The Unifying Butterfly

The Unifying Butterfly
Season 2 Chapter 60 : Di buntuti lagi!? kelewatan!



"Oh ya, untuk membalaskan dendam perempuan itu atas penggerebekan di warung itu" kata Pelayan itu.


"Dasar! jangan mudah teralihkan hanya akan hal itu" kata Rey.


"Hm, orang suruhan berbaju putih itu juga terlalu lemah, tapi ku berikan kesempatan terakhir" kata Pelayan itu.


Lanjut ke Amanda...


"Hm... kok sepi ya? biasanya jalanan ini ramai" pikir Amanda.


"Ah!! itu ada stasiun!" kata Amanda sambil berlari ke arah terminal itu.


"Hm? tak ku sangka akan bertemu dengan OG itu" pikir Rafa yang memakai jaket dan masker.


Rafa mengantri tepat di belakang Amanda.


"Seperti Aura orang itu! Aura orang yang menemui Kak Fika!!" batin Amanda sambil melihat kebelakang.


Tentu saja tanpa aba-aba Rafa langsung kaget dan tetap tenang.


"Ah! itu ada kereta! cepat, cepat, cepat!!!" kata Amanda.


"Jika menggunakan kereta aku tinggal naik 15 menit ke stasiun berikutnya yang dekat dengan Rosement!" batin Amanda.


"Ah, dia lari! aku harus ikuti untuk memastikan dia pulang ke Apartemen itu atau... " batin Rafa sambil ingin meraih tas Amanda.


Tiba-tiba...


Toni yang ada di situ langsung menghentikan tingkah Rafa dengan menangkis tangannya.


"Apa!?" tanya Rafa.


"Siapa kau!?" tanya Rafa lagi.


Toni tidak menjawab dan mengunci Rafa.


"Dasar!! dia mengunci ku!!!" pikir Rafa.


Toni hendak membuka masker Rafa.


Tiba-tiba...


Ada yang hampir menyerang Toni.


"Tuan! anda tidak apa-apa!?" tanya Bima pada Rafa.


"Bima!?" tanya Rafa.


PRIIT! PRIT! Ada satpam yang mengejar mereka.


"Berhenti!"


Toni langsung lari masuk ke kereta yang sama dengan Amanda.


"Hei! jangan lari kau!!" kata Rafa.


"Tuan! sudahlah" kata Bima.


"Sejak kapan kau mengikuti ku!?" tanya Rafa.


"Sejak tadi pagi anda membuntuti di AR group" kata Bima.


"Sudahlah! ayo pergi! kita perlu menyusul mereka!!" kata Rafa.


"Hei! sebentar! saya ingin meminta keterangan serta kronologi apa yang telah terjadi!" kata Satpam tadi.


Setelah 1 jam di interogasi...


"Hii! masa sampai 1 jam!? untung aja identitas ku ngga ketahuan!" kata Rafa.


"Anda yang gegabah! untung saja identitas anda sebagai seorang bangsawan tidak ketahuan" kata Bima.


"Ini salah orang berhoodie hijau tadi!! aah!" gerutu Rafa.


"Sabar Tuan, masih ada kesempatan lagi" kata Bima.


"Hm... bagaimana dengan begini saja Bima?" tanya Rafa.


Lanjut ke Amanda....


Amanda berjalan sekitar 1-2 Km, ke arah Rosement...


DUAK!! Amanda menendang orang berbaju putih itu.


"Membuntuti ku lagi!? kelewatan!" kata Amanda.


"Heh, aku tidak akan babak belur lagi, kali ini aku sudah membawa pisau lebih besar! ikut denganku kalau tidak mau kau terluka!" kata orang berbaju putih.


"Kalau aku tidak mau?" tanya Amanda.


"Kalau begitu, hiyaa!!!" kata orang itu berlari hendak menusuk Amanda.


TRAANG!!! Pisau itu terlempar orang itu akhirnya melarikan diri dengan keadaan babak belur, Amanda kembali melanjutkan perjalanan.


Toni akhirnya mengikutinya kembali diam-diam.


Tap! Amanda berhenti berjalan.


"Kak Toni kan?" tanya Amanda yang matanya langsung berwarna hijau.


"Ng?"


"Aku bilang, kau kak Toni bukan?" tanya Amanda.


"Jangan berpura-pura aku tahu kaulah yang membuntuti ku, kenapa?" tanya Amanda.


"Heh, jangan salah sangka, aku ingin pergi ke Apartemen" kata Toni.


"Kenapa ngga lewat jalan lain?" tanya Amanda.


"Kalau aku tidak mau?" tanya Toni.


"Terpaksa kita harus berjalan bersama atau satu diantara kita lewat jalan lain, aku tidak mau lewat jalan lain" kata Amanda.


"Kalau begitu kita harus menggunakan pilihan A" kata Toni langsung berjalan.


"Ng.... Kak Toni" kata Amanda.


"Apa?" tanya Toni.


"Kenapa Kak Toni selalu keluar dari Apartemen saat malam hari?" tanya Amanda.


"Tidak apa-apa, hanya sumpek, oh ya, tadi ada yang membuntutimu" kata Toni.


Amanda terdiam...


"Aku ingin bilang, apakah Kak Toni.... itu" kata Amanda.


"Apa? itu apa?" tanya Toni.


"Itu... apakah Kak Toni itu Ca... Ca... Cak... " kata Amanda memutuskan kata-katanya.


"Cak? Cak apa!?" tanya Toni lebih serius.


"Apakah Kak Toni suka Boneka Caki?" tanya Amanda.


Toni : Hah!? ||-_-"


"Oh, boneka yang seram itu? Chucky?" tanya Toni.


"I... iya!!" kata Amanda.


"Aku tidak bisa mengatakannya" batin Amanda.


"Ada banyak lho di Rosement" Kata Toni sambil menyilangkan kedua tangannya ke belakang kepala.


"Hah!!?" tanya Amanda kaget.


"Iya! banyak di belakang pohon, apalagi sama bayangan hitam! Randi udah ku kasih tahu" kata Toni.


"Ih! yang bener Kak!" ujar Amanda.


"Sama si Mbak berambut panjang itu itu lho! kunti apa kuyang deh!" kata Toni.


"Iih! Kak Toni jangan bikin serem!" kata Amanda yang langsung berlari memasuki terowongan menuju Rosement.


"Hoi! Hati-hati! tu ada putih-putih!!" kata Toni yang makin ngeledek


"Waaa!!!"