Cosplay

Cosplay
Chapter 219 - Kekuatan Semangat Api Yang Sesungguhnya!



"Aku harus segera mengalahkan dia, aku tak boleh membuang-buang waktuku untuk bertarung dengannya. Aku harus segera membantu Izumi-dono."


Shu masih berpikiran untuk membantu Izumi, namun niatnya mulai berubah, ketika melihat Hristov yang telah bertarung melawan pasukan Angkatan Laut, dan berhasil mengalahkan cukup banyak pasukan Angkatan Laut. Ia cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Hristov dari kejauhan.


"Ah, sepertinya aku harus membantu Angkatan Laut itu saat melawan Hristov saat ini." ucap Shu dengan nada pelan.


Melihat arah pandangan Shu yang mulai kemana-mana, Espener pun langsung berteriak, "Hoey..!! Kau sedang melihat ke arah mana?! Dan, kau juga sedang menggerutu tentang apa?! Apa kau lupa, akulah yang menjadi lawanmu saat ini..!!"


"Tenang saja, aku hanya berpaling sebentar. Aku tidak berniat untuk melarikan diri. Ya, anggap saja, sebagai pertarungan pemanasan sebelum aku melawan Hristov..!!" ucap Shu dengan semangat.


"Huh? Melawan tuan Hristov? Jangan bermimpi, bodoh..!!" tegas Espener.


Espener pun langsung berlari mengambil salah satu pedangnya yang tergeletak di tanah. Setelah itu, Espener pun melesatkan pedangnya tersebut dan menggandakan pedang kembali menjadi lima pedang secara total.


"Lagi-lagi serangan sampah seperti itu lagi." ucap Shu dengan nada serius.


Kali ini berbeda dari yang sebelumnya, Shu tak berniat untuk lari dari lima pedang yang kembali melesat ke arahnya, walaupun pada saat sebelumnya, ada puluhan pedang yang melesat ke arahnya.


"Batss..!!"


Dengan gerakan yang begitu lincah, Shu pun berhasil menebas empat pedang hingga patah. Dan, satu pedang lagi hanya berhasil dipentalkan oleh Shu hingga melesat dan menancap ke tanah tepat di dekat Espener berdiri.


Espener kembali terkagum-kagum dengan kekuatan Shu yang cukup meningkat dibanding saat-saat bertarung pertama kali. Yang pada awalnya, Shu hanya bertahan saat bertarung melawan Espener, kini Shu tak ingin staminanya terbuang sia-sia, dan terus menyerang.


Tak berselang lama, Shu pun langsung berlari ke arah Espener dengan begitu cepat, bagaikan superhero flash yang sedang berlari, tapi bedanya, Shu yang diselimuti kobaran api semangat miliknya.


Dan, dari jarak yang cukup dekat, Shu pun mencoba untuk menebas Espener, "Firefox No Sword..!!" Tebasan yang dilesatkan oleh Shu pun membentuk sebuah rubah api yang melesat ke arah Espener.


Dengan sigap, Espener pun menyentuh tanah yang ia pijak, setelah itu tanah yang ia pijak pun langsung meninggi, "Zrushhh!!" Kali ini, Espener bukan lagi menggandakan pedang, melainkan menggandakan tanah berkali lipat hingga tanah yang dipijak oleh Espener pun meninggi dan serangan dari Shu pun hanya membentur tanah yang meninggi tersebut.


Kemudian, Espener pun langsung melompat ke bawah, dan berguling-guling di tanah, setelah itu ia pun bangkit dan berdiri kembali sembari berlari dan mencabut pedangnya.


"Batsss..!!"


Espener melesatkan tebasan pedang jarak jauh ke arah Shu. Setelah itu, satu tebasan yang melesat ke arah Shu pun menjadi empat tebasan yang melesat ke arah Shu. Ya, Espener lah yang menggandakan tebasannya tersebut.


