Cosplay

Cosplay
Chapter 445 - [ Spesial ] Runner Of The End VI



Tahun baru...


Mungkin tahun baru bagi pemikiran orang adalah bersenang-senang dengan merayakan pesta kembang api sekaligus merayakan pesta natal, saling bertukar kado entah itu kepada teman, pacar, atau orang terdekat. Tahun baru juga biasa dibuat oleh banyak orang untuk berkumpul bersama keluarganya.


Akan tetapi,


Tahun baru kali ini, begitu mencekam, karena...


Runner of the end merayakan tahun baru dengan caranya sendiri, yaitu dengan melakukan kekacauan yang lagi-lagi menimbulkan banyak korban jiwa kembali.


Di sebuah pusat kota, lagi-lagi terlihat pemandangan ribuan orang yang lari berhamburan dari sosok Schiacone sang Runner of the end, yang kala itu dia sedang melakukan aksi kejahatan besar-besaran bersama anak buahnya.


"Runner of the end telah datang!!! Lari!!"


"Sial!!!"


"Kenapa tahun baru kali ini harus dihancurkan oleh orang sepertinya!!!"


"Terkutuklah kau, Runner of the end!!!"


Vina Breakingnews yang saat itu berada di tengah-tengah kekacauan tengah bersiap-siap untuk melakukan siaran langsung di tempat kejadian perkara.


"Ready!!" ucap sang kameramen.


"Pemirsa, kali ini saya Vina Breakingnews selaku reporter kesayangan kalian sedang berada di tempat kejadian perkara. Seperti yang kalian lihat dibelakang saya, orang-orang sedang melarikan diri dari sosok Runner of the end!! Dihimbau bagi semua orang agar segera mencari tempat yang aman ya!!" Ucap Vina Breakingnews.


"Cut!!!" Ucap kameramen.


"Mbak Vina!! Dibelakang ada Runner of the end!! Ayo kita lari!!!" ucap asisten kameramen.


~


"Huahahahaha!!! Aku heran kenapa banyak orang yang berlari menjauhiku!! Padahal aku hanya ingin merayakan pesta tahun baru bersama kalian!!! Dasar orang-orang aneh!! Huahaha!!!" ucap Schiacone sembari tertawaan terbahak-bahak.


Sekilas, background dari Schiacone terlihat pemandangan beberapa bangunan yang terbakar disertai awan gelap yang menyelimuti sekitar, dan membuat suasana semakin mencekam.


"Mereka ini memang tak tahu bagaimana cara yang benar untuk merayakan sebuah pesta, Schiacone-san." Ucap Siena Calcio.


"Benar... Seharusnya mereka juga ikut bergabung dengan kita untuk merayakan pesta tahun baru dengan memanggang tubuh manusia!! Sungguh mengerikan!!" Ucap Reggina Calcio.


Oey, Reggina. Seperti biasa kau sungguh sadis. Apa kau tidak takut dengan adanya karma?" Tanya Piacenza Calcio.


"Huh? Karma? Apa kau ini orang yang religius sampai membicarakan tentang karma? Aku mah masa bodoh tentang hal itu.." ucap Reggina.


"Schiacone-san, apa aku boleh terbang kembali? Aku tidak terbiasa berjalan di tempat seperti ini.." ucap Esu-Esu Lazio.


"Sabar, Esu. Jarang sekali kita merayakan pesta tahun baru bersama kan? Pesta yang sebenarnya akan segera dimulai.." ucap Schiacone.


"Esu, memang pemandangan udara itu sangat memanjakan mata, tapi bersabarlah, saat ini kita berada di panggung besar yang akan menjadi pusat perhatian banyak orang!! Kita akan dikenal sebagai orang-orang kuat!!" Ucap Khievo Perona.


"Semuanya!!! Pesta terbesar akan segera dimulai!! Jadi, persiapkan diri kalian!!!" Ucap Schiacone dengan semangat.


Masa depan akan semakin runyam bila sosok Runner of the end ini menguasai semua tempat. Disaat itu terjadi, maka tidak ada tempat yang aman untuk berlindung. Ini seperti riwayat orang-orang akan segera tamat.


~


Sementara itu, tak berselang lama kemudian. Sesuatu yang tak pernah diharapkan oleh umat manusia pun terjadi.


