
Davidestorm, Keikomaru, dan Franksboy terlihat begitu antusias. Mereka bertiga akan segera melakukan rencana yang mereka maksud itu. Namun, apakah rencana mereka bisa berjalan mulus? Ya, patut kita tunggu-tunggu.
"Keikomaru.. Franksboy.. Rencana pelarian ini bergantung pada kita.. Kalau sampai gagal, ini akan berdampak pada masa depan kita nanti." ucap Davidestorm.
Keikomaru mengambil sebuah kapsul kecil dari dalam sakunya, "Ya. Kita tak boleh membuang kesempatan ini begitu saja, jadi mari kita lakukan, Franksboy!! Davidestorm!!" Keikomaru tersenyum semangat.
"Ya..!!!! Superssss!!!" teriak Franksboy.
Davidestorm mengeluarkan kameranya, lalu ia mencari data yang berisi foto sesuatu yang telah ia gunakan saat berada di Hirsley Bulgaria, "Nah ini dia!!!" Davidestorm telah menemukan foto tersebut, "Baiklah, Potograpy Davidestorm No Kamera!!!"
"Cling!!!"
Munculah sebuah helikopter tepat disebelah Davidestorm. Ini adalah helikopter yang ia gunakan saat pertama kali memulai perang melawan Hristov di Hirsley Bulgaria dulu. Sepertinya Davidestorm berencana kabur bersama rekan-rekannya yang lain menggunakan sebuah helikopter.
Sementara itu, Keikomaru melempar kapsulnya ke tanah dan, "Bofff!!!" Kepulan asap tiba-tiba muncul begitu saja, namun sekilas terlihat sesuatu dibalik kepulan asap tersebut.
"Senjata teknologi canggih yang masih dalam proses tahapan penyempurnaan, tak kusangka aku akan menggunakanmu, Rocketto Force!!" Rocketto Force adalah nama dari senjata teknologi canggih milik Keikomaru yang berbentuk sebuah tas roket. Siapa saja yang mengenakan tas roket ini, maka ia bisa terbang bebas di udara.
Disisi lain, terlihat Franksboy yang mengeluarkan sepasang sayap pesawat dari tubuh Cyborgnya, dia juga sudah bersiap-siap untuk terbang.
"Yoshino!!! Cepatlah kemari!!! Ikutlah bersama Keikomaru!!!" teriak Davidestorm dari kejauhan.
Saat itu, Yoshino yang masih dihadang oleh beberapa anggota dari Mytichal Easy pun mendengar teriakan Davidestorm. Mendengar hal itu ia pun memasukkan pedang Black Lotus nya serta pedang Victorie nya ke sarung pedang, "Ada apa Davidestorm?!!" Yoshino berlari ke arah Davidestorm.
Akan tetapi, disaat yang bersamaan, Flower dengan senjata pedangnya menebas Yoshino dari jarak yang cukup jauh, "Batsss!!!!"
"Cih.." Yoshino menarik pedang Black Lotus nya lalu memutar badannya untuk menangkis serangan tebasan pedang dari Flower, "Tyengt!!!" Setelah itu, Yoshino memasukkan pedangnya kembali ke sarung pedang.
Lalu, "Oey!!! Salah satu dari kalian, para bajak laut Shobasoap!! Kemarilah-" teriak Davidestorm.
"Ya!! Aku sudah disini!!" ucap Gyoshimaru yang mengagetkan Davidestorm.
"Kau datang darimana!!!" Davidestorm terkejut dengan kedatangan Gyoshimaru yang secara tiba-tiba berada disebelahnya, "Hadeuh, kau ini mengagetkanku saja. Tapi yasudahlah, yang terpenting, kau ikutlah bersama Keikomaru sekarang."
"Ikut kemana?"
"Sudahlah, jangan banyak bicara. Biar Keikomaru saja nanti yang menjelaskannya. Kita tak punya banyak waktu sekarang.." ucap Davidestorm.
Yoshino juga sudah tiba di dekat Davidestorm. Kini dia bersama dengan Gyoshimaru langsung memegang erat pundak Keikomaru yang saat ini ia sudah memakai tas roket miliknya itu.
"Kalian berdua bersiaplah!!! Three!!! Two!!! One!! Let's go!!!" Keikomaru mengaktifkan tas roketnya, lalu dalam sekejap ia pun langsung melesat terbang jauh di udara, "Wushhhh!!!"
"Woy!!! Sialan!! Kenapa aku harus terbang dengan cara ini!!!" teriak Yoshino yang terkejut tiba-tiba dia terbang cepat di udara begitu saja, bahkan wajahnya seolah-olah tertabrak tekanan angin yang berhembus dari arah berlawanan.
"Turunkan aku!!! Aku phobia ketinggian!! Huwaa!!! Kukira kau tidak akan terbang setinggi ini!!! Padahal disana ada helikopter, kenapa kita tidak naik helikopter saja daripada melakukan sesuatu yang adrenalin seperti ini!!!" teriak Gyoshimaru.
