
"Bagaimana kabar dari Kobayashi Squad setelah dulu mereka mencoba mengalahkan Hristov tapi gagal?" Tanya Qyuqyu dengan nada mengejek.
"Cih, siapa kau? Bahkan sebagai seorang musuh, aku saja tak mengenalmu.." ucap Kobayashi.
"Nani?! Mau menantangku ya?!" Teriak Qyuqyu.
Yoshino melesat ke arah Qyuqyu dan langsung mencoba menyerang Qyuqyu dengan pedangnya."Batssssssss!!!"
"Cih, serangan kejutan lagi ya.." ucap Qyuqyu, kemudian ia menarik pedangnya dan menangkis serangan Yoshino."Kau kira kau bisa melakukan hal sama dua kali hah?!!"
"Hei Kobayashi, sepertinya kau punya dendam dengan orang itu, kau boleh menghajarnya, lakukan saja sepuasnya!!" Ucap Yoshino sambil tersenyum pede.
"Cih, jangan seolah-olah kau pemimpinnya, Yoshino! Disinilah, aku pemimpinnya.." ucap Kobayashi yang sudah bersiap menyerang maupun bertahan.
"Hei Useless Knight bodoh, kau tak pantas dijuluki sebagai seorang Knight, karena akulah satu-satunya Knight yang hebat di Hirsley Bulgarian.." ucap Smaucher.
"Bahkan gelar Knightmu lebih payah dariku, bodoh! Mau membuktikan siapa yang terhebat?" Kobayashi mencoba menantang Smaucher.
"Baiklah, akan kuperlihatkan kepadamu bahwa akulah Knight sejati yang sesungguhnya!!!!" Teriak Smaucher.
"Sepertinya Kobayashi yang awalnya tak tertarik melawan mereka akhirnya sekarang dia paling bersemangat saat bertarung, pikirannya memang masih labil.." gumam Yoshino tersenyum ke arah Kobayashi.
"Hei kau lihat ke arah mana, bodoh? Lawan ada di depanmu, kenapa kau memalingkan wajahku ke orang lain???!! Haaa!!!" Teriak Qyuqyu.
"Baiklah, aku akan mengalahkanmu cukup dengan satu pedangku saja, aku tidak mau mengotori pedangku yang lainnya.." ucap Yoshino tersenyum.
Disisi lain, Kobayashi dan Smaucher memulai pertarungannya..
"Rasakan ini, Sword Impact!!!" Kobayashi mencoba menyerang Smaucher dengan pedangnya.
"Huh? Serangannya sudah bisa kutebak, karena aku pengguna Heart-Heart, aku bisa membaca isi hatimu.." ucap Smaucher, kemudian dengan mudahnya ia menghindari serangan Kobayashi. Kemudian, Smaucher mencoba menyerang Kobayashi dengan pedangnya."Maaf aku mengambil kata-kata teknikmu! Sword Impact!!!"
Melihat hal itu, Kobayashi mencoba menghindari serangan pedang Smaucher, tetapi dia sedikit terlambat dan pipinya pun tergores pedang milik Smaucher."sreettt!!"
"Bagaimana? Sudah tahu kan siapa Knight yang sesungguhnya? Masih mau lanjut?" Tanya Smaucher dengan nada meremehkan.
"Huh? Jangan banyak bicara, tipikal orang sepertimu pasti akan menangis di akhir.." ucap Kobayashi sambil mengusap pipinya yang berdarah karena goresan pedang Smaucher.
"Hah? Jangan sombong dulu sialan!!" Teriak Smaucher, kemudian ia melesat ke arah Kobayashi sambil menyerang tanpa arah ke arah Kobayashi."Tornado Sword!!!"
"Batssssssss!!! Batssssssss!!! Batssssssss!!!"
"Trankk!! Trankk!!! Trankk!!!"
Kobayashi menghindari serangannya sambil menangkis serangan Smaucher."Cih, serangannya cepat sekali, bahkan aku tidak sempat menyerangnya, apa dia terus menyerangku agar aku tidak punya kesempatan untuk menang?!!"
"Syatttsss!!! Syatttsss!! Syaasttttt!!!" Lengan, kaki, dada Kobayashi terkena goresan pedang milik Smaucher.
"Uaghhh!! S-sialan!!!" Teriak Kobayashi yang terkena serangan pedang milik Schamaucher.
"Rasakan itu!! Kau takkan bisa menyaingi ku dalam hal berpedang!!! Hyaaaaaaa!!!" Teriak Smaucher.
Kemudian Kobayashi pun terpental dan menabrak sebuah rumah."Bruakkkk!!!!"
"Uaghhh!!!!" Kobayashi merintih kesakitan setelah menabrak sebuah rumah akibat serangan Smaucher.
"Tap.. tap.. tap.." Smaucher berjalan mendekati Kobayashi."Hei, bodoh! Kau sudah menyerah? Apa segitu saja kemampuanmu, bodoh?!!" Lanjutnya.
Kobayashi pun mencoba berdiri dan berkata."Ya, aku takkan kalah semudah itu, aku adalah Chu Useless Knight, Kobayashi!!!" Kemudian Kobayashi menatap Smaucher.
"Angkat pedangmu lagi, aku akan mengalahkanmu secara terhormat, Kobayashi.." ucap Smaucher.
Kemudian, di mata Kobayashi, Suasana di sekitar berubah menjadi di sebuah Stadion dengan ribuan orang penonton, dimana Kobayashi dan Smaucher berada di arena di tengah-tengahnya..
