The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 3 Chapter 36 : House Rooftop Mini ( HRM )



Di HRM....


Jam 15.45....


"Duh! perasaan waktu ulang tahunnya Amanda udah di bersihin kok di House Rooftop Mini kotor lagi ya?" tanya Nera.


"Gitu deh, ngga apa-apa lah!" kata Randi.


"Ngomong-ngomong... apakah ngga repot ya Dro? mereka masak di dapur atas?" tanya Randi.


"Ngga, soalnya nanti kan terhubung dengan Rooftop, jadi enak" jawab Vandro.


"Gimana keadaan mereka yang lagi di dapur atas ya?" tanya Nera.


Di Dapur atas....


"Ok! Vian sama Kak Rafa, nanti Standby, kalau aku sama kak Rahmat butuh bahan atau apa nanti langsung ambilkan ok?" tanya Amanda.


"Ya"


"Ok kak Rahmat, bagaimana jika kita membuat Nasi Kare untuk malam ini? tapi untuk dagingnya kita pakai daging sapi kelas premium instan yang waktu ulang tahunku itu, mumpung masih bagus" ujar Amanda.


"Iya ya, lalu untuk bumbunya kita tambahkan garam atau bagaimana?" tanya Rahmat.


"Kita campurkan saja dengan air kaldu ayam, karena nanti kombinasi antara daging sapi dan daging ayam kurasa enak, bagaimana?" tanya Amanda.


"Ya, lumayan... Buat Nasi kare ngga terlalu sulit, tapi untuk berapa orang?" tanya Rahmat.


"Iya ya, Presdir katanya ngga ikut karena nanti malam akan berangkat keluar kota sampai besok siang bersama kak Radith, jadi yang tersisa di Apartemen hanya para anggota, anggota yang ada 8 orang, belum lagi kalau ada yang tambah,... bagaimana jika genap kan porsinya menjadi 12?" tanya Amanda.


"Ide yang bagus, ok... sekarang aku akan masak nasinya, kau urus air kaldu ayamnya dulu" kata Rahmat.


"Ok-yu!" ujar Amanda.


"Kombinasi tim yang bagus untuk Amanda dan Rahmat... seharusnya aku yang di sana, ah! apa sebenarnya yang kau pikirkan Vian!?" batin Vian.


"Hoi! salah! seharusnya itu buat lap meja! bukan kursi!" kata Rafa


Di Bunker lingkar dalam....


"Jadi mereka akan mengadakan Dinner penyambutan Rafa?" tanya Andra.


"Begitu lah Nak, jadi.. Nak Andra akan pergi?" tanya Pak Andi.


"Saya terpaksa memalsukan kabar kalau akan pergi keluar kota, sebenarnya saya ingin pergi ke dimensi Shinobi, untuk menyelidiki musuh yang menyebabkan kematian Mama dan Papa" jelas Andra.


"Apa!?" tanya Pak Andi.


"Saya yakin anda tidak memberi tahu semuanya Pak Andi, karena anda sudah mengubah alur cerita di jurus ruang dan waktu yang terdapat di waktu itu, tidak apa... saya akan mencarinya sendiri" kata Andra.


"Nak Andra... bukankah Nak tahu? kalau susah seseorang masuk kesitu apa bila bukan seorang Terano, tidak mungkin Nak mau memakai sedikit Formula segel Ryu kan? itu hanya akan menyebarluaskan Aura Ryu kepada para musuh, dan itu akan mengancam keselamatan Nak Ana" ujar Pak Andi.


Andra terdiam....


Sementara itu...


Tin! Tin! Mobil Vanora sedang terparkir sehabis pergi ke luar negeri dan akan menemui seseorang.


Tok! Tok! Vanora mengetuk pintu.


"Iya... sebentar!"


Ceklek!


"Lho? Vanora? kenapa kamu kemari? ada apa? Eh!? Dan.... kenapa kamu menangis!?"


"Huuu... Vandro mengetahui tentang cemilan itu... Dia membuangnya, Mama" ujar Vanora.


"Begitu ya?" tanya Bella.


"Kalau gitu, masuk dulu sini... " ujar Bella.


Akhirnya Vanora duduk di ruang keluarga bersama Bella.


"Mama.... aku ngga tahu harus apa sekarang, aku sadar untuk membawa Vandro menemui Mama masih sangat jauh" kata Vanora sambil menunduk.