Dari bawah, terlihat Lucia, Shishiwakamaru, Shinmaru, dan Akamaru yang melihat Gyoshimaru terbang tinggi dengan berteriak ketakutan. Spontan mereka berempat pun berkata, "Huh?"
Sementara itu, Davidestorm pun langsung memasuki ruang kemudi helikopter. Seketika, Davidestorm melihat Alice yang masih bertarung lalu dia meneriakinya, "Alice-chan!! Cepat kemarilah!!!"
Mendengar teriakan itu, Alice pun langsung berlari ke arah Davidestorm sembari menghindari lesatan panah dari musuh-musuh yang berada dibelakangnya. Namun, Alice berhasil tepat waktu dan berhasil masuk ke ruang belakang cockpit helikopter.
"Oey, kalian!!! Kru dari Bajak Laut Shobasoap, cepatlah masuk kedalam helikopter!!!" teriak Davidestorm yang mulai menyalakan kemudi helikopter nya.
"Davidestorm-kun!!! Kalau begitu, aku pergi dahulu untuk menjemput mereka!!" ucap Franksboy.
"Ya!!! Kuserahkan padamu, Franksboy!!"
Disisi lain, Lucia, Shishiwakamaru, Shinmaru, Akamaru beserta anjhingnya Kibamaru langsung berlari menuju ke arah helikopter milik Davidestorm.
Sementara itu, dari belakang mereka terlihat Arsh yang berlari mengejar, "Takkan kubiarkan kalian kabur begitu saja!!!! Butterfly Effect : Teleportation!!"
Tiba-tiba Shinmaru yang kala itu masih berlari bersama yang lainnya sekilas melihat seekor ikan yang terbang tepat disebelahnya, ia pun sangat terheran-heran, "Huh? Kenapa ada ikan disebelahku-"
"Bammm!!!" Dalam sekejap Arsh sudah berada di tempat ikan terbang itu berada. Arsh pun langsung memegang kepala Shinmaru lalu menghantamkannya ke tanah, "Bruakk!!!"
"Uaghhhh!!!!"
"Shinmaru!!!"
"Sialan!!!" Lucia pun langsung menendang Arsh dari hadapan Shinmaru hingga terpental, "Shinmaru!! Cepat pergilah bersama yang lainnya!!!" Lucia menarik Shinmaru lalu melemparkannya ke arah Shishiwakamaru dan Akamaru.
"Hah?!! Lalu apa yang akan kau lakukan, Lucia!!??" teriak Shishiwakamaru.
"Aku akan menahan mereka semua, jadi kalian cepat kaburlah!!!" tegas Lucia.
"Tapi...-" ucap Akamaru.
"Tenang saja!!! Aku tidak akan kalah, aku akan segera menyusul kalian!! Jadi, cepat pergilah!!!" perintah Lucia.
"Woy!!! Kalian!!! Cepatlah masuk!!! Kalau kita berlama-lama lagi, mereka akan segera menghancurkan helikopter dan menyia-nyiakan kesempatan untuk kabur!!!" teriak Davidestorm.
Mendengar teriakan Davidestorm itu, Shinmaru pun menjadi sangat kebingungan, perasaan nya campur aduk setelah Lucia ingin menahan para musuh itu sendirian demi dirinya dan yang lainnya bisa kabur. Shinmaru sedikit berlinang air mata dan berkata, "Lucia, berjanjilah bahwa kau akan segera datang ke pelabuhan!!!"
"Ya!!! Aku berjanji!!!" ucap Lucia sembari melirik ke arah Shinmaru dan yang lainnya, ia juga memberikan jempolnya kepada mereka.
Setelah itu, Shinmaru, Shishiwakamaru, Akamaru beserta anjhingnya Kibamaru pun menaiki helikopter milik Davidestorm. Dan, Davidestorm pun langsung saja mengemudikan helikopter nya itu dan terbang ke udara. Mereka akhirnya sudah bergerak menuju ke pelabuhan yang berada di Victoria Town.
Sementara itu, Lucia menarik pedangnya kembali untuk bertarung melawan ratusan kroco, ditambah beberapa petinggi dari Serikat Lunarian berada disana.
Arsh saat itu pun langsung tersenyum licik melihat ke arah Lucia, "Apa kau sedang bermimpi ingin mengalahkan kami semua sendirian saja? Tak kusangka kau rela berbohong dan berkorban demi menyelamatkan teman-teman sampahmu itu.."
"Ya. Pengorbananku kali ini takkan sia-sia." ucap Lucia dengan tegar.
"Stttsss!!!" Tiba-tiba Arsh sudah berada didepan Lucia dan hendak menebasnya dengan pedang, "Rasakan ini!!"
Akan tetapi, dengan cepat, Lucia tiba-tiba menghilang begitu saja dari hadapan Arsh. Hal itu sontak membuat Arsh dan yang lainnya sangat kebingungan.
"Huh? Menghilang?" gumam Arsh.
B E R S A M B U N G