Cosplay

Cosplay
Chapter 250 - Cinta Yang Bergejolak Karena Sebuah Pandangan Pertama!



Selain Luis Da Silva, Natasha Costarican yang merupakan anggota dari Tim Elite Number One pun tak menyangka kalau pemimpin mereka berhasil dikalahkan. Dan, kekalahan Hristov adalah sebuah tanda dari kemenangan kubu Aliansi dan berakhirnya perang besar tersebut.


"Tak mungkin kan? Aku tidak percaya ini, apakah Bajak Laut Hristov sudah berakhir hari ini juga?" ucap Natasha.


Setelah itu, Natasha pun langsung berjalan tanpa arah dengan hatinya yang telah diselimuti oleh rasa putus asa. Ia berpikir tentang masa depannya kelak, Natasha tampak kebingungan setelah kekalahan Hristov.


Disaat Natasha berjalan tanpa arah, tiba-tiba sebuah mobil datang dari depan. Dan, mobil tersebut bergerak cepat seolah-olah akan menabrak Natasha. Selang beberapa detik, terlihat Speed yang mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya dan berteriak.


"Minggir..!!"


Teriakan Speed pun sontak membuat Natasha berteriak ketika mobil yang dikendarai oleh Speed akan menabraknya, "Kyaaaa..!!" Kyaaa? Ah sepertinya itu bukan teriakan ala-ala sinetron. Tapi tunggu dulu, bisa jadi Kyaaa adalah teriakan khas dari sinetron Jepang. Eh? Tapi, kok jadi malah film sinetron yang dibuat versi teks nya. Sialan, sepertinya Author menjadi tidak jelas kali ini!!


Ketika mobil yang dikendarai oleh Speed akan menabrak Natasha. Tiba-tiba, secara reflek, Natasha pun tersandung oleh batu kecil yang berada didekatnya dan membuatnya terjatuh ke samping disaat mobil yang dikendarai Speed melewatinya begitu saja.


"Jduakk.." Sekilas, terlihat kepala Natasha yang terbentur oleh tanah dan membuat pendarahan pada kepalanya. Seketika, Natasha pun langsung tergeletak di tanah dengan kondisi tak sadarkan diri.


Disisi lain, Speed pun langsung menghentikan mobilnya dan turun lalu berlari menuju kepada Natasha yang tergeletak di tanah dengan pendarahan yang berada dikepalanya. Ia berpikir dirinya telah menabrak Natasha hingga membuatnya tak sadarkan diri.


"Nona..!!"


Ketika Speed sudah berada di dekat Natasha, ia pun langsung menggoyang-goyangkan pundak Natasha dengan rasa bersalah, Speed mencoba untuk membangunkan Natasha yang tak sadarkan. Tapi, semua yang dilakukannya pun sia-sia dan tak membuat Natasha terbangun.


Speed pun semakin panik karena diselimuti oleh rasa bersalahnya, mungkin dirinya akan diselimuti rasa bersalah seumur hidup bila membiarkan seorang wanita mati karena perbuatannya. Ketika Speed merasakan sebuah jalan buntu dalam pikirannya, ia pun langsung menatap wajah Natasha yang sedang tak sadarkan diri.


Entah apa yang terjadi, hatinya mulai dag-dig-dug, seolah-olah hatinya berdetak kencang disertai dengan perasaan aneh yang timbul di dalam hatinya.


Setelah menatap wajah Natasha, ia pun mengalihkan pandangannya dan menatap bibir Natasha. Speed mulai berpikir, Sepertinya Nona cantik ini butuh nafas buatan? Pikirnya. Speed pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Natasha dan bersiap untuk memberikan nafas buatan. Sekilas, terdengar suara musik instrument yang cukup menegangkan.


"Hoey, Author..!! Kenapa tiba-tiba terdengar musik instrumen yang menegangkan?! Kau membuatku sedikit tegang dan grogi ketika hendak memberikan Nona cantik ini nafas buatan, seharusnya kau memberikan adegan ini dengan musik romansa seperti yang ada di film-film romance..!!"


Hadeh, padahal kau cuma karakter sampingan di cerita Cosplay, tapi banyak maunya. Cosplay kan cerita bajak laut, bukan cerita romance seperti terpaksa menikah.


"Sudahlah, turuti saja kemauanku, dan yang terpenting, kenapa narasimu mulai menjadi tidak jelas oi..!! Fokus saja kembali ke narasi tapi yang instrumen menegangkan diganti dengan instrumen yang bernuansa romansa, okey?"


Hadeh, baiklah, aku akan mengulangi narasinya lagi. Setelah menatap wajah Natasha, ia pun mengalihkan pandangannya dan menatap bibir Natasha. Speed mulai berpikir, Sepertinya Nona cantik ini butuh nafas buatan? Pikirnya. Speed pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Natasha dan bersiap untuk memberikan nafas buatan. Sekilas, terdengar suara musik instrument yang bernuansa ala-ala romansa.


"Pangeran?" Sebuah kata terlontar dari mulut Natasha ketika melihat Speed.


"Pangeran? Aku bukan seorang pangeran..!!" tegas Speed.


"Tidak, kau adalah pangeran, aku adalah kekasihmu..!!" ucap Natasha.


Speed pun kebingungan ketika melihat Natasha yang secara tiba-tiba memanggilnya sebagai pangeran. Jangan-jangan, dia amnesia karena aku telah menabraknya? Pikirnya.


Sfx : Siang beriman♪~ Malam amnesia♪~


[Musik GIGI - Amnesia]


Seketika terdengar musik yang semakin mendramatisir adegan dimana Natasha yang amnesia.


"S-sialan, aku terimakasih kepadamu, Author. Walaupun aku seorang karakter sampingan, tapi kau membuat adegan romance untukku..!!


Selang beberapa detik, Natasha pun kembali tak sadarkan diri dan pingsan kembali. Melihat hal tersebut pun sontak membuat Speed menjadi cukup panik. Ia meratapi kepanikannya dengan meremas-remas rambutnya.


"Kalau di film-film romance, saat ini adalah sebuah adegan yang telah mencapai klimaksnya. Aku akan segera membawanya ke rumah sakit, lalu aku akan menjadi pahlawan untuknya..!! Aku tidak boleh menyia-nyiakan adegan romance yang telah diberikan oleh Author kepadaku ini..!!"


Tanpa basa-basi, Speed pun langsung menggendong Natasha dan memasukkannya ke dalam mobilnya. Lalu, ia pun langsung bergegas menuju ke rumah sakit terdekat, ya walaupun ia berkata ke rumah sakit terdekat, akan tetapi disekitar sini tidak ada rumah sakit. Alhasil, ia pun membawa Natasha ke lokasi medis kubu Aliansi.


Berbeda dengan Speed yang mendapat adegan romansa. Kini, terlihat Takumi yang merupakan anggota dari Tim Elite Number One yang sedang meratapi kesedihannya karena juniornya, Janston, yang terluka parah karena dihajar habis-habisan oleh Alonso.


Saat ini, Takumi duduk di dekat Janston yang tergeletak di tanah dengan luka parah disekujur tubuhnya. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Lalu, ia pun berkata, "Ah, maafkan aku karena tidak bisa melindungimu. Lagipula, kenapa kau berpikiran akan meninggalkan perang. Tapi, kata-kata itu benar juga, Bajak Laut Hristov telah kalah."


Sementara itu, disisi lain, terlihat Fleet Admiral Qilin yang telah berdiri di pesisir pantai dan akan bergegas menuju ke lokasi medan perang berada.


"Aku tidak mendengar apapun, sepertinya perang telah berakhir?"


BERSAMBUNG