
Shovkovskiy yang berhasil naik keatas kapal Bajak Laut Cosplay pun berhasil memberi luka tebasan sabit kepada Yoshino dan juga Davidestorm hingga membuatnya berdarah-darah. Dan saat ini, Shovkovskiy berniat untuk menyerang Killa yang saat ini sedang memegang kemudi kapal. Namun Vika berdiri tepat dihadapan Shovkovskiy untuk menahan agar ia tidak melukai Killa.
"..... Meskipun kau berhasil melukai kedua rekan kami yang bodoh itu, tapi takkan kubiarkan kau menyentuh Killa." ucap Vika yang menodongkan belatinya ke arah Shovkovskiy.
"Omong kosong. Sebenarnya aku masih ingin bermain-main dengan kalian, tapi kami ditugaskan untuk menangkap kalian dalam kondisi hidup ataupun mati. Jadi, aku takkan segan-segan... untuk membunuh kalian!!!" Shovkovskiy pun langsung bergerak ke arah Vika.
"Vika!!!" teriak Killa.
Vika mencoba menyerang Shovkovskiy ketika sedang bergerak ke arahnya. Namun, dengan cepat Shovkovskiy menangkis dan membuat belati yang digenggam Vika terpental ke lantai, "Tamatlah riwayatmu!!!" Dengan niat membunuh yang cukup tinggi, Shovkovskiy langsung mengangkat sabitnya keatas menggunakan kedua tangannya, lalu menebaskannya ke arah Vika.
"Ga-gawat-" Vika panik.
Sepersekian detik sebelum Sabit yang ditebaskan Shovkovskiy mengenai Vika. Tiba-tiba lantai kapal yang dipijak oleh Shovkovskiy diselimuti es dan membuat dirinya membeku.
"Es?" ucap Vika.
"Izumi!!!" teriak Killa.
Sekilas, terlihat Izumi yang sudah bangkit tengah berdiri tepat dibelakang Shovkovskiy. Dengan nada dingin, Izumi pun berkata sembari memasukkan kedua telapak tangannya kedalam saku celananya, "Oey, sabitmu ini sangat berbahaya bila tadi berhasil melukai Vika. Bahkan aku merasa kau tidak hanya berniat melukainya saja, tapi juga membunuhnya.."
Kemudian, Yoshino dan Davidestorm pun yang terluka pun berjalan mendekat ke arah Izumi berada.
"Yo, Kapten." ucap Yoshino.
"Oey, Yoshino, Davidestorm. Kenapa kalian sampai terluka begini?" tanya Izumi.
"Maafkan aku, Izumi. Aku lengah dan mengakibatnya sesuatu yang fatal kali ini. Tapi syukurlah kau telah bangkit kembali, Izumi!!" ucap Yoshino sembari tersenyum bersemangat.
"Krakkk!!!" Es yang membuat tubuh Shovkovskiy membeku pun retak, dan akhirnya ia bisa terbebas kembali.
"..... Izumi Hirosuke.. Mungkin dengan aku memenggal kepalamu dan membawanya ke tuan Oblaudr, bisa aja hal itu membuatku naik pangkat-" ucap Shovkovskiy.
"Buaghhhhh!!!!" Tanpa basa-basi, Izumi pun langsung memukul Shovkovskiy dengan pukulan es nya, "Ice-Ice No Elephant Hits!!!" Serangan kejutan Izumi itu tak bisa dihindari oleh Shovkovskiy dan membuatnya harus terpental kebelakang cukup jauh hingga tercebur ke lautan.
"Uaghhh!!! Sialan kau, Izumi!!!"
"Byurrrr!!!!"
"Maafkan aku, semuanya!!! Aku sudah kembali!! Jadi, Killa!!! Cepat kemudikan kapal ini sekuat tenaga!!! Untuk saat ini kita memang belum bisa untuk mengalahkannya, tapi suatu saat kita balas untuk mengalahkan Serikat Lunarian!!" perintah Izumi dengan tegas.
"Ya.." jawab Killa sembari tersenyum bersemangat.
~
Saat ini Krish masih berdiri di udara tepat dihadapan kapal Bajak Laut Shobasoap dengan senjata Sabitnya yang ia sandarkan pada pundaknya. Krish tampak tersenyum menyeringai menatap seluruh anggota kru Bajak Laut Shobasoap.
"Oey, kalian jangan bermimpi bisa keluar dari wilayah Lunarian. Itu benar-benar sangat mustahil.. Dan sekarang? Lihatlah!! Kapal armada yang berada dibelakang kalian, kini sudah mempercepat lajunya dan akan menghadang kalian dari depan lagi..!!!" ucap Krish.
