Cosplay

Cosplay
Chapter 341 - Counter Attack



"Soap-Soap No Deadly Gun!!!"


"Amazone Sun Flower!!!"


Shoba melesatkan cukup banyak sabun batang ke arah Himawari dengan cukup cepat dari kedua telapak tangannya. Ketika jarak antara sabun batang serta Himawari itu semakin dekat, sabun batang tersebut mengubah bentuknya dari balok menjadi kerucut yang tajam. Himawari tak tinggal diam dan mengeluarkan teknik Amazone Sun Flower, dimana ia menciptakan dua bunga matahari setinggi 3 meter, lalu mekar bagaikan sebuah perisai yang siap menghalau segala serangan.


"Tak seperti biasanya kau bertahan, Himawari. Apa kau takut terhadap seranganku kali ini?" Dengan posisi kuda-kuda bertarung, Shoba masih sempat-sempatnya mengejek Himawari. Kini Shoba sudah belajar dari pengalaman masa lalu ketika berhadapan dengan Himawari di Rose Town.


"Aku bertahan bukan berarti diriku takut terhadap seranganmu. Padahal kau sudah tidak punya banyak waktu untuk mengejar Shion dari tangan Groombridge, tapi kau masih menyempatkan dirimu untuk mengejekku. Pria yang tidak masuk akal..-" ucap Himawari.


"..... Ya, aku merasa bahwa diriku akan berhasil menang melawanmu!!! Soap Hammer!!!" Tanpa diduga-duga, Shoba melompat ke hadapan Himawari sembari memegang palu raksasa yang terbuat dari kekuatan sabun miliknya. Shoba bersiap menghantamkannya ke Himawari.


"Blaarrrrrrkkkkk!!!" Palu raksasa sabun Shoba hanya mengenai tanah dan membuat keretakan yang cukup parah setelah Himawari berhasil menghindar dengan cara melompat salto kebelakang.


Lalu, tak berselang lama pun merapalkan kedua telapak tangannya dan membuat sebuah segel di udara, "Evolution Sun Flower!!!" Muncullah kembali bunga matahari setinggi lima meter.


Akan tetapi, bunga matahari yang muncul kali ini tampak berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, bunga matahari yang baru saja muncul dari segel lingkaran seperti layaknya seekor monster. Bagaimana tidak? Bunga matahari ini mempunyai mulut serta banyak gigi taring yang tajam dan siap untuk mengoyak atau memakan siapapun yang berani mendekatinya.


"Sunicchi!! Dia adalah monster bunga matahari peliharaanku!! Kau pasti terkejut kan, Shoba? Kuharap kau tidak menangis dan merengek ke mamamu untuk minta tolong.." ucap Himawari.


"Jangan bodoh!"


"Slerrpppp!!!" Sunicchi menjulurkan lidah panjangnya ke arah Shoba. Cukup diketahui, bahwa lidah Sunichhi memiliki zat cairan beracun yang lengket, bahkan kelengkatannya melebihi lem pada umumnya. Sunicchi juga dijuluki sebagai tanaman buas.


Shoba melompat berputar-putar di udara untuk menghindari lidah Sunicchi yang menghampirinya. Lalu Shoba pun mendarat ke tanah kembali untuk melesatkan serangan balasan, "Soap No Skating!!!" Seperti layaknya teknik Ice Skating milik Izumi, Shoba pun bisa meluncur seolah-olah sedang bermain permainan Ski. Ketika Izumi meluncur mengandalkan licinnya es, kini Shoba meluncur ke arah Himawari mengandalkan licinnya sabun.


"Soap Strike!!!" Kedua tangan Shoba berubah menjadi sebuah sabun cair dan membentuk benda tajam layaknya pisau, tapi terbuat dari sabun cair yang mengeras.


"Sringggggg!!!!" Shoba berhasil membelah Sunicchi menjadi dua bagian dengan teknik Soap Strike nya, kini serangan Shoba terus berlanjut ke arah ke arah Himawari, apakah bisa?


"!!!!!" Himawari yang terkejut akan hal itu pun mencoba untuk cepat-cepat menghindar, "Flower Trampoline!!!" Tiba-tiba bunga matahari muncul dari bawah dan mementalkan Himawari ke udara, "Poing!!!"


"Shiryu No Ultra Flower!!!!!" Dengan teknik ini, Himawari melesatkan ratusan bunga matahari yang sangat tajam ke arah Shoba. Ini terlihat seperti hujan bunga matahari berdarah.


