
Terlihat perbedaan mencolok antara kota yang belum dan sudah dilewati Runner of the end. Kota yang belum dilewati tampak terlihat masih kokoh dan bagus sementara kota yang sudah dilewati terlihat hancur dan beberapa area bangunan yang terbakar, serta banyak mayat yang bergelimpangan di jalanan.
"Aku adalah orang yang mempunyai kekuatan hampir setingkat dewa!! Tidak ada yang bisa mengalahkanku!! Dunia adalah kehancuran!! Dunia adalah keputusasaan!! Dunia adalah kematian!! Inilah dunia yang aku harapkan!! Yang terkuat lah yang akan bertahan, sementara yang lemah akan segera tersingkirkan!!" Ucap Schiacone. Ia tampak puas menghancurkan sesuatu yang dilewatinya dengan kekuatan Runner of the end nya.
Masih terlihat ribuan yang terus berlari mencoba untuk keluar dari kota yang mereka tinggali. Kedatangan sosok Runner of the end adalah sebuah bencana. Siapapun yang bertemu dengannya akan dipastikan mati dengan sangat tragis.
Sekilas, Schiacone menggunakan kekuatan Runner of the end nya kembali. Ketika dia melewati sesuatu, maka sesuatu tersebut akan langsung hancur oleh badai yang tercipta dari larinya, "Wuuushhhhh!!!"
"Bruakkkk!!"
"Uaghhh!!!"
"Huahahaha!!!! Suara teriakan kesakitan yang berujung kematian, itu sangat nikmat!! Tunjukkan teriakkan rasa sakit itu kepadaku, wahai orang-orang bodoh!! Huahahaha!!!" Schiacone teriak tertawa terbahak-bahak.
~
Terlihat Vina Breakingnews beserta kru acara berita ramalan cuacanya berlari dan hampir berhasil keluar dari perbatasan kota.
"Action!!" ucap sang kameramen.
"Halo pemirsa, saat ini kami sedang berlari kabur dari sosok Runner of the end!! Dia sangat berbahaya, dan kota ini sekarang menjadi kota yang mengerikan. Karena ini adalah berita ramalan cuaca, saya ingin menyampaikan, bahwa beberapa menit dari sekarang akan terjadi badai salju!!" Ucap Vina Breakingnews.
"Cut!!!"
Mereka sedang melakukan siaran langsung sambil berlari. Kru berita ramalan cuaca memang harus diberi apresiasi dengan pembawaan yang benar-benar real tanpa setting-settingan.
~
Anak buah dari Schiacone menyebar ke seluruh penjuru kota untuk melakukan serangan teror kepada masyarakat yang hendak keluar dari perbatasan kota. Mereka menghancurkan segalanya, menyakiti anak-anak dan juga wanita, mereka sama jahatnya dengan Schiacone.
Kembali ke Schiacone.
Dia tampak berjalan perlahan sembari menikmati pemandangan hancurnya kota akibat dirinya, dia tersenyum dan berkata, "Subarashi!!! Indah sekali!! Aku menyebut kehancuran ini indah dan berani!!"
Beberapa saat kemudian, terlihat seorang bocah berumur tujuh tahun yang duduk ditengah-tengah jalanan sembari menangis karena terpisah dari kedua orang tuanya saat berlari menuju ke perbatasan kota untuk menjauhi Runner of the end.
"Okasaasan!! Otousan!! Aku takut!! Kalian dimana!!"
"Hey, bocah. Apa yang sedang terjadi padamu? Kenapa kau menangis? Apa kau ditinggalkan oleh kedua orang tuamu? Jadi mereka sangat kejam ya. Sungguh ironis.." ucap Schiacone dengan memasang wajah sedih didepan bocah tersebut.
"Hueeee!!!" Bocah tersebut menangis semakin kencang setelah Schiacone berjalan mendekat ke arahnya.
"Tenang.. tenang.. anak manis. Sini main sama Oneechan. Aku punya permen nih.." ucap Schiacone sembari memasang senyuman yang mengerikan.
Bocah itu semakin takut kepadanya dan berjalan merangkak kebelakang karena ketakutan, "Jangan dekati aku, kau adalah orang jahat!!!"
