
"Batsss!!!"
Kenkomura melesatkan tebasan jarak jauh kedalam goa ketempat asal suara dari sosok misterius itu berada. Beberapa saat setelah itu terdengar bebatuan goa yang ambruk karena akibat dari tebasan Kenkomura.
"Baiklah, sepertinya sosok misterius itu sudah mati-" ucap Kenkomura.
Tiba-tiba Kenzou memasang raut wajah kesal dan menarik kerah baju Kenkomura sembari berkata dengan anda tinggi, "Oey, apa maksudmu menyerangnya? Dia adalah calon kruku sialan.."
"Huh? Aku tak peduli tentangmu. Aku hanya ingin menebas sosok yang membuat telingaku sakit. Kalau kau tak terima mari kita bertarung.." ucap Kenkomura sambil tersenyum menyeringai.
"Woy!! Beberapa saat yang lalu kalian terlihat akur tapi kenapa sekarang malah berantem!!" teriak Ushiwakamaru.
"DIAM!!!!!"
Suara dari sosok misterius itu kembali terdengar bagaikan gelombang kejut. Tiba-tiba tubuh Kenkomura, Kenzou, serta Ushiwakamaru diam tak bergerak sama sekali, seolah-olah mereka mematung, "!!!!"
Apa yang terjadi?! Kenapa tubuhku tak bisa digerakkan setelah mendengar suara dari sosok misterius itu lagi!! Kukira dia sudah mati karena seranganku yang barusan!! Batin Kenkomura, ia benar-benar bingung dengan apa yang terjadi dengannya.
"Cih.. kekuatan macam apa ini, tubuhku tidak bisa digerakkan seperti menuruti perintah dari suara itu?!!" Kenzou terlihat kebingungan.
Uwaaaa!!!!! Monster macam apa yang ada disana?!! Aku tak ingin mati sebelum bertemu Shoba Taicho!!! Batin Ushiwakamaru dengan eskpresi panik.
Kemudian dalam sekejap datanglah hembusan angin yang sangat kencang dari dalam goa itu mengarah ke Kenkomura, Kenzou, dan Ushiwakamaru yang masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya, "Wushhhhh!!!"
Angin kencang itu semakin besar hingga berhasil menghempaskan mereka bertiga serta membuat pemukiman di sekitar goa tersebut hancur dalam sekejap, "Brasshhhh!!!!" Angin kencang itu bagaikan sebuah bencana yang memporak-porandakan suatu tempat.
Ushiwakamaru, Kenkomura, dan Kenzou bisa menggerakkan tubuhnya kembali. Tampak mereka bertiga menabrak beberapa rumah karena hempasan angin yang begitu kuat. Angin kencang itu berlangsung cukup lama, sampai pada akhirnya selang beberapa menit angin kencang tersebut mulai berhenti.
Terlihat Ushiwakamaru yang terjebak dalam reruntuhan puing-puing rumah, dia sedikit beruntung karena reruntuhan tersebut tidak menimpanya melainkan tertahan oleh batu besar.
"Osh.. osh.. osh.." Ushiwakamaru ngos-ngosan setelah terhempas oleh angin kencang itu. Jantungnya berdetak kencang karena merasakan firasat yang sangat buruk. Saat ini Ushiwakamaru dalam posisi tiarap sembari melindungi kepalanya dengan kedua tangannya, "A-akhirnya aku bisa bergerak. Tapi sial, kenapa tiba-tiba ada hembusan angin kencang. Punggungku terasa remuk dan untung saja reruntuhan ini tertahan oleh batu besar ini, aku selamat."
"Aku harus mencoba untuk keluar dari sini, kalau tidak aku akan terjebak selamanya didalam reruntuhan ini.."
Disisi lain, Kenkomura berhasil dari reruntuhan setelah menggunakan teknik pedangnya. Ia tampak kesal karena serangan dari sosok misterius itu membuatnya sedikit terluka.
"Sialan, kekuatan mengerikan apa yang ia punya? Kenapa tadi tubuh tiba-tiba tidak bisa bergerak.." gumam Kenkomura, kini tatapan Kenkomura semakin dingin.
Kenkomura yang kesal pun berjalan mendekat kembali ke arah goa sembari dan bersiap melesatkan tebasan pedangnya. Disaat yang bersamaan, terlihat Kenzou yang keluar dari reruntuhan dan berhasil selamat setelah menggunakan mode burung Phoenix miliknya.
