Cosplay

Cosplay
Chapter 272 - Membeku.



Kapal bajak laut Kurama dan Cosplay pun terombang-ambing dan terjebak dalam pusaran air yang diciptakan oleh Kapten Hirn. Tampak dari mereka yang panik, disisi lain beberapa orang seperti Yoshino, Kenkomura, Izumi, dan Hozuki mencoba untuk bersikap tenang.


"Wuahahahaha..!!" Terdengar suara tawa Kapten Hirn yang begitu keras hingga terdengar di telinga Hozuki dan Izumi. Nampaknya, Kapten Hirn merasa bahwa kedua bajak laut itu telah mengalami jalan yang buntu, "Bagaimana?! Apa kalian bisa bebas dari pusaran air itu?!"


Sementara itu, Izumi dan Hozuki masih mencari cara untuk keluar dari pusaran air yang cukup mengerikan ini. Akan tetapi, Davidestorm yang tampak panik, tak sengaja ia berkata, "Izumi!! Cepat bekukan airnya..!! Kita bisa mati tenggelam tanpa melakukan apapun..!!"


"...... Membekukan laut ya? Benar juga, seperti aku membekukan gelombang tsunami yang akan menerjang medan perang waktu di Hirsley Bulgarian itu.." Izumi mulai teringat dengan apa yang ia lakukan pada saat di Hirsley Bulgarian.


Hozuki sedikit gak ngeh dengan perkataan yang diucapkan oleh Izumi, "Kau di Hirsley Bulgarian? Di tempat perang antara Bajak Laut Hristov dan Angkatan Laut berlangsung?"


Izumi pun hanya menghiraukan perkataan Hozuki dan memilih untuk tidak menjawab. Lalu, ia pun mengarahkan kedua tangannya ke pusaran air dan, "Ice-Ice No Ice Age..!!"


Dalam sekejap, pusaran air tersebut pun mulai membeku. Dan, bekuan tersebut itu pun merembet meluas dan membuat kapal bajak laut Cosplay, Kurama, dan Departemen Satwa tidak bisa bergerak karena lautan tiba-tiba membeku dan menjadi es.


Semua orang yang berada di kapal bajak laut Cosplay, Kurama, dan Departemen Satwa pun terkejut ketika melihat Izumi yang berhasil membekukan lautan agar bisa terbebas dari pusaran air.


"Sugoi.." Hozuki sedikit terpana dengan kekuatan Izumi yang sedikit berkembang, "Kau membekukan lautan, Izumi.."


"Lautnya membeku?! Ini adalah sesuatu yang supersss!!!" ucap Franksboy dengan gaya anehnya.


Terlihat Izumi yang mulai mengeluarkan keringat ketika membekukan lautan, nampak seolah-olah seperti staminanya yang terkuras cukup banyak. Melihat hal itu, Hozuki pun bertanya, "Apa kau tidak apa-apa, Izumi?"


"Ya.."


Sementara itu, Kapten Hirn tak menyangka Izumi membekukan lautan agar bisa terbebas dari pusaran air yang berhasil menjebak mereka, bajak laut Cosplay dan Kurama.


"Dia gila ya? Membekukan lautan seperti ini? Aku tidak tahu kalau Izumi itu bisa membekukan lautan dengan kekuatan esnya." ucap Kapten Hirn, "Hoi..!! Cepat berbalik, rencana berubah!!" Suruh Kapten Hirn terhadap pengemudi kapal Departemen Satwa.


"Ma-maafkan aku, Kapten!! Tapi, kapal kita terjebak dalam lautan yang membeku ini!!"


Kapten Hirn pun langsung melompat ke lautan yang membeku, ia berpijak, lalu berjalan mendekat ke kapal bajak laut Cosplay dan Kurama dengan raut wajah yang sedikit kesal.


Disisi lain, Izumi dan juga Hozuki pun juga ikut turun dari kapal dan berjalan mendekat ke arah Kapten Hirn. Mereka berdua terlihat cukup bersemangat.


"Hoey, Hozuki.. bersiaplah. Jangan sampai kau jadi beban padaku.." ucap Izumi.


