Cosplay

Cosplay
Chapter 171 - Jou Melawan Anterwep



Jou terlihat sangat kesal karena setiap ia mencoba memukul Anterwep, tiba-tiba Anterwep menghilang begitu saja. Jou kian emosi saat menghadapi Anterwep yang terus-terusan menghilang.


"Sialan..!! Keluarlah kau..!! Kalau kau bukan pengecut, cepat keluarlah..!!" ucap Jou dengan nada cukup keras. Ia meminta Anterwep untuk segera muncul segera dan menghadapinya tanpa hilang-menghilang.


Tiba-tiba Anterwep sudah berada dibelakang Jou dan berkata sambil tersenyum menyeringai, "Duh, sudah kubilang teknikku itu bukan menghilang.."


Jou pun langsung membalikkan badannya ke belakang dan mencoba untuk memukul Anterwep, "Rasakan ini, sialan..!!"


Kali ini Anterwep tidak menghilang, tapi cukup untuk menghindari pukulan Jou dengan sangat mudah. Kemudian, Anterwep langsung memukul perut Jou, "Buaghhh..!!"


Jou terkena pukulan Anterwep di perutnya, setelah itu ia sedikit terpental kebelakangnya. Ia tak menyangka, Anterwep mempunyai pukulan yang cukup kuat.


"Pukulanmu kuat juga ya..!! Kalau begitu, aku akan mengalahkanmu..!!" ucap Jou, kemudian ia berlari ke arah Anterwep dan mencoba untuk memukulnya dengan pukulan mautnya, "Rasakan ini, Zero Punch..!!!"


Saat Jou mencoba untuk memukulnya, tiba-tiba Anterwep kembali menghilang dihadapan Jou. Dan secara tiba-tiba, Anterwep kembali muncul disamping Jou dan langsung memukulnya dengan cukup keras, "Buaghhh..!!!!"


"Uaghhh..!!" Jou langsung terpental hingga mencium tanah.


"Yeah, ternyata ocehanmu cuma omong kosong, tak kusangka itu sangat lemah.." ucap Anterwep.


Setelah itu, Jou pun mencoba untuk bangkit dan berdiri, lalu ia menatap tajam Anterwep sambil mengusap hidungnya yang mimisan karena pukulan cukup kuat yang dilontarkan oleh Anterwep kepadanya.


"Sialan, sebenarnya apa teknikmu itu kalau bukan teknik menghilang?" tanya Jou.


"Hah? Kau bodoh ya? Mana mungkin aku memberitahu teknikku kepadamu. Sepertinya cukup sudah aku bermain-main denganmu.." ucap Anterwep sambil tersenyum menyeringai.


"Bermain-main? Jadi selama ini kau cuma menganggapku remeh ya?!! Kau akan menyesal sete,-" ucap Jou yang kata-katanya terpotong karena ia terkejut Anterwep sudah menghilang dan secara tiba-tiba sudah berada di depannya dengan jarak beberapa cm.


"Kau terlalu banyak bicara..!!" ucap Anterwep, lalu Anterwep pun langsung memukul wajah Jou dengan cukup kuat sampai salah satu gigi Jou copot, "Buaghhh..!!


"Uaghhh...!!!" Jou pun kembali terpental setelah terkena pukulan telak dari Anterwep tepat di wajahnya.


Dengan sangat cepat, Anterwep kembali menghilang dan secara tiba-tiba ia sudah berada dibelakang Jou yang terpental. Anterwep langsung mencekik leher Jou dari belakang dan langsung membantingnya ke tanah.


"BRUAKKKKK...!!!"


"Rasakan ini, sialan..!! Ternyata kau lebih lemah, tak seheboh kata-katamu!!" ucap Anterwep sambil tersenyum licik.


"Sialan kau..!!" Dengan sangat cepat, Jou mencoba untuk bangkit dan kembali untuk memukul Anterwep.


Seperti biasa, Anterwep tiba-tiba menghilang, lalu muncul dibelakang Jou. Anterwep pun langsung menendang kepala Jou dari belakang hingga terpental kembali, "Buaghhh..!!"


Jou pun langsung menabrak beberapa pasukan Hristov dan pasukan Aliansi yang sedang bertarung satu sama lain, "Brakk!! Brakk!! Brakk!!"


