Cosplay

Cosplay
Chapter 253 - Tempat Kapal Berlabuh.



Disisi sekitaran Lautan yang begitu sejuk, bahkan angin tidak terlalu menganggu dan matahari begitu wah saat bersinar, tampaknya ini adalah hari yang bagus, ditambahi juga dengan kemenangan mereka mengalahkan Hristov dan anakbuahnya.


"..... Coba ceritakan aku, siapa diriku ini, kemana aku berlabuh, sekarang aku dimana?"


"Baru bangun tidur jadi wajar bakalan gila, maklum si Izumi habis mimpi makan yang enak-enak, makannya dia bisa nyanyi pas abis bangun..." ucap Yoshino.


"This is not benar, my perut memang benar is lapar, tetapi i am not crazy, karena aku habis bermimpi sedang bernyanyi dan menari dan kemudian dapat hadiah sepuluh ton Pizza-hut!!" Seru Izumi bersemangat. Kemudian dia mengambil kertas yang bergambar Pizza, "Nich, aku mimpi ini, berbagi bersama di Pizza-Hut!!" Serunya lagi, si Izumi selalu bersemangat soal Pizza.


"Pissa itu selalu kamu banggakan, padahal di acara lomba makan besar, pipi mereka membengkak karena terlalu banyak memakan pizza.." ucap Mayonaka, dia berjalan kearah Izumi sembari membawa kotak yang berisi Pizza. "Nih, makanan andalanmu.." sambung Mayonaka yang kemudian memberikan kotak berisi Pizza tersebut kepada Izumi.


Izumi tanpa kompromi langsung sekejap saja itu sudah berpindah ketangannya, dan lalu dengan cepat ia mengambil sepotong, dan sepotong tersebut menghilang dari muka bumi dan kehilangan eksistensi karena langsung dimakan, dikunyah, dan tenggelam.


"Pizza itu seperti Bajak Laut, mereka datang berkumpul dengan bahan-bahan sebelum jadi, dan kemudian disatukan menjadi kru, membentuk kebersamaan yang indah, dan lalu masuk kedalam kapal berbentuk kotak, berpetualangan dari tangan ke tangan, dan kemudian petulangan mereka berakhir dimakan oleh monster... dan monster itu adalah Manusia...." ucap Izumi, "Meskipun bagaimanapun Manusia itu disebut, tetapi Pizza adalah keindahan yang harus dimakan, jika tidak ada Pizza, aku tidak akan merasakan adventure yang menegangkan!!"


"Duh... mentang-mentang sudah menang, kini bisa santai karena bisa kalahin si Musuh berkemampuan operpower, bisa mempaused gerakan seseorang dalan 3 detik cukup menakutkan.." ucap Daviderstorm.


"Bukan kita yang menang, tapi aliansi, dan ngomong-ngomong kemana aliansi kita ya, apakah mereka berlabuh ketempat lain?" Vika nampak penasaran sembari memberikan ucapan yang dipenuhi pertanyaan.


"Kurasa begitu..." ucap Yoshino.


Kawasan Pesisir Pantai Selatan Lose Control, Pulau Chou.


"..... This is the end..." ucap Lost Melody, dia nampak terkejut.


"K-kenapa, M-melody-san?" tanya si Ezeqia.


"Iyanih..." ucap Lost Heaven.


"This is the end, Lost Saga sudah ditutup, Gamenya sudah berakhir, kupastikan Ketua Lost Saga akan sangat terpukul mendengar kabar soal game favoritnya ini!!!" Seru Melody dengan sedikit cemas, "Mungkin penyebab ketua Lost Saga afk di pertempuran ini karena dia sedang pudung di pojokan akibat game favoritnya sudah tutup..."


"Coba kau lihat itu tanggal berapa, dan ini sudah bulan berapa, kau terlalu tidak teliti, di edisi terbaru koran, Lost Saga hanya pindah studio game... mungkin Lost Saga-Taichou tidak bersedih soal gamenya di tutup, tapi dia bersedih karena akunnya yang udah di giveaway ga bisa kembali karena Lost Saga ngeprank..." balas Lost Heaven.