"Sudahlah,.. semuanya sudah berakhir, jangan berusaha terlalu keras Vanora" ujar Bella.


"Aku entah berpikir kapan Vandro bisa tahu owner barunya adalah Mama?, apakah mungkin hanya kebetulan sih" ujar Vanora.


"Vanora... kamu seharusnya jangan memikirkan Mama, kamu fokus saja memperbaiki hubunganmu dengan saudara kembar mu" ujar Bella.


"Mama! aku bisa lihat! keluarga kecil yang berbahagia! aku akan berusaha bagaimana pun agar Vandro kembali!" ujar Vanora.


Vandro sedang melamun sambil mengatur meja.


"Aku sudah masuk kantor beberapa hari yang lalu setelah kejadian itu..." batin Vandro.


Flashback....


"Pak... ini dokumennya" ujar salah satu karyawan yang pernah dibentak Vandro.


"Ah... iya makasih ya, maaf beberapa hari yang lalu membentak mu" ujar Vandro.


"Ngga apa-apa kok Pak, tapi bapak baik-baik saja kan? soalnya kelihatannya bapak agak kecapean gitu" jawab Karyawan itu.


"Syukurlah Pak GM sudah membaik, mungkin beberapa hari yang lalu waktu itu sedang stres atau banyak kerjaan" bisik beberapa karyawan.


"Sudah... hancurlah karismatik yang ku bangun bertahun-tahun,.. hancur dalam sekejap" batin Vandro.


Flashback Off....


Di Dapur atas...


"Fyuh! Alhamdulillah tinggal tunggu kare nya matang! kak Rahmat gimana nasinya?" tanya Amanda.


"Baik... tinggal tunggu Nasinya matang juga sih" kata Rahmat.


"Kalau gitu aku buat Red Velvet mini dulu ya kak, biar ada manis-manisnya nanti hehe, sama Ramen juga ah!" kata Amanda.


"Kau... bisa masak kue juga?" tanya Amanda.


"Mendiang Ibu angkat ku dulu master koki, dia bahkan bisa membuat bahan-bahan yang ada di rumah menjadi makanan mewah! aku jadi terkesima, dan akhirnya kemampuan memasak Ibu menurun padaku deh kak, hehe" Jawab Amanda.


"Tanganmu gimana?" tanya Rahmat lagi.


"Kata Pak Randi... tangan kiri usahakan di gerakkan perlahan agar tidak kaku, usahakan jangan melakukan hal berat agar proses penyembuhannya tidak terhambat" Jelas Amanda.


"Begitu ya... " kata Rahmat.


2 Jam kemudian....


"Alhamdulillah! semuanya sudah siap!" ujar Amanda.


"Ya udah! kalau gitu aku mau ke kamar dulu ya" kata Amanda.


"Ikut" ujar Rafa.


"Oh... bo, boleh sih" kata Amanda.


Akhirnya Rafa mengikuti Amanda karena searah.


"Amanda, aku mau bilang" kata Rafa.


"Oh, silahkan... bilang apa kak?" tanya Amanda.


"Anu... begini, katanya tanganmu luka kenapa?" tanya Rafa.


"Lho? kak Rafa belum tahu ya?" tanya Amanda.


"Tahu? tahu apa?" tanya Rafa.


"Ah... ngga kok kak, hanya terkilir, hehe" ujar Amanda.


"Lebih baik tak ku kasih tahu" batin Amanda.


Akhirnya Amanda kembali ke kamarnya untuk mandi.


"Hei!" panggil Vandro.


"Apa!?" tanya Rafa sewot.


"Aku di suruh Andra untuk mengantarmu ke kamarmu" kata Vandro.


"Oh.. kirain ngajak berantem" ujar Rafa.


Akhirnya Vandro mengantar Rafa ke kamar.


"Nih.. kamarmu, tenang saja... jika Vian dan Nera mengganggumu aku akan melindungi mu, tapi kau juga jangan banyak berbuat onar, nanti siap-siap makan malam di HRM, berkumpul ke HRM 20 menit lagi ok" kata Vandro sambil menutup pintu kamar Rafa, nomor 11.


Blam!


"Ruangan yang terlihat seperti kamar hotel kelas mewah dan mahal, ada komputer, kamar mandi, tempat tidur, Dll... " batin Rafa.


"Hehe... sepertinya aku bakalan seneng disini" gumam Rafa.