"Tyengg..!!" Shu menangkis tebasan pertama dengan begitu mudah. Lalu, Shu memutar badannya sembari menangkis tebasan kedua, "Tyengg..!!" Lalu, ia memiringkan badannya untuk menghindari tebasan ketiga. Dan, Shu pun melompat sembari menangkis tebasan keempat, "Tyengg..!!" Dan tebasan kelima pun hanya melewati Shu begitu saja ketika ia melompat.


Shu pun kembali berpijak ke tanah. Setelah itu, Espener pun langsung mengambil segenggam kerikil yang berada didekatnya dan melemparkannya begitu saja ke arah Shu, "Wusstt..!!"


Melihat hal tersebut, Shu pun terus menangkis ribuan kerikil yang melesat ke arahnya. Menyadari kerikil yang melesat ke arahnya tak ada habisnya, Shu pun langsung menyilangkan kedua tangannya.


Sebagian sekujur tubuh Shu pun terkena ribuan kerikil tersebut, akan tetapi tidak sampai membuatnya berdarah, ya hanya bagian tubuhnya yang terkena kerikil tersebut hanya memerah.


"Cih, Kekuatan menggandakan benda milikmu itu benar-benar merepotkan, tapi aku takkan menyerah karena kekuatan merepotkanmu itu..!!"


Setelah itu, Espener pun mengambil pedangnya kembali dan mulai melesatkannya ke arah Shu berada, "Swoftt..!!" Satu pedang tersebut kembali menjadi ganda. Akan tetapi, kini pedang tersebut hanya bertambah dua dan totalnya ada tiga pedang yang melesat ke arah Shu.


"Huh? Tiga?" gumam Shu.


Shu merasakan ada sedikit keanehan, pasalnya setiap kali Espener melesatkan pedangnya dan menggandakan pedangnya, semakin lama semakin sedikit, ia pun mulai beranggapan, jangan-jangan staminanya mulai terkuras habis karena kekuatan menggandakan miliknya tersebut ya, pikirnya.


Shu pun menghindari tiga pedang yang melesat ke arahnya tersebut dengan cukup mudah. Setelah itu, ia pun langsung mengangkat pedangnya ke atas. Shu berniat mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk mengalahkan Espener.


Dan, api yang menyelimuti pedang Shu pun kobaran apinya semakin membesar. Bahkan, kobaran api tersebut mulai membentuk seperti pedang raksasa. Melihat hal tersebut, Espener pun cukup terkejut. Dan, ketika ia ingin mencoba menggunakan kekuatan ganda nya kembali, Espener gagal. Hal tersebut membuat Espener sedikit panik.


"Sialan, sepertinya staminaku sudah terkuras cukup banyak, bahkan aku tidak bisa menggunakan kekuatanku lagi. Dan, aku juga baru sadar, dari tadi, aku selalu menggunakan kekuatanku secara terus-menerus." ucap Espener dengan nada pelan.


Karena terlalu bersemangatnya, Espener pun sampai lupa, bahwa kekuatan menggandakan miliknya menguras banyak stamina. Dan, saat ini Espener masih mempunyai sedikit stamina. Tetapi, semua itu percuma karena Espener tidak bisa menggunakan kekuatannya kembali.


"Rasakan ini, Giant Fire No Sword..!!"


Shu pun langsung melesatkan tebasan pedang dengan kobaran api raksasa tersebut ke arah Espener. Dan, Espener terkejut ketika Shu melesatkan tebasan pedang ke arahnya.


"A-apa?!!"


"Byasshhh..!!!"


"Buammmmmmmmm...!!!"


Tebasan yang dilesatkan oleh Shu menyebabkan ledakan yang cukup besar. Sehingga menciptakan hembusan angin dengan daya yang cukup kuat. Bahkan, beberapa pasukan Hristov dan pasukan Aliansi yang berada di sekitar ledakan tersebut pun langsung terhempas.


Begitu pula dengan Shu, ia juga ikut terhempas karena tebasan pedang yang dilesatkannya, "Kenapa aku juga ikut terhempas..!!"


BERSAMBUNG