
"Hyaaa!!!! Serang aku! Kenapa kau meremehkanku?!!" Ucap Lucia, ia terus menyerang Yoshino terus menerus.
"Huh? Bukannya sudah kubilang kan? Aku tak mau menyakiti seorang wanita," ucap Yoshino, ia dengan sangat mudah menghindari serangan pedang Lucia.
Lucia pun merasa kesal dengan perbuatan Yoshino."Bila kau seorang pendekar pedang, cepat lawan balik aku! Kalau begitu, aku akan menggunakan kekuatanku untuk melawanmu!!"
"Kekuatanmu? Akan kulihat seberapa hebat kekuatanmu, nona." Ucap Yoshino sambil tersenyum licik.
Lucia berjalan ke arah pohon besar, kemudian Lucia menyentuh pohon besar tersebut."Lock On.."
"Huh? Lock on? Apa maksudmu?" Tanya Yoshino sambil memiringkan kepalanya.
"Lock On, Most Attack!!!" Ucap Lucia, Lucia membuat benda yang disentuh nya mengarah ke target yang ia kunci.
Pohon besar tersebut langsung mengarah ke Yoshino, menyadari hal itu Yoshino langsung membalikkan badannya dan berlari."A-apa?!! Bisa babak belur aku nanti kalau kena pohon itu!! Lari!!!"
Tetapi pohon besar tersebut terus mengejar Yoshino sampai mengenainya, Yoshino pun kebingungan dengan pohon besar yang terus mengejarnya."Kenapa pohon tersebut terus mengejar ku?!!"
Kemudian Lucia menjawab ucapan Yoshino."Itu adalah kekuatanku, sebelum mengenai dirimu, objek yang kusentuh akan terus mengejarmu, aku mau lihat apa yang akan kau lakukan setelah ini.."
Yoshino pun menarik pedang Black Lotusnya, kemudian memotong pohon besar tersebut sampai beberapa bagian kecil."Battsss!! Battsss!! Battsss!!"
"S-sugoiii!! Teknik berpedang sangat mengesankan!!!" Teriak Lucia. Kemudian Lucia menyentuh beberapa mobil, seketika mobil tersebut langsung melesat kencang ke arah Yoshino."Wusshhhhh!! Wusshhhhh!! Wusshhhhh!!"
"Lagi?!" Yoshino berlari mendekati mobil yang melesat ke arahnya. Yoshino meloncat dan langsung menebas mobil pertama menjadi dua bagian."Battsssss!!!"
Lalu Yoshino berguling di tanah dan langsung melompat kesamping, Yoshino menarik pedang satunya lagi, dan langsung menggunakan kedua pedangnya untuk membelah mobil kedua yang mengarah ke arahnya."Battsssss!!!!"
Kemudian ia kembali memasukkan pedang satunya lagi, jadi cuman Black Lotusnya saja yang sudah berada di tangannya. Yoshino kemudian berlari lagi mendekati mobil yang mengarah ke arahnya.
Yoshino langsung menebas mobil ketika berkeping-keping."Battsss!! Battss!! Battsss!!!"
"A-apa?!!" Lucia terkejut dengan apa yang dilakukan Yoshino.
Yoshino pun langsung berlari dengan sangat cepat ke arah Lucia, kedua mata Yoshino sekilas mengeluarkan cahaya merah, dan mulutnya sedikit mengeluarkan asap."Ichiryuu.."
"G-gawat?!!" Lucia sangat panik, ia juga melesat ke arah Yoshino dengan satu pedangnya."Akhirnya kau menganggapku sepadan!!!"
"White Blade!!!" Yoshino langsung menebas Lucia tanpa menyentuh Lucia, Yoshino hanya menebas tenaga dalam milik Lucia.
Dalam sekejap Lucia merasa lemas setelah terkena serangan Yoshino."A-aku kalah?!"
Gubrakkkk!!!! Lucia pun pingsan.
Yoshino memasukkan pedang Black Lotusnya ke sarung pedangnya."Aku takkan menyakiti wanita, bahkan kau saja tidak bisa melukaiku, aku sungguh terkejut dengan bajak laut mereka yang sangat amatiran.." ucap Yoshino.
Disisi lain, di wilayah selatan pulau Sambomaster, terlihat Davidestrom dan Nikoalenko saling bertarung satu sama lain.
"Cekrek!!! Cekrek!! Cekrekk!" Davidestrom memotret Nikoalenko berkali-kali.