"Nah loh?"


"Game Lost Saga kembali lagi dengan edisi beda studio, dan akun yang sebelumnya ada di server sebelumnya bakalan bisa kamu mainkan di server terbaru, dan inilah penyebab Lost Saga afk karena dia terkena prank oleh pihak Lost Saga sendiri.." sambung Heaven.


Aliansi mereka sudah berpisah-pisah dan akan berjalan sendiri-sendiri, karena mau bagaimanapun kehidupan, meskipun itu membosankan, akan lebih membosankan jika hidup tanpa adventure.


Kemana kapal mereka berlabuh, adalah akibat dari sang pengemudi, dan kemana mereka berlabuh, adalah pertunjukan arah dari Lost Compass yang menunjukkan arah mana yang akan mereka tuju.


".... Kita akan ke atas langit?" Heaven nampak terkejut.


"Lost Compass mengarah keatas... apakah di atas langit ada tempat tersembunyi, Sanctuary no Kirameki?"


"Ini Bajak Laut, mana ada Saint Seiya disini!!" Bentak Ezeqia.


"Kita akan kemana? kemana kapal kita akan berlabuh, dan kita akan beraksi bagaimana, haruskah kita ikutan event nasional?"


"Tidak, Kobayashi Squad adalah squad tak terkenal, dan kita bukan bajak laut, mau bagaimanapun kita berlabuh, mereka Angkatan Laut takkan mengenali kita... karena kapal kita bukanlah kapal bajak laut..." ucap Miū.


"Ya.." sambung Mikukawa.


"Yoi..." sambung Kikukawa.


"A-akhirnya, Hrisley Bulgarian sudah kehilangan penjajah, Chū-kun, pasukan kalian hebat.." ucap Arise yang terharu.


"Sekarang, kemanapun kau akan pergi, aku akan disini, dan jika kamu ingin pulang, aku akan ikut, kemanapun kau melangkah, aku akan ada di belakang, dan setiap kau menangis, aku akan is here untukmu, dan jika kamu ingin turun, aku akan ikut, dan kemudian jika kau ingin tinggal, aku takkan pergi, katakan saja, kau akan pergi bersama skuad atau tidak? jika tidak, aku akan bersamamu..."


"Heh?"


"Keseriusan Chū sudah datang, kau jangan heh, dan jangan huh, atau pura-pura terkejut, kau sudah mendengar ucapanku, dan kemudian melihatku penuh keringat kecemasan karena mengatakan ini, jadi kemana kau akan pergi?"


"Kerumah.."


"Baiklah, dimana tempatmu pulang, adalah tempat dimana orang-orang memikirkanmu, dan mereka di Hrisley, selalu ingin melihatmu..."


"Ya!!"


Balasan singkat Arise adalah cerminan bagaimana Pria Jomblo yang nak pedekate lewat peshbuk ngetik panjang, malah dibalas singkat sama seseorang yang ia dekati.


"Dia mirip dengan akun feshbuk Arise Wildenburgher yang pernah kuchat saat menggunakan peshbuk bernama Koubayashiu Chuuho.." ucap Chū dalam hati.


"Chū-kun..."


"Huh?"


"Turun, and follow me..:


"Ok..."


Pada akhirnya Chū tidak akan pergi bersama dengan Skuad, karena dia lebih menyukai bersama dengan Arise daripada dengan skuad yang ramai...


"Aku akan selalu ada untukmu, Ima, Soko ni Iru Boku, seperti Shu yang menyelamatkan gadis Dystophian, aku akan seperti itu...."


Kemana kapal berlabuh, tergantung mereka inginnya kemana, tergantung kepada lautan, dan tergantung kepada kekuatan, kemana kapal mereka berlabuh, adalah penuh dengan misteri, karena mereka tidak menetapkan tujuan, tanpa sadar, kapal mereka memasuki area yang ramai, seperti itulah kemana kapal mereka berlabuh.


B E R S A M B U N G