Jou pun langsung terkapar dan pingsan dengan kondisi wajahnya yang babak belur setelah terkena tendangan Anterwep dari belakang.


Anterwep pun langsung berjalan menghampiri Jou yang terkapar pingsan. Nampaknya, ia berniat untuk membunuh Jou.


Tak berselang lama, Anterwep pun sudah berdiri di depan Jou yang terkapar pingsan, lalu berkata, "Ya, akan kuakhiri saja.."


Anterwep pun mengepalkan tangan kanannya dan bersiap kembali memukul Jou yang terkapar pingsan untuk menghabisi nyawanya. Saat Anterwep hendak memukul Jou, tiba-tiba dari belakangnya terlihat sebuah rudal mini yang melesat ke arahnya.


Melihat hal itu, Anterwep pun langsung menghindari rudal mini tersebut dengan melompat ke udara. Akan tetapi, rudal mini tersebut mengikuti kemana Anterwep bergerak bahkan saat ia melompat ke udara.


"Cih..!!" geram Anterwep, tiba-tiba ia kembali menghilang. Dan rudal tersebut tidak bisa mendeteksi Anterwep lalu meledak di udara, "Duaarrrrr..!!"


Setelah itu, terlihat Davidestorm dan Schuikhov yang berada diatas sebuah robot yang berukuran cukup besar.


Kemudian, Anterwep kembali muncul dan berdiri beberapa meter di depan robot yang dinaiki Davidestorm dan Schuikhov tersebut.


"Sialan.. Bala bantuan ya. Tapi, sayang sekali kalian tidak bisa mengenaiku.." ucap Anterwep sambil tersenyum menyeringai.


Tanpa menghiraukan kata-kata dari Anterwep, Davidestorm pun melirik ke arah Schuikhov yang berada disampingnya lalu berkata sambil tersenyum, "Paman, sepertinya kita akan melawan orang yang cukup kuat. Apalagi salah satu rekan kita berhasil dikalahkan olehnya.."


"Tentu kawan, ini sangat menarik sekali. Aku bahkan sudah tak sabar untuk melawannya.." ucap Schuikhov sambil tersenyum menyeringai.


"Kalian punya nyali juga ya untuk melawanku, seharusnya kalian berdua sadar kalau kekuatan kalian masih dibawah dariku.." ucap Anterwep sambil menatap tajam Davidestorm dan Schuikhov yang berdiri diatas robot.


Anterwep berhasil mengalahkan Jou dengan cukup mudah. Akan tetapi, secara mengejutkan Davidestorm dan Schuikhov datang bersama robotnya untuk melawan Saint Anterwep An.


Sementara itu, disisi lain yaitu di Pos Utara yang berada di pantai. Terlihat ribuan pasukan angkatan laut bertarung dengan ribuan pasukan Hristov dengan cukup sengit.


"Tyengg..!! Tyengg..!! Tyengg..!!" Pasukan Angkatan Laut dan Pasukan Hristov saling beradu pedang satu sama lain.


Namun, Pasukan Angkatan Laut cukup handal dalam beladiri maupun menggunakan pedang. Jadi, cukup mudah bagi pasukan Angkatan Laut saat bertarung melawan Pasukan Hristov.


Lalu, terlihat Rocky Whitecoffe dan Serira yang saling beradu pedang dengan cukup sengitnya sampai keluar percikan api saat pedang mereka saling bersentuhan.


"Tyengg..!! Tyengg..!! Tyengg..!!"


Setelah mereka berdua beradu pedang, Rocky dan Serira pun berjalan mundur beberapa langkah sambil menatap tajam satu sama lain.


"Serira, salah satu dari Eight Commander. Kau cukup hebat dalam menggunakan pedang, wajar saja.." ucap Rocky.


"Sebaiknya, kau mengeluarkan kemampuan terbaikmu, Angkatan Laut, kalau tidak, aku akan membunuhmu disini juga.." ucap Serira sambil tersenyum menyeringai.


"Membunuhku? Omong kosong, mana mungkin seorang Bajak Laut sampah sepertimu bisa mengalahkanku, sialan.." ucap Rocky dengan nada sinis.


BERSAMBUNG