"Sial. Kenapa dengan anak-anak jaman sekarang sih. Aku kasihan padamu, jadi akan aku akhiri saja hidupmu bocah!! Semoga kau mendapat kehidupan yang lebih baik di kehidupan mendatang nanti!!" Schiacone mencoba untuk menusuk bocah itu menggunakan pedangnya.
Dan tiba-tiba..
"Sett!!!" Seseorang datang dan langsung memegang tangan Schiacone yang memegang pedang tersebut. Seseorang itu menahan agar Schiacone tidak membunuh anak tersebut.
"K-kau..!!!"
"Ya, aku Izumi Hirosuke datang untuk membalas kekalahanku di waktu itu!!" Izumi merebut pedang tersebut dari genggaman Schiacone lalu menghancurkannya dengan kekuatan es nya.
"Wah, reuni yang tak terduga, ya. Seperti yang kau lihat, saat ini aku sedang serius, aku akan langsung membunuhmu kali ini.." ucap Schiacone dengan nada mengancam.
"Jangan harap kau bisa membunuhku semudah itu. Aku sudah berbeda dari yang waktu itu." Ucap Izumi dengan memasang senyuman semangat.
Sekilas terlihat bocah itu sudah berlari menjauh dari Schiacone dan Izumi yang akan melakukan pertarungan.
Izumi melirik ke bocah yang sudah menjauh tersebut, ia merasa dengan ini tidak akan ada siapapun yang mengganggu pertarungannya melawan Schiacone.
Dengan gerakan cepat, Izumi pun mencoba mencoba untuk menendang bahu Schiacone dengan sangat keras, "Rasakan ini!!"
Namun, dengan sigap, Schiacone pun langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan tendangan dari Izumi.
"Mengawali pertarungan dengan serangan lemah seperti itu. Apa kau tidak belajar dari masa lalu, bocah? Serangan seperti itu takkan mampu melukaiku.." ucap Schiacone.
"Ya.. Aku tahu itu."
Schiacone pun tampak sedang melakukan ancang-ancang untuk menggunakan kekuatan Runner of the end nya. Tetapi sebelum Schiacone menggunakan serangan tersebut, Izumi datang dan menyerangnya, dia mencoba untuk membuat Schiacone tidak menggunakan kekuatannya.
Schiacone berhasil menghindar dari serangan Izumi. Dia mulai terlihat kesal, "Sialan kau, bocah. Kau membuat diriku tidak jadi menggunakan kekuatan Runner of the end ku."
"Ya. Karena kekuatan Runner of the end mu itu kuakui sangat berbahaya, jadi kau takkan kubiarkan menggunakan kekuatan tersebut. Bagaimana? Aku cerdas kan?" Tanya Izumi dengan senyum semangatnya.
"Biasa saja. Jadi, akan kulihat sampai kapan kau bisa membuatku tidak menggunakan kekuatan Runner of the end ini. Akan kulihat sebatas mana kecerdasanmu kali ini.." ucap Schiacone.
Schiacone melakukan gerakan ancang-ancang sebelum menggunakan kekuatan Runner of the end nya kembali.
Tetapi,
Izumi datang ke arah Schiacone dengan cepat dan menyerangnya kembali. Hal itu membuat Schiacone gagal menggunakan kekuatannya kembali.
"Huahaha!!!" Izumi tertawa terbahak-bahak, "Bagaimana? Apa kau sudah mengakuiku kalau aku ini cerdas? Kau lihat kan? Aku berhasil menggagalkan seranganmu kembali!!" Ucap Izumi.
"Baru dua kali menggagalkan aja kok sudah sombong. Baiklah, apa kali ini kau akan berhasil menggagalkanku menggunakan kekuatan Runner of the end untuk yang ketiga kalinya?" tanya Schiacone dengan nada sombong.
"Tentu saja aku bisa, mau berapa kali pun kau akan mencobanya, aku akan tetap menggagalkannya." Ucap Izumi.
Pertarungan kedua antara Izumi melawan Schiacone pun sudah sangat dekat. Apakah Izumi Berhasil membalas kekalahannya di pertarungan pertama? Ataukah Schiacone yang memantapkan pertarungan ini dengan kemenangan kedua melawan Izumi?
Pertarungan yang cukup ditunggu-tunggu. Izumi dengan usaha latihan yang ia jalani mencoba untuk mengalahkan Schiacone.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti