Cosplay

Cosplay
Chapter 355 - Emperor's Eyes



Puluhan akar tua yang muncul dari dalam tanah membentuk sebuah pohon raksasa setinggi 250 meter menjulang ke langit. Sekilas, terlihat Izumi, Hozuki, Arata, dan Shoba yang terduduk diam di dekat munculnya pohon raksasa itu dengan memasang tatapan terkejut.


"H-hampir saja. Sepersekian detik saja aku telat menghindar, bisa-bisa diriku menyatu dengan pohon raksasa yang entah darimana munculnya ini." ucap Arata.


"Jangan-jangan ini adalah salah satu dari teknik Emperor's Eyes milik Oblaudr? Benar-benar sangat mengerikan.." ucap Hozuki.


"Sial. Dia begitu kuat. Tetapi kita tetap harus mengalahkannya bagaimanapun caranya. Kalau tidak, kita akan benar-benar berakhir di tempat ini. Aku tak mau hal itu terjadi.." ucap Izumi.


"Kita harus segera mengalahkannya. Aku sangat khawatir dengan keadaan Shion. Musuh-musuh lain pasti sedang mengejarnya untuk mengambil Shion kembali." ucap Shoba.


Arata, Shoba, Izumi, dan Hozuki pun mencoba untuk berdiri kembali. Mereka benar-benar kesal dan ingin mengalahkan Oblaudr sesegera mungkin, namun apakah para Generasi closer ini benar-benar bisa melakukannya?


Disisi lain, tatapan Oblaudr semakin tajam lalu membentuk sebuah segel tangan, "Emperor's Eyes : Ultimate.." Dan tiba-tiba pohon raksasa yang baru saja ia ciptakan bergetar hebat disertai dengan munculnya suara aneh dari pohon tersebut.


"!!!!!" Izumi, Hozuki, Arata, dan Shoba yang masih berada didekat pohon raksasa itu pun terkejut dan mencoba untuk menghindar. Akan tetapi, tubuh mereka tiba-tiba tidak bisa digerakkan sama sekali.


"A-apa?! Kenapa tubuhku tidak mau bergerak?!"


"Tentu saja kalian sudah terkena efek dari kekuatan Emperor's Eyes ku. Sekarang, tamatlah riwayat kalian semua, para generasi Closer!!!" ucap Oblaudr.


"G-gawat..!!"


Pohon raksasa itu mengeluarkan sinar cahaya putih yang menyilaukan, selang beberapa detik, pohon raksasa tersebut pun menciptakan ledakan yang luar biasa, "Duarrrrr!!!!" Bahkan burung-burung yang sedang terbang diudara hancur begitu saja ketika ledakan itu terjadi.


Ledakan yang besar itu terdengar sampai ke beberapa daerah di pulau Lunar. Guncangan yang begitu hebat selama beberapa detik akibat ledakan dahsyat tersebut. Bahkan Killa dan Vika yang saat ini sedang bersama Shion pun sekilas sedikit terpental karena dampak dari ledakan itu, meski jarak mereka bertiga dengan Oblaudr saat ini berjarak cukup jauh.


"Aku merasakan firasat buruk terhadap Izumi dan yang lainnya mengenai ledakan ini?! Killa, apakah kita harus kembali untuk membantu mereka?!" tanya Vika.


"Tidak. Kita harus tetap pergi. Kita mungkin akan menjadi beban bila ikut bertarung bersama mereka. Kita harus percaya pada Izumi dan yang lainnya, mereka pasti berhasil." ucap Killa.


"Shoba-kun.." Shion berhenti dari larinya. Ia memasang tatapan kosong.


Namun, Killa dan Vika langsung meraih tangan Shion dan berkata secara serentak, "Percayalah, mereka pasti menang!!"


~


Ledakan yang besar itu akhirnya sudah benar-benar berhenti. Terlihat dipenuhi dengan kepulan asap yang tebal ditempat pohon raksasa itu meledak berada. Lalu, bagaimana nasib para Generasi Closer sekarang?


Disisi lain, Oblaudr berada didalam sebuah Shield Ball untuk melindungi dirinya dari dampak ledakan pohon raksasa tersebut. Beberapa saat kemudian, Oblaudr memecahkan Shield Ball itu sembari tersenyum licik menyeringai.