Shoba menghindari satu persatu bunga matahari yang hampir mengenainya. Namun karena jumlahnya yang terlalu banyak, membuatnya tak sanggup menghindari semua bunga matahari yang melesat ke arahnya.


Pipi kiri, lengan kanan, punggung, perut kanan, serta kaki kiri Shoba terkena goresan bunga matahari tajam itu hingga membuatnya berdarah.


"Cih!!!" Shoba terlihat cukup kesal dengan serangan Shiryu No Ultra Flower milik Himawari.


...*****...


Scene berpindah sejenak ke tempat lain. Lokasi tempat ini sudah sangat kacau balau. Bahkan terlihat beberapa kendaraan yang terparkir di pinggir jalan serta beberapa bangunan terbakar hingga menciptakan kepulan asap tebal.


Tentu saja, ini akibat dari pertarungan antara Arata melawan Zero Persento. Mereka berdua saling berhadap-hadapan satu sama lain dengan antara jarak 10 meter. Dari sisi Arata sendiri, ia terlihat sudah mendapatkan beberapa luka di bagian tubuhnya hingga berdarah-darah. Sementara itu dari sisi Zero, ia juga sudah mendapatkan luka, meski tidak sebanyak Arata.


"..... Zero, kau memang sangat kuat, sialan!! Bahkan serangan terkuatku belum bisa untuk membuatmu tersungkur.." ucap Arata sembari tersenyum licik.


"..... Hmm, musuhku sendiri mengakui kehebatanku. Terima kasih karena telah memujiku. Tapi, kau masih terlalu jauh dibawahku meski dirimu masih bisa berdiri setelah terkena seranganku bertubi-tubi.." ucap Zero.


"Ya.. aku sudah melatih fisikku seiring berjalannya waktu. Pertarungan melawanmu ini hanya kuanggap latihan sebagai batu loncatan agar diriku menjadi semakin kuat.." ucap Arata.


Zero pun berjalan perlahan mendekat ke arah Arata sembari mengepalkan tangan kanannya, "Bersiaplah, Arata. Aku akan mengakhirimu dengan serangan ini..-"


"Infinix Sword!!!"


"Knife Warrior!!!"


"Pistoru Engine!!!"


"Butter Attack!!!"


Dan secara mengejutkan, keempat kru dari Arata pun datang. Zimbermann dengan teknik pedang terkuatnya, Nikoalenko dengan serangan senjata pisaunya, Yu dengan dua pistol yang ia tembakkan, serta Kiyo dengan serangan mentega mematikannya.


Mereka berempat datang dengan membawa serangan kejutan secara bersamaan ke arah Zero, "!!!" Zero sangat terkejut dengan kehadiran empat orang itu, bahkan dirinya tak sempat menggunakan kekuatannya untuk mengantisipasi serangan tersebut. Alhasil Zero memilih untuk menghindar dengan cara mundur beberapa langkah kebelakang.


"Buammmm!!!!!" Keempat serangan itu hanya mengenai tanah dan menciptakan ledakan yang cukup besar.


~


"Ka-kalian...~"


"Syukurlah kami berempat tidak terlambat, Kapten. Dengan ini kami akan membantumu untuk melawannya.." ucap Nikoalenko.


Arata pun tersenyum bersemangat setelah kedatangan keempat kru nya, "Sialan, ini sungguh memalukan, seorang Kapten terlihat babak belur didepan kru nya sendiri.."


"Kapten, tidak usah dipikirkan. Tapi, aku merasa bahwa Shoba dan lainnya tidak sedang baik-baik saja. Meski seluruh anggota Bajak Laut Cosplay dan Kurama telah datang, tampaknya mereka sangat kesulitan.." ucap Yu.


"Kapten, kalau kau ingin pergi kesana, pergilah. Biar orang ini kami berempat yang mengurusnya. Menurut pribadiku sendiri, kekuatanmu disana lebih dibutuhkan ketimbang disini, Kapten.." ucap Kiyo.


"Mana mungkin, aku akan meninggalkan kalian begitu saja untuk melawannya? Orang itu bernama Zero Persento, dia sangat kuat-"


"Seseorang bernama Groombridge tampaknya juga telah datang di Alun-alun, ini adalah kesempatan emas untuk mengalahkan pemimpin Serikat Lunarian, Kapten!!!" ucap Zimbermann.


