
Tanpa basa-basi, Schiacone langsung berlari menggunakan kekuatan Runner of the end nya. Apapun yang ia lewati akan hancur dalam sekejap.
"Ayase, dia datang!!! Cepat pegang tanganku!!"
Ayase memegang tangan Izumi.
Izumi menggunakan teknik skatingnya untuk meluncur sejauh mungkin dari kejaran Schiacone sembari membawa Ayase.
"Ayase, pegang yang erat. Mungkin hanya ini cara agar kita bisa selamat dari kekuatan Runner of the end nya. Aku berfikir, bahwa ada batasan dia berlari dengan menggunakan kekuatan Runner of the end itu.." ucap Izumi.
"Ya. Terserah apa yang kau lakukan, aku akan menurutimu. Aku yakin kau punya cara untuk melawannya. Kita juga akan bertugas mengulur waktu sampai yang lainnya datang.." ucap Ayase.
"Kalian kenapa malah menjauh dariku, hah??!!! Apa kalian takut mati?!!" Teriak Schiacone yang masih berlari mengejar Izumi dan Ayase.
Sekilas, Izumi melirik kebelakang, Schiacone masih mengejar. Izumi pun mempercepat seluncurnya. Lalu, beberapa saat kemudian, Schiacone pun berhenti dari larinya. Melihat hal itu, Izumi juga ikut berhenti dari seluncurnya.
"Lihatlah, Ayase. Dia berhenti. Larinya juga mempunyai batasan jarak. Ini adalah sebuah celah yang bisa kita gunakan untuk melawannya." Ucap Izumi.
"Benar. Celah sekecil apapun akan mempunyai kesempatan untuk memenangkan pertarungan." Ucap Ayase.
"..... Jadi, kalian bergerak menjauh dariku ketika aku sedang menggunakan kekuatan Runner of the end ku ya, tak kusangka kalian ini mulai pintar. Tapi jangan harap bisa berlari mendahuluiku untuk yang kedua kalinya.." ucap Schiacone.
Kemudian, tiba-tiba Izumi dan Ayase menyadari bahwa tepat dihadapan nya, terdapat sebuah zona garis. Mereka berdua benar-benar terkejut.
"Apa?!!"
"Se-sejak kapan ada zona garis disini?!"
"Oey, Ayase, apa barusan kita melewati zona garis ini?!"
"Se-seperti yang kau katakan Izumi."
Dan tak berselang lama kemudian, Izumi dan Ayase bergerak tepat didepan Schiacone. Schiacone tersenyum licik dan berkata, "Hai anak manis? Bagaimana kalau aku menggunakan kekuatan Runner of the end saat ini? Apa kalian yakin bisa menjauh dariku dengan jarak yang seperti ini?"
"Sialan, kita terjebak!!!"
"Izumi, apa yang harus kita lakukan?!!" Ayase panik.
"Tamatlah riwayat kalian!!"
Lagi-lagi dan lagi-lagi, seseorang datang dengan cepat dari kejauhan. Melompat ke udara dengan gerakan berputar-putar yang cukup indah. Menarik sebuah pedang, mendarat tepat dihadapan Reggina, "Batsss!!!" Sekali tebasan dan langsung membuat sosok Reggina ini tumbang hanya dalam satu kali serangan tebasan.
"Uaghhhh!!!! Sialan kau!!!" Reggina ambruk ke tanah.
"Maaf, aku terlambat, Izumi! Ayase!" Dia adalah Kirisaki Makoto. Datang terlambat bagaikan pahlawan kesiangan. Mencoba untuk menjadi pahlawan bagi Izumi dan Ayase.
"Mas Makoto!!! Akhirnya kau datang juga!!!" Teriak Izumi. Ayase juga ikut senang dengan kedatangan Makoto.
Schiacone melirik ke arah Makoto, memasang raut wajah kesal, kemudian berkata, "Kau bocah yang itu, ya? Mau by one?"
"Boleh saja kalau mau by one. Aku juga ingin sekali merasakan bertarung melawan sosok pengguna kekuatan Runner of the end ini." Ucap Makoto.
"Ya. Aku juga tak sabar untuk membuatmu bertekuk lutut di hadapanku." Ucap Schiacone.
"Baiklah, mas Makoto. Kalau itu yang kau mau, aku akan menyerahkan dia padamu, kau harus mengalahkannya!!" Ucap Izumi
~
Beberapa anak buah dari Schiacone sebelumnya sudah menyebar ke beberapa titik di pusat kota untuk membuat kekacauan lebih. Mengacau, menghancurkan, menjarah, mereka memang biadab.