Disaat bersamaan pula, kepulan asap tebal itu mulai menghilang dan perlahan terlihat para Generasi Closer. Shoba yang terbaring pingsan diatas tumpukan potongan batang kayu dari pohon raksasa itu dengan luka disekujur tubuhnya, lalu Arata yang sebagian tubuhnya dari perut sampai kaki tertimbun beberapa potongan batang kayu. Lalu, Izumi dan Hozuki yang terbaring pingsan dengan posisi saling bersebelahan.


Oblaudr terkejut karena masih merasakan detak jantung pada para Generasi Closer itu, ia benar-benar tak percaya bahwa mereka masih hidup setelah terkena ledakan besar dari pohon raksasa tersebut.


"Mereka benar-benar monster. Serangan sebesar itu tidak bisa membuatnya mati. Sepertinya aku harus benar-benar membunuhnya dengan tanganku sendiri." ucap Oblaudr.


"Akh.." Terdengar suara rintihan kesakitan dari Arata. Dari keempat Generasi Closer, terlihat hanya dia seorang yang masih berada dalam keadaan sadar, "S-sialan.."


Oblaudr yang menyadari hal itu pun langsung berjalan mendekat ke arah Arata sembari mengatakan, "Wah-wah, tak kusangka kau masih hidup, Arata Kobayakawa. Ketiga temanmu itu sudah tak sadarkan diri, lantas mengapa dirimu masih saja sadar?"


Arata yang masih tertimbun beberapa tumpukan potongan kayu pun menatap sinis Oblaudr yang sedang berjalan ke arahnya, "Jangan sombong dulu... sebentar lagi aku akan segera mengalahkanmu... meski aku harus bertarung melawanmu sendirian.." ucap Arata.


Oblaudr pun menginjakkan salah satu kakinya keatas kepala Arata, "Kenapa kau masih bersikap sombong dengan posisimu yang tak menguntungkan seperti ini? Apa kau berniat mati secara tragis?" Oblaudr pun mengangkat kakinya dari kepala Arata.


"Ya.. meski aku mati, aku tetap akan membunuhmu. Bagaimanapun caranya!!!" teriak Arata.


"Akan kuberitahu satu hal kepadamu bahwa, kau sama sekali tak bisa mengalahkan kekuatan dari Emperor's Eyes ku ini. Bahkan Aku bisa menghancurkan beberapa kapal Angkatan Laut dalam sekejap." ucap Oblaudr.


"Diam, bodoh!!!"


"Ya.. aku takkan berlama-lama lagi bermain dengan kalian para sampah ini. Aku akan menyelesaikannya sesegera mungkin." Oblaudr pun mengambil sebuah kayu dengan ujung lancip yang tergeletak ditanah, "Apa kau ada kata-kata terakhir, Arata Kobayakawa? Karena kau adalah orang pertama dari Generasi Closer yang akan kubunuh.."


"Aku akan tetap mengalahkanmu. Meski harus mengorbankan nyawaku sendiri. Jadi, bersiaplah Oblaudr." ucap Arata sembari tersenyum licik.


"Cih, kau memang keras kepala. Padahal sudah kuberi kesempatan mengatakan kata-kata terakhir untuk orang terdekat atau siapapun juga boleh, tapi kau malah menyia-nyiakan nya begitu saja." Oblaudr mulai mengangkat kayu tajam itu ke atas dan bersiap menghunuskannya tepat ke jantung Arata.


Tiba-tiba, diatas langit terlihat Kenzou dengan mode manusia setengah burung Phoenix nya langsung terbang melesat ke arah Oblaudr dan menendangnya, "Phoenix Kick!!!"


Oblaudr pun spontan menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tendangan Kenzou. Dia juga sedikit terpental kebelakang karena tendangan Kenzou yang cukup kuat tersebut.


"Yo.. Oblaudr. Akhirnya kita bertemu sejak kejadian itu ya. Saat itu kau benar-benar menghajarku tanpa ampun ya. Namun, kali ini berbeda, aku sudah meningkatkan kekuatanku, jadi berhati-hatilah, Oblaudr.." ucap Kenzou yang berubah kedalam bentuk manusia normalnya.


"Seorang pria dengan kekuatan langka burung Phoenix, apa aku benar-benar pernah mengenal dirimu? Sayang sekali, aku tidak bisa mengingat wajah orang yang lemah.." ucap Oblaudr.


B E R S A M B U N G