
Schuikhov berhasil mengalahkan Anterwep dengan cukup mudah menggunakan kekuatan tidurnya yang telah bangkit. Sementara itu, Davidestorm juga telah mengetahui fakta tentang Anterwep. Dimana, kekuatan Anterwep ialah berubah menjadi seekor semut kecil.
Ketika akan menyerang Anterwep, ia pun langsung berubah menjadi seekor semut kecil dengan cepat sehingga seolah-olah lawan akan mengira bahwa Anterwep menggunakan kekuatan menghilang, namun hal tersebut adalah salah besar.
Setelah Schuikhov berhasil mengalahkan Anterwep dengan tebasan pedangnya. Ia pun langsung tertidur pulas di tengah-tengah Medan perang. Melihat hal itu, Davidestorm pun mencoba bangkit dan berdiri kembali.
Setelah Davidestorm berdiri kembali, ia pun berjalan perlahan ke arah Schuikhov yang tertidur pulas. Setelah itu, Davidestorm pun langsung membawa Schuikhov naik ke atas robot dimana Jou berada juga.
"Paman, kau telah berusaha. Jadi, istirahatlah sepuasmu, aku akan melindungimu dari pasukan Hristov." ucap Davidestorm.
*****
Sementara itu, perang besar yang berlangsung di Hirsley Bulgarian sudah berlangsung cukup lama. Pasukan Aliansi dan Pasukan Bajak Laut Hristov bertempur dengan begitu sengitnya.
Lalu, disisi lain, tepatnya di suatu Medan perang, di tempat Maki yang sedang melindungi Kai dari salah satu Pasukan Tim Elite Number One Bajak Laut Hristov, Matos Pambuchano.
Terlihat, puluhan gelembung permen karet yang melayang-layang disekitar Maki dan Kai yang sedang tertidur pulas. Ya, gelembung permen karet tersebut diciptakan oleh Matos dan bersiap meledak kapanpun sesuai kehendak Matos.
"Hei..!! Apa kau bisa lari dari gelembung permen karetku ini? Gelembung ini akan meledak kapanpun loh.." ucap Matos sambil mengunyah permen karet di dalam mulutnya.
Lalu, Maki pun memasang raut wajah sedikit panik ketika melihat puluhan gelembung permen karet yang melayang-layang di sekitarnya. Sesekali, ia juga menoleh ke arah Kai yang tergeletak tidur disebelahnya.
"Wah-wah, ternyata kau sudah mengepungku dengan puluhan gelembung permen karetmu agar aku tidak bisa kabur ya? Kau cukup cerdik juga." ucap Maki.
"Tentu saja, aku takkan membiarkanmu membawa lari temanmu yang sudah mengalahkan Louis-san. Aku akan membunuhnya disini, aku akan melepaskanmu bila kau bersedia memberikan temanmu itu padaku." ucap Matos.
"Huh? Memberikan temanku kepadamu? Yang benar saja, lebih baik aku mati daripada membiarkan temanku mati ditangan kotormu itu." ucap Maki dengan nada sedikit mengejek.
Mendengar perkataan Maki, sontak membuat Matos sedikit merasa kagum. Ia pun mengangguk pelan, lalu Matos pun tersenyum menyeringai dan bertepuk tangan.
"Menarik, persahabatan ya. Kalau begitu, aku akan membunuh kalian berdua, bagaimana? Itu terdengar seperti cerita yang cukup menarik, ya kan?" ucap Matos menatap tajam Maki sambil tersenyum menyeringai.
Maki pun memasang posisi waspada terhadap Matos. Lalu, ia pun langsung merangkul Kai yang tertidur pulas dan bersiap membawanya untuk pergi dari lokasi tersebut.
Tak berselang lama, Maki pun memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi. Setelah itu, ia kembali membuka kedua matanya dan Maki pun langsung melihat rute kabur dari sela-sela gelembung permen karet cukup besar yang melayang-layang di sekitarnya.
Beberapa saat kemudian, Maki pun mulai melakukan pergerakan pada kedua kakinya dan ancang-ancang bersiap untuk berlari mengikuti garis rute yang ia lihat agar bisa menghindari gelembung permen karet dan kabur membawa Kai ke tempat yang aman.
"Huh? Apa kau sedang melancarkan seranganmu? Ah, aku jadi ngeri.." ucap Matos dengan nada mengejek.
"Laplace no Speed!!"
Maki pun berlari dengan sangat cepat mengikuti garis rute yang ia lihat sambil membawa Kai yang tertidur pulas. Maki berlari dengan begitu lincah melewati sela-sela gelembung permen karet milik Matos. Dan, tak berselang lama, Maki pun sudah berlari dibelakang Matos. Lalu, ia pun segera pergi dari lokasi tersebut.
Matos pun sontak terkejut ketika melihat Maki bisa berhasil melewati gelembung permen karet miliknya, dan secara tiba-tiba sudah berlari dibelakangnya. Ia pun memasang raut wajah yang cukup kesal, lalu Matos pun berbalik ke arah Maki yang sedang berlari menjauh.
"Sialan, kau..!! Takkan kubiarkan kau kabur dariku, kisama..!!" teriak Matos dengan sedikit kesal.
Tak berselang lama, Matos pun membentuk sebuah segel pada jarinya. Kemudian, puluhan gelembung permen karet yang melayang-layang di udara pun langsung bergerak tepat di depan Matos.
Puluhan gelembung permen karet tersebut perlahan mulai menyatu dan membuat satu gelembung permen karet berukuran raksasa. Setelah itu, Matos pun langsung mengarahkan gelembung raksasa miliknya ke arah Maki yang sedang berlari mencoba kabur darinya sambil membawa Kai.
"Jangan harap kau bisa kabur dariku, sialan..!!"
Kemudian, gelembung permen karet raksasa tersebut pun langsung bergerak cepat ke arah Maki yang berlari menjauh dari Matos sambil membawa Kai. Maki pun terkejut ketika menoleh kebelakang, pasalnya ia melihat gelembung permen karet raksasa yang sedang melesat ke arahnya.
"Gawat..!!" Maki pun mencoba untuk berlari sekuat tenaga dari gelembung permen karet raksasa yang sedang mengejar. Akan tetapi, Maki pun tak sengaja tersandung sebuah batu yang berada di depannya dan membuatnya terjatuh tersungkur ke tanah, "Sruokkkk..!!!"
Dan, setelah itu, gelembung permen karet raksasa tersebut langsung mendekat ke arah Maki dan membuat Maki terperangkap ke dalam gelembung permen karet raksasa tersebut bersama Kai.
"Sialan..!! Aku harus segera keluar dari gelembung ini!!" ucap Maki, ia pun memberontak dan memukul-mukul gelembung permen karet tersebut dari dalam. Maki sedang berusaha untuk keluar dari gelembung permen karet raksasa tersebut.
Kemudian, Matos pun terlihat cukup senang ketika melihat Maki dan Kai terperangkap ke dalam gelembung permen karet raksasa miliknya. Lalu, ia pun tersenyum menyeringai dan berkata, "Huahahaha..!! Kau kira bisa lepas begitu saja dari gelembung permen karetku? Oh jelas tidak..!! Jadi, sebentar lagi, aku akan segera meledakkan permen karet raksasa itu dan bersiaplah, kalian berdua akan mati!!"
Mendengar kata-kata Matos, sontak membuat Maki pun menjadi panik dan berpikir keras agar bisa keluar dari gelembung permen karet raksasa ini sebelum diledakkan oleh Matos.
BERSAMBUNG