"Kenapa kau memotret ku sialan, apa kau mengidolakannya, sampai-sampai kau butuh fotoku.. jangan-jangan aku terlalu tampan.." ucap Nikolaenko.
"Aku hanya ingin memotret setiap musuh yang kulawan.." ucap Davidestrom."Editing.." Davidestrom pun mengedit foto Nikoalenko.
"Hehehe maaf-maaf aku tak sengaja!!" Teriak Davidestrom sambil tertawa-tawa terbahak-bahak.
Kemudian Nikoalenko mengeluarkan pistolnya dan hendak menembak Davidestrom,"Rasakan ini-"
"Eh?" Nikoalenko melihat seluruh tubuhnya, ia terkejut bahwa ia telanjang dada. Nikoalenko langsung menutupi bagian auratnya."Sialan kau brengsek?!! Woi cepat kembalikan bajuku!!"
"Tak mau!!! Weeee!!" Ucap Davidestrom, kemudian ia menjulurkan lidah nya untuk mengejek Nikoalenko, kemudian Davidestrom berlari menjauhi Nikoalenko.
Nikoalenko pun langsung mengejar Davidestrom."Kembalikan bajuku Woi!!!"
Disisi lain, masih di wilayah yang sama dengan Davidestrom dengan jarak yang lumayan jauh. Terlihat Kenkomura sedang bertarung dengan Zimbermann.
Mereka berdua sangat sengit sekali, saling bertukar serangan, bisa dibilang dalam hal berpedang mereka berdua imbang.
"Battsss!!" Kenkomura menyerang Zimbermann dengan pedangnya dan berhasil mengenai lengan Zimbermann.
"Syatttssss!!!!" Zimbermann membalas serangan Kenkomura sehingga Zimbermann berhasil menggores pipi Kenkomura.
"Aku akui kau sangat hebat, ini sangat membuat jiwa bar-barku keluar Khukhukhu.." ucap Kenkomura sambil tersenyum licik.
"Kau juga sangat tangguh dan kuat, aku mengapresiasi mu. Aku bersyukur kau menjadi lawan yang layak.." ucap Zimbermann.
Trankkk!! Ting!! Trankkk!!! Kenkomura dan Zimbermann saling beradu pedang.
Kemudian Zimbermann memanipulasi pedangnya berubah menjadi sebuah sabit dan Zimbermann mencoba menyerang Kenkomura dengan sabitnya."Syatttssss!!!"
Kenkomura menangkis dengan membelokkan sabit milik Zimbermann."Cih, kau bisa mengubah senjatamu ya sialan.."
"Tentu, karena itu aku akan mengalahkanmu.." ucap Zimbermann, kemudian ia mengubah sabitnya menjadi sebuah palu raksasa, Zimbermann mencoba memalu Kenkomura.
Tetapi Kenkomura menahan tekanan palu raksasa milik Zimbermann."Sialan! Ini sangat berat!!"
"Bagaimana? Apa kau sudah menyerah?!" Tanya Zimbermann.
"Siapa juga yang ingin menyerah, aku hanya sedikit mengeluh karena kekuatanmu yang sangat hebat." Ucap Kenkomura yang masih terus menahan palu raksasa milik Zimbermann.
"Benarkah? Kalau begini rasakan tekanan tiga kali lipat dari paluku ini!!" Ucap Zimbermann.
"Swordman No Izen!!!" Kenkomura mengeluarkan sebuah aura di sekujur tubuhnya dan Kenkomura langsung menetapkan palu milik Zimbermann.
Zimbermann sedikit terpental, kemudian Zimbermann mengubah palu raksasanya menjadi pedang yang sangat tajam dan langsung menyerang Kenkomura."Rasakan tajamnya pedang ini!!!"
"Swordman.. Ichidomashu.. Izanagi!!!" Kenkomura langsung menyerang balik Zimbermann dengan kekuatan pedangnya.
Kenkomura mematahkan pedang milik Zimbermann dan Kenkomura berhasil melukai dada Zimbermann hingga berdarah-darah."Uaghhhh!!!!!"
"Kau memang sangat kuat, tapi sayang sekali aku masih jauh lebih kuat dibanding dirimu, bakayarou.." ucap Kenkomura tersenyum licik karena ia berhasil mengalahkan Zimbermann.
Disisi lain, Kawamatsu Gilkenfoxes sangat kagum dengan pertarungan mereka melalui peta."Wah-wah, mereka bertarung dengan sangat serius.. aku sungguh menikmati pertarungan kalian semua!! Yayayayaya!!!" Ucap Kawamatsu Gilkenfoxes.
Bersambung.