
Xia terkejut ketika dirinya berada di dalam sebuah penjara yang cukup gelap, kumuh, dan sekilas ia melihat beberapa kepala tengkorak di sudut-sudut penjara. Xia sedikit ketakutan, tapi dia menahan rasa takutnya.
"Aku telah diculik oleh Pemerintah, seperti kasus-kasus orang hilang lainnya. Kalau aku tidak bisa keluar dari sini secepat mungkin, mereka akan segera membunuhku.." ucap Xia.
Lalu, ia pun berjalan ke arah sebuah gembok yang mengunci penjara, Xia mencoba mengotak-atik gembok tersebut agar bisa terbuka. Namun, gembok tersebut sulit untuk dibuka, terpaksa Xia pun harus mencari cara lain.
"Sepertinya aku harus memotong gembok ini agar aku bisa keluar dari penjara ini-" ucap Xia. Lalu, ia dikejutkan dengan seseorang yang membuka pintu di depan penjara yang masih terkunci rapat.
Seseorang telah datang untuk melihatnya, dia adalah Konstantine Babenko. Dia mendekat ke penjara Xia, tersenyum licik, dan berkata, "Xia Wakarimashita, tak kusangka kau akan berada di dalam penjara itu. Apa sekarang kau berencana untuk merusak gembok ini agar bisa keluar dari Penjara mengerikan ini?"
"Tak kusangka kau memakai cara licik seperti ini hanya untuk menangkapku. Setelah aku bebas dari penjara ini, aku akan menghancurkanmu serta menghancurkan ketidakadilan yang menyelimuti Negara ini." ucap Xia dengan nada kesal.
"Oh tidak, aku takut." ucap Babenko dengan nada takut yang telah dibuat-buat nya sebagai ejekan terhadap Xia.
"Cih.."
"Oey, Xia. Apa kau mau bebas? Aku bisa membebaskanmu sekarang juga loh, tapi aku ingin sedikit berbincang-bincang padamu." ucap Babenko.
"Apa?!"
"Sebenarnya ada dua pilihan sih setelah kau berhasil diculik dan tertangkap disini. Pertama kau akan di eksekusi mati secara rahasia, atau yang kedua kau akan dikirim ke Pemerintah pusat."
"Apa maksudmu dengan dikirim ke Pemerintah pusat, Babenko sialan?!"
"..... Ya, aku tidak mengerti dengan permintaan Pemerintah yang memintaku membawa banyak orang kepadanya. Entah apa yang akan dia lakukan kepada orang-orang itu. Dan yang terpenting, aku dibayar mahal olehnya. Jadi, apa boleh buat."
"Pemerintah pusat, kepada siapa?"
"Presiden. Dia itu Presiden yang aneh, tapi dia sama seperti kita suka melakukan hal kotor demi mendapatkan uang. Tapi, dia lebih tertutup dan enggan membuka dirinya ke hadapan publik. Aku juga sedikit tak mengerti dengan si Presiden itu, kenapa dia bisa menjadi seorang Presiden Negara ini ya.." Babenko menggeleng-gelengkan kepalanya.
"....." Xia masih menyimak perkataan Babenko.
"Dalam waktu dekat ini sebenarnya aku ingin melawan Pemerintah pusat, aku ingin mengambil ahli pemerintah di Negara ini secara penuh. Demi agar aku menjadi sosok Presiden di Negara ini. Tapi.. orang-orang sepertimu itu sedikit mengangguku, bahkan muncul nama Pasukan Revolusi. Eh, apa kau tahu apa yang terjadi dengan Feuer City setelah kau diculik?"
"Huh? Tu-tunggu dulu, apa kau-"
"Ya!!! Orang-orang suruhan Fischl telah menghancurkan tempat itu!! Pasukan Revolusi telah hancur!! Huahahaha!!"
Setelah mendengar perkataan dari Babenko, Xia pun terjatuh dalam posisi duduk karena syok mendengar fakta yang ada.
"Mengetahui apa?!"
"Sosok orang yang telah mendirikan Pasukan Revolusi itu sendiri. Bahkan, orang-orang di Feuer City gak mengetahui hal itu, apa kau yakin, pasukan Revolusi telah hancur? Apa kau tidak pernah berfikir kalau Pasukan Revolusi itu sudah ada dan menyebar ke seluruh penjuru Negara ini secara rahasia, dan akan muncul disaat waktu yang tepat."