Kelompok yang dipimpin oleh Runner of the end membuat kekacauan di malam tahun baru ini. Meski kelompok tersebut sudah beberapa kali dicegat dan dikepung oleh pihak keamanan kota setempat, mereka berhasil mengalahkannya dengan mudah.


Ini adalah sebuah bencana. Bencana yang akan terus mengalir bila tidak ada tembok pembatas yang menghalanginya. Bencana dari segala bencana, Runner of the end..


Schiacone, sekali berlari melewati gerombolan orang, badai datang dan langsung menghancurkan apapun yang dilewatinya.. dan membuat korban jiwa semakin terus berjatuhan.


Sekilas, Schiacone lagi-lagi dikepung oleh pihak keamanan kota setempat. Namun, dia berlari lalu menciptakan badai, dan menghempaskan semua yang dilewatinya. Kini Schiacone tak mau bermain-main seperti saat melawan Izumi.


"S-sial.. dia kuat sekali.." ucap salah satu petugas keamanan yang terkapar dengan bersimbah darah disekujur tubuhnya, "Siapapun.. ka-kalahkan dia-"


"Jrottt!!!" Schiacone langsung menusuk punggung petugas keamanan tersebut hingga menembus jantungnya.


"Kata-kata terakhir yang tidak indah sama sekali. Kau berharap ada orang yang mengalahkanku, jangan omong kosong. Aku adalah yang terkuat, Schiacone sang Runner of the end.." ucap Schiacone.


Ledakan demi ledakan terus terdengar di setiap sudut kota tersebut akibat serangan dari anak buah Schiacone yang telah menyebar ke segala penjuru kota.


Sejarah kelam yang sangat mengerikan, bahkan pihak keamanan kota setempat tidak mengatasi Schiacone dan kawan-kawan. Masyarakat sedang membutuhkan sosok seorang pahlawan.


~


Berita tentang serangan dari Kelompok Schiacone pun sudah menyebar luas ke beberapa kota tetangga, termasuk ke kota yang disinggahi Izumi saat ini.


Izumi dan Ayase yang saat itu tak sengaja jalan bersama untuk datang ke festival tahunan pun terkejut atas berita tersebut. Mereka berdua tampak memasang raut wajah serius.


"Schiacone, si Runner of the end itu.. apa yang dia lakukan ditengah-tengah malam tahun baru begini. Kalau sudah begini, aku tidak bisa tinggal diam begitu saja, Ayase.." ucap Izumi.


"Mereka memang iblis, tidak berperikemanusiaan. Kalau bukan kita yang mengalahkan, lantas siapa lagi? Bahkan pihak keamanan setempat tidak bisa mengatasinya." ucap Ayase.


"Tunggu!! Takkan kubiarkan kalian berdua bertindak sembrono lagi!!" Makoto datang dibelakang mereka berdua dan mencegatnya.


"Mas Makoto?!!"


"Kalau kalian berdua pergi kesana, kalian akan tetap kalah. Aku juga akan ikut, dan membawa beberapa orang yang kuat untuk melawan mereka." Ucap Makoto.


"Sugoi!!! Mas Makoto akan beraksi!! Pasti seru nih!!" Teriak Izumi dengan kedua matanya yang berbinar-binar. Ia terpukau karena Makoto akan ikut beraksi alias bertarung bersamanya.


"Izumi.. Ayase.. kita akan melawan mereka, dan mengalahkan mereka. Ini adalah pertarungan hidup dan mati, jadi persiapkan tekad dan mental kalian. Karena sebentar lagi kita akan melawan Runner of the end.." ucap Makoto dengan wajah serius.


"Yeah!!! Aku sudah tak sabar untuk membalas kekalahanku nanti!! Awas saja kau Runner of the end!!!


Izumi, Ayase, dan Makoto sudah membulatkan tekad untuk membasmi kelompok yang dipimpin oleh Schiacone Sang Runner of the end. Pertarungan yang akan menentukan masa depan akan segera dimulai. Kemenangan antara kedua belah pihak akan membuat jalan masa depan yang berbeda. Masa depan yang mencekam atau masa depan yang indah? Dua pilihan itu akan ditentukan oleh hasil dari pertarungan itu nanti.


B E R S A M B U N G