
Setelah menelan pil berwarna merah, tiba-tiba Kyu Sakakibara mengalami rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Ia berguling-guling di tanah sembari berteriak dengan cukup keras karena rasa sakit yang ia rasakan. Kikukawa juga terkejut dengan apa yang dialami oleh Kyu.
Selang beberapa detik, Kyu pun mencoba bangkit dan berdiri kembali walaupun masih merasakan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ketika ia sudah berhasil berdiri kembali, Kyu pun terjatuh dalam posisi terduduk sembari meremas-remas rambutnya dan berteriak sekencang mungkin.
Tiba-tiba ia melihat sebuah gambaran dari ingatan-ingatan kelamnya dan didalam pikiran Kyu terdengar suara seorang pria yang berkata, "Bangkitlah.." Suara tersebut terus menggema dalam pikiran Kyu. Dan tak berselang lama kemudian, "Boffftt..!!" Asap yang cukup tebal pun muncul begitu saja.
"Apa yang sebenarnya terjadi padanya?? Dan, entah kenapa, aku merasakan kekuatan yang mengerikan darinya." Dengan raut wajah yang panik, Kikukawa pun mencoba untuk bersikap tenang.
Seketika, angin pun berhembus cukup kencang dan menghempaskan kepulan asap yang cukup tebal. Lalu, Kikukawa pun kembali dikejutkan dengan sosok baru Kyu Sakakibara.
"D-dia.."
Sosok baru Kyu ini terlihat mempunyai dua tanduk didahinya, dengan mata merah. Kini, Kyu terlihat menyerupai seorang iblis. Kyu pun langsung merentangkan kedua tangannya dan melihat transformasi dirinya yang begitu luar biasa.
"Luar biasa. Pil ini benar-benar memberikanku kekuatan yang cukup hebat." ucap Kyu yang sedikit terkagum-kagum dengan transformasi barunya.
"Dua tanduk?" gumam Kyu.
Lalu, Kyu pun langsung menatap tajam Kikukawa yang berdiri beberapa meter dihadapannya. Setelah itu, ia pun berkata, "Bersiaplah.." Dan, dengan sangat cepat Kyu pun melesat ke hadapan Kikukawa, "Sett!!"
"Hiyaaaa..!!" Kyu mencoba untuk menyerang Kikukawa dengan cara memukulnya. Akan tetapi, "Dyengg!!" Dengan sigap, Kikukawa pun mengarahkan perisainya ke arah pukulan Kyu.
Setelah itu, Kyu pun langsung mundur beberapa langkah setelah pukulannya gagal mengenai Kikukawa. Selain itu, Kikukawa cukup terkejut ketika melihat perisainya yang sedikit mengalami keretakan saat terkena pukulan Kyu.
"A-apa?! Pukulannya yang barusan itu?! Membuat perisaiku mengalami keretakan?! Memangnya seberapa besar kekuatannya itu?!"
Dan, tiba-tiba Kyu kembali menghilang dari hadapan Kikukawa. Setelah itu, Kyu kembali muncul di samping Kikukawa dan kembali melesatkan pukulannya.
Ketika Kikukawa ingin mengarahkan perisainya ke arah pukulan Kyu. Namun ia sedikit terlambat. Alhasil, Kyu berhasil memukul pipi Kikukawa hingga terpental cukup jauh dan beberapa kali menabrak tanah, "Buaghh..!!"
"Uaghh..!! S-sialan!! Dia begitu cepat!!"
"Kekuatan yang luar biasa..!! Dengan kekuatan ini. Aku takkan segan-segan untuk membunuhmu sekarang..!!" teriak Kyu.
Setelah Kikukawa terpental cukup jauh dan berdiri kembali. Ia kembali dikejutkan Kyu yang sudah berada dihadapannya hanya dalam sekejap mata.
Kyu melakukan gerakan seperti teknik beladiri dihadapan Kikukawa. Tak berselang lama, muncul sebuah lingkaran di tanah yang Kikukawa pijak.
"Apa ini tekniknya?!" Kikukawa terkejut.
Tanpa basa-basi, Kyu pun langsung melancarkan 120 pukulan hanya dalam kurun waktu tiga detik, "Jduak!! Jduakk!! Jduakk!!"