"Sialan kau, pendekar pedang. Gara-gara kau aku jadi terkena imbasnya." ucap Kenzou.
"Diamlah manusia unggas." ucap Kenkomura sembari melirik ke arah Kenzou.
"..... Tapi, aku juga sedikit kesal dengan sosok misterius itu. Sepertinya aku harus mengalahkannya agar dia patuh dan menjadi bagian dari kru kelompok bajak lautku." ucap Kenzou.
"Terserah padamu. Tapi kau terlihat yakin sekali bisa mengalahkannya.." ucap Kenkomura.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki yang perlahan mulai bergerak keluar dari dalam Goa tersebut. Lalu sosok misterius itu sempat mengatakan sesuatu, "Sepertinya sudah waktunya bagiku untuk melihat dunia luar kembali. Seperti apa Serikat Lunarian dibawah kepemimpinan orang itu. Kuharap dia melakukannya dengan baik.."
"Hoi-hoi, ada apa denganmu itu? Tadi kau berkata akan mudah untuk mengalahkan sosok misterius itu. Tapi kenapa pikiranmu berubah sejak-"
"Bodoh! Lihatlah, siapa sosok misterius itu!"
"Memangnya siapa?"
"Dia adalah...-"
~
Sekali lagi angin berhembus cukup kencang hingga daun-daun dari pepohonan yang kokoh mulai berguguran. Beberapa saat setelah Kenkomura dan Dragzell Kenzou melihat sosok misterius tersebut..
Suasana tampak begitu sunyi nan hening. Lalu terlihat seluet bayangan seseorang yang berjalan keluar dari gerbang perbatasan Hypercarry Town.
"Dua orang bodoh itu mencoba untuk melawanku. Aku kasihan sekali pada mereka karena bernasib tragis.."
Dan..
Di dekat goa, Kenkomura dan Kenzou terkapar ditanah dengan penuh luka disekujur tubuhnya. Hal yang tak diduga-duga sekali lagi terjadi. Sepertinya mereka berdua telah dikalahkan dengan mudah oleh sosok misterius yang saat ini sedang berjalan keluar dari Hypercarry Town.
"A-akhh..." Kenzou yang masih dalam kondisi setengah sadar pun merasa kesakitan dengan apa yang ia derita saat ini, "Tak kusangka sosok sepertinya berada ditempat seperti ini. Aku harus segera pergi, ini benar-benar sebuah bencana.." Kenzou pun seketika pingsan.
Sementara itu, Ushiwakamaru yang masih terjebak didalam reruntuhan pun terlihat begitu ketakutan setelah mengintip apa yang terjadi dari sela-sela reruntuhan yang hampir membunuhnya itu, "Me-mereka?!! Dikalahkan?!! L-lebih baik aku tidak mencoba keluar darisini sebelum orang itu pergi, dia benar-benar berbahaya.." Sekilas keringat dingin menetes dari dahi Ushiwakamaru.
Sosok misterius itu berhasil mengalahkan Dragzell Kenzou yang mempunyai harga buronan tinggi serta Kenkomura seorang pendekar pedang terkuat di bajak laut Kurama dengan sangat mudah. Kira-kira siapakah sosok misterius itu?
...*****...
Sementara itu di Lunarian Town. Di markas pusat. Terlihat seluet seluruh anggota inti dari Serikat Lunarian yang bergerak menuju ke suatu ruangan. Tampaknya kejadian-kejadian tak terduga di pulau Lunar ini membuat geram para petinggi Serikat Lunarian.
"..... Yo, Himawari-chan. Sudah lama kita tak bertemu sejak kejadian itu ya.."
"Lucian? Bagaimana keadaanmu setelah mengalami kekalahan untuk pertama kalinya?"
"Kalah katamu? Aku tidak pernah menganggap hal pertarungan dengan Lucia sebagai kekalahanku.."
"Grrrrr.. berisik!!!"
"Yare-yare, Johnny-san. Aku tahu perasaanmu setelah kau gagal membunuh kru dari bajak laut itu.."
"Diamlah, Zero. Jangan berkata seolah-olah kau tahu segalanya tentangku, atau aku akan membunuhmu!!!"
"Baiklah, semuanya sudah berkumpul. Ini sudah waktunya kita untuk bergerak. Jangan sampai dia kecewa karena kejadian ini.."
"Tentu, Boss."
B E R S A M B U N G