
Digaris depan, terlihat Yoshino yang sedang bertarung melawan Zach, Izumi melawan Elen, dan Shu melawan Espener. Ya, mereka bertiga telah bertarung mempertaruhkan nyawa di garis depan. Dan, disaat yang sama. Terlihat Lost Melody dan Ezeqia yang sedang bertarung melawan Pasukan Tim Elite Number Two Bajak Laut Hristov.
Dan, terlihat Melody yang memasang wajah begitu ambisius sembari memegang sebuah lonceng di tangan kanannya. Ia tersenyum menyeringai lalu berkata, "Kalian berlima hanya seorang cecunguk dari Hristov, walaupun pasukan kalian sangat banyak. Tapi, kalau lemah, ya percuma saja."
"Huh? Apa katamu? Lemah? Apa kau tidak lihat posisimu sekarang saat ini?" tanya Antonin sambil memiringkan kepalanya. Ia masih menodongkan pistolnya ke arah Melody dan Ezeqia.
Tak berselang lama, Antonin pun menarik pelatuk dari pistolnya dan menembakkannya ke arah Melody, "Dorrr..!!!"
Peluru dari pistol Antonin pun melesat cepat ke arah Melody. Akan tetapi, selang beberapa detik setelah ditembakkan, peluru tersebut menghilang. Melihat hal tersebut, sontak membuat Ezeqia terkejut.
"Apa?! Menghilang?!"
Namun, berbeda dengan Ezeqia, kini Melody masih terlihat santai saja ketika melihat peluru yang melesat ke arahnya tiba-tiba menghilang. Lalu, ia pun berkata, "Ezeqia, tenang saja."
"Ting..!!"
Melody pun sedikit menggoyangkan lonceng yang ia pegang, dan tak berselang lama, lonceng tersebut menciptakan sebuah gelombang suara yang amat bising. Dan seketika, peluru yang melesat ke arah Melody tiba-tiba terlihat kembali dan meledak.
"Duaarrrrr...!!"
Ezeqia pun sedikit kebingungan dengan peluru yang baru saja menghilang tiba-tiba muncul kembali, ia begitu terheran-heran dengan apa yang terjadi dengan peluru tersebut. Lalu, Ezeqia pun bertanya pada Melody, "Apa? Kenapa peluru yang menghilang itu tiba-tiba muncul dan meledak?"
"Menurut analisisku, pelurunya mempunyai kekuatan yang di desain khusus, peluru itu ketika ditembakkan bisa menghilang dan berguna untuk membingungkan lawannya." ucap Melody.
"Jadi begitu ya." jawab singkat Ezeqia.
Namun, Antonin begitu kesal, ketika melihat peluru dari tembakan pistolnya berhasil dipatahkan dengan mudah oleh Melody. Lalu, ia pun cukup geram oleh hal itu dan berkata, "Sialan..!! Kenapa kau bisa tahu tentang senjataku ini..!!"
Disisi lain, tanpa basa-basi, Michael pun langsung berlari mendekat ke arah Ezeqia dan Melody dan mencoba menyerangnya menggunakan senjata double stiknya.
"Wacau..!! Rasakan ini..!!"
Michael melesatkan serangan yang cukup brutal menggunakan senjata double sticknya. Ia menyerang secara membabi buta tanpa menghiraukan kawan maupun lawan.
Dan, Ezeqia mencoba untuk menangkis serangan double stik milik Michael dengan pedangnya. Akan tetapi, gerakan Michael begitu cepat dan membuat Ezeqia terkena serangan double stik dibagian lengan kanan dan kaki kanannya hingga memerah.
"Cih..!!" Ezeqia pun melakukan tebasan sembari gerakan memutar untuk menyerang balik Michael, "Batss..!!"
Akan tetapi, dengan sigap, Michael pun langsung melompat salto beberapa langkah kebelakang. Setelah itu, ia pun melompat-lompat di tempat dan sedikit meniru gaya Bruce Lee. Ya, Bruce Lee adalah tokoh favorit Michael yang sering dia tonton.
"Eitss, kau kira bisa menyerangku dengan mudah?!" ucap Michael dengan begitu percaya diri.
"Hei..!! Antonin, Michael, kenapa kalian mendahuluiku untuk menyerang mereka berdua..!!" ucap Ovaltine dengan raut wajah begitu bersemangat, walaupun dirinya sedikit merasa kesal.
Setelah itu, Ovaltine pun langsung melemparkan bola tersebut ke atas dengan pelan. Lalu, ia pun langsung memukul bola tersebut ke arah berlawanan dari tempat Melody berada, "Tyess..!!"
Akan tetapi, ketika Ovaltine memukul bola tersebut ke arah berlawanan, tiba-tiba arah lesatan bola tersebut berubah dan melesat ke arah Melody dengan begitu cepat.
"Ting..!!"
Melody kembali menggoyangkan loncengnya dan membuat sebuah gelombang suara bising yang cukup kuat. Dan, gelombang suara tersebut berhasil menahan bola pukulan Ovaltine dan kembali ke arahnya.
Dengan sigap, Ovaltine pun menangkap kembali bola miliknya tersebut, ia terkejut ketika melihat kekuatan dari Melody yang cukup merepotkan.
Ovaltine, kekuatannya cukup unik, ia bisa memukul bola dengan menggunakan raket nyamuk miliknya, ketika Ovaltine memukul ke arah kanan, maka bola yang ia pukul akan mengarah ke kiri. Intinya, sesuatu yang ia pukul menggunakan raketnya, akan melesat ke arah yang berlawanan.
"Cuih..!! Kekuatan dari loncengmu benar-benar merepotkan, seolah-olah itu menjadi sebuah pertahanan yang cukup menyebalkan..!!" teriak Ovaltine.
"Lagi-lagi kekuatan yang cukup aneh. Baru kali ini, aku melihat musuh dengan kekuatan yang cukup unik." ucap Melody dengan nada pelan.
Dan secara mengejutkan, terlihat Kheel yang melompat ke arah Melody dan mencoba untuk menendangnya, "Rasakan ini, Eagle Shot..!!"
Melody cukup terkejut dan tak menyadari bahwa Kheel sudah melompat ke arahnya dan mencoba untuk menendangnya. Ketika Melody hendak menggoyangkan loncengnya kembali, dengan cepat, Kheel berhasil menendang lonceng Melody.
Setelah itu, Melody pun langsung mundur beberapa langkah. Lalu, ia pun berkata, "Sialan, dia benar-benar cepat, dia menendang lonceng yang aku pegang. Jadi itu tujuannya ya."
Disisi lain, terlihat Eikyou yang hanya tersenyum menyeringai ketika melihat rekan-rekannya telah memulai pertarungan melawan Melody dan Ezeqia.
"Kalian semua, jangan menikmati pertarungan ini tanpa diriku. Aku juga telah bersiap-siap untuk bertarung bersemangat kalian." gumam Eikyou
Tak berselang lama, Eikyou pun langsung memejamkan kedua matanya. Ya, dia mencoba untuk membuat dirinya berhalusinasi. Ketika Eikyou memejamkan kedua matanya, ia membayangkan di sebuah tempat yang dipenuhi gadis-gadis yang memuji-muji dirinya.
Dalam imajinasinya tersebut, Eikyou begitu bersemangat setelah dipuji-puji oleh banyak gadis dan menyebutnya sebagai "Rangers penyelamat dunia". Lalu, ia pun mencoba untuk menjadi seorang Rangers seperti yang ada dalam imajinasinya.
Dan tak berselang lama, Eikyou pun mulai membuka kedua matanya. Dan, ia pun melihat dirinya seolah-olah telah memakai armor Rangers. Kini, Eikyou semakin bersemangat untuk bertarung.
"Ya, sudah waktunya aku ikut bertarung bersama kalian." ucap Eikyou sambil tersenyum menyeringai.
BERSAMBUNG