"Uaghhh..!!" Kikukawa pun merintih kesakitan setelah terkena serangan hebat yang dimiliki oleh Kyu. Tak berselang lama, terlihat Kikukawa yang memuntahkan darah dari mulutnya lalu terpental ke tanah, "Brakk!!"
"Kekuatan pil merah ini benar-benar membuatku sangat kuat. Aku merasakan sesuatu yang luar biasa..!! Wuahahaha..!!" Kyu tertawa terbahak-bahak.
Setelah itu, Kyu pun langsung berjalan menghampiri Kikukawa yang terkapar di tanah dengan sorot mata yang tajam. Ia mengepalkan kedua telapak tangannya dan berniat menghabisi Kikukawa dalam serangan berikutnya.
"Ya, dengan begini. Sudah jelas terlihat, siapa yang akan menjadi pemenangnya. Kasihan sekali dirimu yang akan mati sebentar lagi. Aku takkan membuang-buang waktu lagi." ucap Kyu dengan nada sinis.
Tak berselang lama, Kyu pun sudah berdiri di depan Kikukawa yang terkapar di tanah. Ia menatap tajamnya. Lalu, bersiap-siap melancarkan pukulannya kembali.
Namun, ketika Kyu akan melesatkan pukulannya ke arah Kikukawa yang terkapar. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu perasaan yang aneh dari dalam hatinya. Dan, dalam sekejap, perisai yang berada di dekat Kikukawa pun mengeluarkan sebuah energi hitam dan melesat ke arah Kyu seperti sebuah laser, "Bushh..!!"
"!!!" Kyu terkejut dan berhasil menghindari serangan tersebut dengan mundur beberapa langkah kebelakang dengan cepat. Ia bingung terhadap perisai milik Kyu yang mengeluarkan serangan berbeda dari biasanya, ia merasakan sensasi yang berbeda pada perisai milik Kikukawa.
"Perisai itu, seperti dipenuhi dengan aura kegelapan yang mengerikan. Auranya hampir mirip dengan milikku. Atau, mungkin saja aura perisai itu lebih tinggi dibanding diriku." gumam Kyu.
Dalam sekejap, terlihat Kikukawa yang mencoba bangkit dan berdiri kembali sambil menundukkan wajahnya. Lalu, ia pun berjalan mengambil perisainya yang berada di dekatnya.
"Huh?! Ternyata kau masih hidup ya?! Tak kusangka Dewi Fortuna berpihak padamu. Tapi, kali ini, kau takkan bisa selamat lagi dari seranganku..!! ucap Kyu dengan begitu antusias.
Setelah itu, Kikukawa pun langsung menatap tajam Kyu. Tak berselang lama, energi hitam kemerahan langsung menyelimuti perisai yang dipegang oleh Kikukawa. Kemudian, perisai tersebut menciptakan sebuah gelombang kejut yang mengarah ke segala arah dengan Kikukawa sebagai titik pusatnya.
"Degg!!" Tanpa disadari, Kyu pun terkena gelombang kejut yang dipancarkan oleh perisai milik Kikukawa. Setelah itu, Kyu pun merasakan sebuah aura yang mengerikan. Dan seolah-olah aura tersebut mengintimidasi dirinya
"Apa yang terjadi?! Aku merasakan ketakutan tanpa sebab?!" Dengan raut wajah yang sedikit panik sembari keringatnya yang mulai bercucuran deras. Kyu bingung dengan apa yang ia rasakan.
Setelah itu, energi hitam pun langsung menyelimuti tubuh Kikukawa. Dan muncullah sebuah mulut dengan banyak gigi taring yang tajam di perisai milik Kikukawa.
Sekilas, Kyu pun cukup terkejut setelah melihat perisai Kikukawa yang mempunyai sebuah mulut dengan banyak gigi taring yang tajam. Lalu, ia pun berkata, "Perisai apa-apaan itu..!!"
"Seperti yang kau lihat, perisai iblisku ini sebentar lagi akan berada dalam titik sempurna. Dan ketika itu pula, kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi." ucap Kikukawa sambil menatap tajam Kyu.
BERSAMBUNG.