"Wow, ini adalah impianku. Semua orang mendukungku, menyorakiku.." ucap Kobayashi yang menghalusinasikan sebuah suasana di dalam stadion dengan banyak orang-orang yang menyorakinya dan mendukungnya.
"Kobayashi-sama!!!"
"Kau pasti menang!!!"
Begitulah teriakan-teriakan para penonton dalam pikiran Kobayashi.
"Ya, aku pasti menang, aku takkan mengecewakan para penggemarku. Itu adalah teriakan-teriakan dukungan yang diberikan kepadaku.." ucap Kobayashi.
Melihat keanehan Kobayashi, Smaucher pun kebingungan dengan apa yang dibicarakannya."Hei-hei? Kau sedang melamun atau bagaimana? Teriakan para penonton? Impian? Bangunlah bodoh, sekarang kau berada diambang kekalahanmu!!"
Yoshino melirik ke arah Kobayashi, ia juga heran kenapa Kobayashi melamun di tengah-tengah pertarungan begini."Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Melamun di tengah-tengah pertarungan seperti ini?" Batin Yoshino.
"Hoi!! Kau lagi-lagi memalingkan wajahmu ke arah lain!! Rasakan ini!!" Qyuqyu langsung menyerang Yoshino tanpa sedikit ampun.
"Black Lotus : Ignite!!!" Yoshino langsung menebas pedang Qyuqyu dan membuat pedangnya langsung patah.
"Huaaaaaaa!! Kau mematahkan pedangku!!! Sialan!!" Teriak Qyuqyu.
"Untuk mengalahkanku, kau perlu seratus tahun lagi agar kau bisa mengalahkanku, sialan.." ucap Yoshino.
Kembali disisi Kobayashi yang sedang mengayalkan sesuatu..
"Lautan penonton yang mendukungku itu, cahaya-cahaya yang menerangiku ini, di depanku adalah lawanku, selangkah lagi aku akan memenangkan pertandingan final ini dan menjadi juara.." ucap Kobayashi.
"Hoi!!! Apa yang kau maksud dari pertandingan final?! Dan juara?!! Wii bangunlah dari halusinasimu brengsek!!!" Teriak Smaucher.
"Kobayashi-sama!!!"
"Kobayashi-sama!!!"
"Kobayashi-sama!!!"
"Benar, teriakan itu menggema terus-terusan di telingaku, dan benar disini akulah tokoh utamanya.." ucap Kobayashi.
"Sialan, kau meremehkan ku ya!! Kalau begitu aku akan menyerangku!! Rasakan ini, Over Power Sword!!!" Tanpa menghiraukan Kobayashi yang masih mengkhayalkan sesuatu, Smaucher langsung saja melesat ke arah Kobayashi dan mencoba menyerang Kobayashi.
Kobayashi menghela nafasnya, dari mulutnya keluar sedikit asap."Thunder Sword!!!" Dengan sangat cepat Kobayashi menyerang balik Smaucher yang hendak menyerangnya.
"Battsssss!!! Batssssssss!! Batssssssss!!!" Dengan gerakan yang sangat cepat, Kobayashi menari-nari sambil melesatkan serangan pedang ke arah Smaucher.
Dalam sekejap Smaucher terkena serangan Kobayashi,"Uaghhh!! Aku tahu dia akan menyerang kemana, aku bisa membaca isi hatinya!! Tapi, ini terlalu cepat bahkan aku tidak bisa menghindarinya!!!"
Pipi, dahi, kedua lengan, kedua kaki, perut, punggung Smaucher terkena serangan pedang Kobayashi."Batssssssss!!! Batssssssss!! Batssssssss!!!"
Kemudian Smaucher pun terpental."Uaghhhh!!!" Kemudian Smaucher menabrak beberapa benda yang berada dipinggir jalan."Brakk!! Bruakkk!! Bruakkk!"
"Kau berhasil, Kobayashi-sama!!"
"Kau adalah juara nya!!!"
"Kau hebat, Kobayashi-sama!!"
Itu adalah teriakan-teriakan yang berada dalam khayalan Kobayashi..
"Ya, aku juaranya!!! Aku pemenangnya!!! Akulahsang penyelamat!! Dan akulah sang pahlawan!!!" Teriak Kobayashi dengan penuh semangat.
Beberapa saat kemudian, Kobayashi sadar dari khayalannya dan melihat sebuah tebasan pedang sedang mengarah ke arahnya, dia pun terkejut dan berteriak."Huaaaaaaa!!!!!"
Tetapi dengan sigap, Yoshino langsung menangkis tebasan pedang yang mengarah ke Kobayashi."Hei, Kobayashi, entah apa yang terjadi padamu, barusan kau melakukan serangan yang keren, tapi barusan kau seperti mengkhayalkan sesuatu.."
"Eh? Kok aku berada disini? Bukannya aku berada di sebuah stadion dengan lautan penonton yang mendukungku ya?" Kobayashi menoleh sana-sini untuk memastikan.
"Cih, ternyata kau memang sedang mengkhayal ya, tapi sepertinya khayalanku cukup berguna.." ucap Yoshino tersenyum ke arah Kobayashi.
"Sialan!!! Kenapa kau ikut campur dan menangkis seranganku sialan!!" Teriak Smaucher dengan penuh luka goresan pedang di tubuhnya."Aku akan membalasmu dua kali lipat Kobayashi!!!!" Lanjutnya.
"Hei, sampah! Lihatlah temanmu.." ucap Yoshino.
"Na-nani?!!!" Smaucher terkejut bahwa Qyuqyu sekarang terkapar di jalanan karena sudah dikalahkan oleh Yoshino.
Bersambung.....