Gedung-gedung yang terbakar serta beberapa area yang hancur membuat pemandangan cukup tidak enak untuk dilihat. Aksi yang dilakukan oleh kelompok Schiacone ini membuat geram banyak orang, meski begitu tak banyak orang yang berhasil untuk mengalahkannya.
Izumi dan Ayase berpencar ke beberapa titik yang diduga terdapat anak buah dari Schiacone itu sendiri. Reggina sudah berhasil dikalahkan, tapi masih ada sisa-sisa anak buah Schiacone yang tidak boleh diremehkan.
Selain Izumi dan Ayase, Kirisaki Meister ayah Makoto, juga sedang bergegas ke beberapa titik untuk mengalahkan anak buah Schiacone.
Sementara itu, ditempat Makoto dan Schiacone berada. Terlihat mereka berdiri saling menatap tajam satu sama lain. Tersenyum sinis, seolah-olah bersiap untuk melancarkan serangan terbaiknya. Pertarungan yang patut ditunggu-tunggu, Schiacone vs Makoto.
"Kirisaki Makoto, anak dari mantan kru Bajak laut, Kirisaki Meister. Semoga kau bisa memberi perlawanan yang berarti dibanding mereka berdua. Meskipun kau sama bocahnya seperti mereka.." ucap Schiacone dengan nada ejek.
"Harusnya kau ingat umurmu sendiri karena telah memanggil kami bocah. Kau juga seharusnya sama bocahnya seperti kita.." ucap Makoto.
"Hoi, jangan banyak bicara. Kita mulai saja pertarungan ini. Aku sudah tak sabar untuk mengalahkanmu, menyiksamu, dan membunuhmu. Aku sudah menanti-nantikannya sejak beberapa menit yang lalu!!"
Schiacone melebarkan kedua tangannya.
"Keluarkan teriak rasa sakitmu!! Suara teriakan rasa sakit yang kau keluarkan pasti sangatlah merdu!! Aku ingin mendengarkannya.." Schiacone semakin gila.
"Bagaimana kalau kita keluarkan teriakan kesakitan bersama-sama, Schiacone? Sepertinya bagus bagaikan sedang ikut kompetisi paduan suara huahaha.." ucap receh Makoto.
~
Disisi lain, Izumi sudah cukup jauh berlari menuju ke beberapa titik namun tidak menemukan siapapun disana. Lalu, tak lama kemudian, seseorang datang tepat dibelakang Izumi.
"Yo." Seseorang itu menyapa Izumi.
Dia adalah Siena Calcio, salah satu anak buah dari Schiacone. Dengan kekuatan Flying Fish Give You Stunner, apakah dia mampu mengalahkan Izumi?
"Jadi, kau adalah anak buah dari Schiacone, ya? Langsung saja kita gelud, mengalahkanmu dengan cepat berarti diriku ini telah berkembang menjadi sedikit lebih kuat." Ucap Izumi dengan bersemangat. Tanpa basa-basi dia langsung menantang Siena begitu saja.
"Hadeuh, sebaiknya kita pemanasan dulu sebelum bertarung, setelah itu kita bisa bertarung habis-habisan, sampai mati kalau bisa!! Atau.. kau ingin menyerah dan bergabung dengan kami-" ucap Siena.
"Buaghhh!!!" Izumi langsung memukul pipi Siena hingga terpental beberapa meter kebelakang.
"Itu jelas tak mungkin bodoh!!! Aku disini untuk mengalahkan kalian para pengacau!! Kalian seharusnya mendapatkan hukuman yang berat karena apa yang telah kalian lakukan!!!" Teriak Izumi.
"Sialan kau!! Padahal aku lagi bicara, kau main asal pukul saja!! Kau sudah membuatku marah, kalau begitu aku akan menghabisimu dengan cepat!!!" Teriak Siena. Dia pun bangkit dan berdiri kembali sembari memasang raut wajah yang sangat kesal.
Pertarungan antara Izumi dan Siena pun takkan bisa terhindarkan. Apakah Izumi dengan kekuatan es nya berhasil mengalahkan salah satu anak buah terkuat dari Schiacone?
"Sebenarnya aku ingin menghabisimu serta kelompokmu itu sendirian.. Tapi, karena aku baik, aku ingin memberi panggung tersebut kepada teman-teman ku. Jadi, setelah kekalahan Schiacone atas pertarungan nya melawan Mas Makoto, kelompok otomatis akan hancur, dan kalian akan dihukum seberat-beratnya atas perbuatan keji kalian!!!" Ucap Izumi dengan nada sinis.
B E R S A M B U N G