
"Hah! Pak Vandro!" kata Amanda dengan berlari kecil disusul Randi.
"Amanda?" tanya Vandro.
"Randi, kamu dan Amanda pergi ke tempat yang aman deh! kayaknya Firasat ku mengatakan tidak baik" kata Vandro.
"Ya!" kata Randi.
Krrskkk! ada suara dari semak-semak.
"Ada Andlo" kata Seseorang dari semak-semak.
Orang itu hampir jatuh dan nyaris menimpa Amanda jatuh ke tanah tapi Vandro mendorong Amanda dan Amanda hampir jatuh karena sempat di tangkap Randi, sayangnya Vandro yang terdorong dan tertimpa orang itu.
"Pak Vandro!!!" seru Amanda.
"Hah!? kamu kan? Ng?" Tanya Vandro yang teralihkan karena melihat Toni.
Toni hampir memukul orang yang menimpa Vandro.
"Hentikan!! dia ini nomor sembilan!!" kata Vandro.
Toni akhirnya berhenti.
Orang yang penghuni nomor 9 itu terlihat terluka bagian kepala dan langsung dibawa pergi dengan Vandro dan Randi.
"Hah??" Amanda masih kaget.
Keesokan paginya....
"Amanda, Amanda" Panggil Rahmat yang membuat Amanda sadar.
"Susunya ngga masuk ke gelas" kata Rahmat.
"Hah!? maaf kak! akan aku bersihkan!" kata Amanda.
"Kamu kenapa?" tanya Rahmat.
"Ng, aku kepikiran soal tadi malam kak,untuk gerbang bagaimana kak?" kata Amanda.
"Untuk gerbang hari ini juga akan di perbaiki oleh staf sebelumnya akan perimeter disekitarnya agar tidak ada massa yang melihat isi dalam Rosement" kata Rahmat.
"Oh begitu" kata Amanda.
"Hah!? Pak Vandro?" tanya Amanda melihat Vandro yang sedang telungkup kepala di meja makan.
"Pagi" kata Vandro.
"Pagi Pak! Pak Vandro tidak apa-apa? tadi malam kan Pak Vandro terluka karena melindungi ku" kata Amanda.
"Yah, tidak apa-apa karena Randi sudah mengurusnya" kata Vandro.
"oh" kata Amanda.
Diantara perbincangan Amanda dan Vandro tiba-tiba....
"Waa!! Vandro!!" kata Vian yang tiba-tiba datang dengan sedikit kesal hingga sedikit menangis.
"Kenapa?" tanya Vandro.
"Itu!!! dia nge hamburin kamarku!" kata Vian.
"Ian, saya kan hanya mencari sesuatu, jangan marah dong" kata Orang penghuni kamar no. 9
Semalam agak kacau karena para Anggota Lupin star, sekarang kami kedatangan orang Penghuni kamar No. 9