"Siapa yang kau sebut beban? Tentu saja aku tidak akan menjadi beban seperti yang kau ekspetasikan.." ucap Hozuki.


"Kalian berdua.. menarik sekali. Jangan kira kalian berdua bisa mengalahkanku dengan mudah ya. Karena, aku akan menangkap kalian berdua.." ucap Kapten Hirn.


Izumi dan Hozuki pun saling berhadap-hadapan dengan Kapten Hirn. Sementara itu, diatas kapal bajak laut Kurama..


"Sepertinya tidak usah, nanti malah kita yang akan menjadi beban bagi mereka berdua. Biarlah para kapten itu yang mengurusnya.." ucap Kenkomura.


Sementara itu, diatas kapal Departemen Satwa..


"Kapten..!! Kapten..!! Kapten akan bertarung melawan pemimpin dari dua bajak laut itu!! Sepertinya aku akan membantunya..!!" ucap Pinoccio, ia mulai berjalan dan mencoba untuk turun dari kapal. Akan tetapi..


"Hehey tuan hidung panjang, sebaiknya kita pantau dari sini terlebih dahulu saja. Apa kau tidak lihat? Para kapten dari kedua belah pihak akan bertarung satu sama lain? Ini adalah sesuatu seperti Big Match..!!" ucap Sinderella.


"..... Hmm, benar juga. Mereka bertiga adalah kapten. Tapi, kalau aku melihat kapten sedang terdesak, aku akan langsung turun dan membantu Kapten.."


"Lagipula, Kapten Hirn belum memberi kita aba-aba untuk mulai bertarung. Kita lihat sebentar lagi.." Sinderella mulai tersenyum dan bersemangat.


Kembali lagi di tempat Izumi, Hozuki, dan Kapten Hirn. Mereka bertiga saling bertatapan dari jarak yang cukup dekat dan bersiap untuk bertarung. Akan tetapi, tiba-tiba kejadian aneh pun terjadi..


Tiba-tiba langit kembali menjadi gelap, angin berhembus semakin kencang, seolah-olah badai akan datang kembali. Bahkan, sekilas nampak es yang telah membekukan lautan mulai retak dari jarak yang cukup jauh dari Izumi dan Hozuki, "Krak.."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Aku merasakan sesuatu yang buruk, Izumi.." ucap Hozuki sembari mengamati langit.


"Benar, aku juga merasakan firasat buruk akan datang menimpa kita.."


Sementara itu, Kapten Hirn juga cukup terheran-heran dengan apa yang terjadi saat ini. Dan..


Tiba-tiba beberapa tentakel raksasa muncul ke permukaan dari lautan yang telah membeku. Terlihat tentakel tersebut yang berukuran raksasa, seketika membuat terkejut semua orang. Dan, sekilas terdengar teriakan dari Franksboy yang mengatakan, "Itu Kraken..!!"


"Apa? Kraken?!" Izumi dan Hozuki pun terkejut, namun mereka tidak mengetahui apa itu Kraken, mereka berdua pun langsung berlari bergegas untuk segera naik ke kapal.


Sementara itu, Kapten Hirn pun hanya terpengangah melihat tentakel raksasa yang muncul dari lautan, "Hebat.. inikah tentekal dari makhluk legenda, Kraken?"


"Woi, kapten!! Cepat naik keatas kapal, perubahan rencana!! Cepat naik atau tidak sama sekali, Kapten..!!" teriak Pinoccio.


"Ah, benar juga.." Kapten Hirn pun langsung berlari menuju ke kapal Departemen Satwa. Akan tetapi, sesuatu yang tak terduga pun terjadi. Terlihat salah satu kaki Kapten Hirn yang sudah terlilit oleh tentakel tersebut, "Eh?"


"Kapten, kakimu..!!"


"Gawat..!! Aku bisa mati kalau tertangkap oleh Kraken ini...!!" Kapten Hirn pun mulai panik ketika menyadari bahwa salah satu kakinya telah dililit oleh tentakel dari Kraken.


B E R S A M B U N G