"Sialan kau, Xia. Kau mencoba membuatku terprovokasi ya?!"
"Tidak. Kalau kau berperang melawan Pemerintah pusat. Menang atau kalah, itu akan membuat kelengahan diantar kedua belah pihak, bisa saja Pasukan Revolusi muncul disaat-saat itu, dan point terpenting disini, kau akan gagal menjadi Presiden. Keadilan pada Pasukan Revolusi yang akan memenangkannya.." ucap Xia sembari tersenyum licik.
Babenko memasang raut wajah panik, dia *******-***** rambutnya, "Tidakk!! Hentikan ucapanmu itu, Xia!!!" teriak Babenko. Kemudian ia pun langsung membuka gembok yang mengunci penjara Xia, "Pergilah, Xia!! Aku tak ingin mendengarkan celotehan mu itu!! Cepat pergi!!!"
"Ya. Itu yang aku harapkan.." Setelah pintu penjara itu terbuka, Xia pun langsung berjalan keluar. Dia berjalan ke arah sebuah pintu terbuka dihadapannya lagi. Lalu, dia melihat sebuah lorong panjang berliku-liku seperti sebuah labirin.
Xia menelusuri lorong-lorong tersebut untuk mencari jalan keluar, dilain itu, Xia pun heran kenapa sosok seperti Babenko terlalu gampang untuk di provokasi hingga menjadi ketakutan seperti itu.
"Kukira dia orang yang tangguh, ternyata orang yang lemah. Aku jadi tak usah repot-repot untuk membuka pintu penjara itu." ucap Xia.
Xia terus menelusuri lorong. Tetapi, cukup lama dia sudah menelusurinya tapi belum menemukan jalan keluar sama sekali.
"Lorongnya ini sangat rumit sekali. Wajar saja dia bilang akan mengeksekusi mati orang-oranh yang kontra terhadapnya secara rahasia. Dia memang biadab, jahat, tak ada bedanya dengan iblis!" Xia pun geram terhadap Babenko.
Beberapa saat kemudian, setelah cukup lama Xia menelusuri lorong, tiba-tiba Xia melihat secercah cahaya dari kejauhan. Melihat hal itu, harapan kebebasan sudah berada di depan mata. Xia langsung berlari mendekat ke arah cahaya itu.
"Itu dia!! Akhirnya aku bisa bebas dan bertemu kembali dengan kalian, Xianfeng! Pilkington! Dapidson!! Tunggu aku!!"
Ketika Xia melewati pintu keluar itu. Xia pun merasakan hembusan angin yang cukup menyegarkan. Tetapi, raut wajahnya berubah menjadi tak bersemangat setelah melihat ke sekitarnya.
"A-apa? Tak mungkin. Kalau begini sih, aku takkan bisa pergi dari disini. Sialan, Babenko benar-benar telah mempermainkanku.." ucap Xia.
Xia terkejut karena melihat di sekitarnya dikelilingi oleh tembok raksasa, dan sebelum mencapai tembok raksasa itu terlihat sebuah lautan berombak yang cukup ganas. Sekilas, Xia juga melihat sebuah gerbang raksasa yang berada tiga ratus meter dari hadapannya.
Kemudian, tiba-tiba Babenko datang dibelakang Xia. Babenko tampak memasang raut wajah senang dengan senyuman licik khasnya.
"Huahahahaha!!!" Babenko tertawa terbahak-bahak, "Xia Wakarimashita!!! Bagaiman?! Kalau kau ingin bebas, maka cobalah untuk melewati gerbang raksasa itu huahahaha!! Dan yang terpenting adalah aku tidak takut dengan pasukan revolusi yang kau katakan, karena aku ini kuat!!"
Saat ini Xia berada di pulau tak bernama yang terletak di arah laut Utara yang tak jauh dari Working City. Dahulu kala, pulau ini dijuluki sebagai pulau Keadilan. Dan gerbang Raksasa yang menjadi jalan keluar masuk ke pulau ini telah diberi nama Gerbang Keadilan atau Gate Of Justice.
B E R S A M B U N G