"Apa?!" Shoba pun langsung melihat sekeliling area dan benar-benar tak menyangka bahwa ada beberapa kapal armada besar Serikat Lunarian melewati kapalnya begitu saja, lalu berhenti tepat 25 meter dihadapan kapalnya.
"..... Boss Kapten!! Ini gawat!!! Kapal Serikat Lunarian sudah berada di depan kita lagi!!! Apa yang harus kita lakukan sekarang?!!" teriak Akamaru.
"Siap, Kapten!!!"
Beberapa kru Shobasoap pun langsung mengarahkan meriam ke arah beberapa kapal armada besar Serikat Lunarian yang berada di depan lalu menembakkannya, "Duamm!! Duamm!! Duamm!!!"
Kala itu Suiryu yang berada dikapal armada besar dengan ujung kapal berbentuk kepala Singa, ia pun melihat beberapa meriam melesat ke arah kapalnya, "Omoshiroi..!!" Suiryu pun langsung mengubah kedua lengannya menjadi puluhan ular yang panjang, kemudian ular-ular itu langsung menangkap beberapa meriam begitu saja.
"Sial..!! Manusia ular itu berhasil menghentikan meriam kita begitu saja!!" ucap Shinmaru.
"..... Cih!!! Sialan, situasi kami benar-benar sangat mengkhawatirkan!!!" ucap Shoba.
"Bagaimana, Shoba? Apa kau sudah menyerah begitu saja?" ejek Shoba.
"Huh? Bicara apa kau ini? Mana mungkin kan aku menyerah dan mati konyol ditempat ini? Jangan bicara seenaknya, dasar manusia rendahan.." ucap Shoba.
"Manusia rendahan, katamu? Apa kau sudah bercermin sebelum mengeluarkan kata-kata tersebut?" tanya Krish.
"Soap Gun!!!" Shoba pun menembakkan beberapa batang sabun ke arah Krish berada. Akan tetapi, semua serangan Shoba tersebut berhasil dihindari Krish dengan mudah, "Sialan, semua seranganku berhasil dihindarinya. Aku juga tidak bisa menggunakan kekuatan besar untuk menghadapinya, staminaku belum pulih sepenuhnya.."
"..... Shoba, sepertinya kita sedang kesulitan, ya?" Arata berjalan mendekat dan berdiri disebelah Shoba, "Padahal banyak kapal disini sangat menguntungkan bagi kekuatanku..-"
"Ya cepat gunakan kekuatanmu, Bakarata!! Katanya kekuatanmu sangat diuntungkan karena banyak kapal disini!! Kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu daritadi, bodoh?!!" bentak Shoba.
"Ah, tapi sayang sekali, Shoba. Menggunakan kekuatanku harus menguras banyak stamina, efek dari pertarungan melawan Oblaudr harus membuatku tidak bisa menggunakan kekuatan sama sekali.." ucap Arata.
"Cih.."
Krish pun turun dan berpijak diatas kapal Bajak Laut Shobasoap, "Bagaimana kalau aku menggunakan kekuatan penuhku untuk menghancurkan kapalmu ini, Shoba? Kalau kapalmu hancur, kau takkan bisa kabur kemanapun, ya kan Shoba?" tanya Krish.
"Takkan kubiarkan kau-" ucap Shoba.
Tiba-tiba Krish berlari ke arah Shoba dengan sabit nya yang diselimuti sebuah energi berwarna merah, ia juga bersiap-siap menyerang Shoba dan Arata dari jarak dekat, "Dua Generasi Closer akan segera tumbang ditanganku, enyahlah kalian!!!"
Dalam sekejap, sebuah lubang hitam yang merupakan gerbang dimensi pun muncul didekat Arata dan Shoba. Dan secara mengejutkan Lucia keluar dari lubang hitam tersebut dan menebas dada Krish dengan pedangnya sebelum Krish itu sendiri berhasil menyerang Shoba dan Arata, "Batsss!!!!"
"Uaghhhh!!!!"
"Jangan berani-berani menyentuh Kapten Shoba, sialan!!!" teriak Lucia.
"Uaghhh!! K-kau datang darimana?!" Krish pun berteriak merintih kesakitan setelah terkena tebasan pedang Lucia tepat didadanya, lalu ia melihat sekilas lubang hitam yang muncul didekat mereka, "Lubang hitam? Jangan-jangan ini ulah Lucian?"
"Lucia!!!!" Semua anggota kru Shobasoap pun terkejut dengan kehadiran Lucia yang muncul diatas kapal dan langsung memberikan serangan kejutan terhadap Krish.
Setelah menebas Krish, Lucia pun dengan cepat langsung menendang Krish keluar dari kapalnya hingga terjatuh kelaut, "Byurr!!"
"Maafkan aku, semua!! Aku terlambat!!" ucap Lucia sembari tersenyum bersemangat.
B E R S A M B U N G