Arata sedikit bimbang dengan perkataan Zimbermann, keputusan ini harus ia pilih secara tepat, karena sebagai seorang Kapten, Arata merasa semua pilihan yang ia pilih haruslah yang terbaik. Dan tak berselang lama kemudian...


"Baiklah, aku akan segera pergi ke Alun-alun. Bila kalian berempat tak sanggup untuk melawannya, maka larilah.. nyawa kalian lebih penting ketimbang ego kalian, paham?" Arata mulai berbalik dan berjalan.


"Ya, kami paham. Serahkan orang yang bernama Zero ini pada kami, Kapten. Kami berempat akan berusaha untuk mengalahkannya." ucap Zimbermann.


Zero yang menyadari akan hal itu pun tersenyum licik menyeringai, "Pergantian pemain kah? Ya, aku cukup kesal karena pertarungan setelah ini tidak bisa dianggap sebagai pemanasan.."


"Jangan sombong dulu, Zero!!!" teriak Yu.


...*****...


Scene kembali berpindah ke Alun-alun, ditempat pertarungan antara Shoba dan Himawari berada. Mereka berdua terlihat saling melesatkan serangan balik satu sama lain. Bahkan serangan hujan bunga matahari tak membuat Shoba menelan kekalahan begitu saja.


Setelah 10 menit berlalu..


"Soap Shock!!!" Shoba menciptakan gelembung sabun raksasa dan melesatkannya ke arah Himawari. Ketika gelembung tersebut belum mengenai Himawari, tiba-tiba gelembung itu meledak dan menciptakan gelombang kejut yang luar biasa.


"!!!!!" Efek yang ditimbulkan oleh gelombang kejut ini membuat sekujur tubuh Himawari bergetas serta jantungnya yang terus berdetak kencang, "A-apa?!!"


"Baiklah, inilah akhir bagimu, Himawari!!! Serangan final bagi Kapten Shoba!!! Soap Larriato!!!!!"


Shoba menciptakan sebuah peluru sabun raksasa yang melesat ke arah Himawari lalu meledak dengan cukup besar, "Duaarrr!!!" Bahkan ledakan tersebut membuat siapapun yang berada disekitarnya terhempas karena tekanan angin dari ledakan itu sangatlah besar.


Semua orang yang berada di Alun-alun pun sangat terkejut dengan ledakan besar itu. Termasuk Killa, Vika, Davidestorm, dan lain-lain yang sedang bertarung melawan musuh.


"A-apa yang sebenarnya terjadi disana?!! Ledakan itu begitu hebat!!!" teriak Davidestorm sembari menyilangkan kedua tangannya.


"Uwoooowwww!!! Ledakan besar yang sangat supersss!!! Disana pasti terjadi pertarungan yang hebat!!! Sialan, aku juga ingin bertarung dengan cara hebat!!!" teriak Franksboy sembari memasang pose aneh.


"Woi!!! Kalau kau terkena ledakan itu tubuhmu sudah dipastikan akan hancur!!! Kenapa kau menganggap ledakan itu begitu enteng!!" bentak Davidestorm.


"Tenang saja, Davidestorm-kun. Meski tubuhku hancur, selama otakku tidak hancur, tubuhku bisa kembali pulih dengan cepat, karena aku adalah seorang Cyborg!!! Huahahaha!!!"


"Konyol sekali, pantas saja rasa jiwa kemanusiaanmu sudah hilang, haddeh. Dasar robot!!" ucap Davidestorm dengan nada kesal.


Ketika Davidestorm dan Franksboy asyik berbicara satu sama lain, beberapa kroco yang melihat hal itu pun merasa ada sebuah celah dan tak ingin menyia-nyiakan kesempat begitu saja. Ketika mereka hendak menyerang Davidestorm dan Franksboy, tiba-tiba..


"Radical Blaster!!!"


"Super Hammer!!!"


Ternyata Franksboy dan Davidestorm sudah menyadari beberapa kroco yang hendak menyerangnya. Oleh karena itu mereka berdua pun melesatkan serangan sebelum para kroco itu berhasil menyerang.


"Uaghhhhh!!!"


"Rasakan itu, para sampah!!! Jangan kira aku lengah hanya karena sedang berbicara dengan Davidestorm-kun. Kalian salah besar!!!" teriak Franksboy.


"Ya. Kalian hanyalah sebatas kroco biasa. Oleh karena itu, aku akan memberantas semua kroco seperti kalian, jadi panggilah aku sebagai Kroco Hunter!!!" teriak Davidestorm.


"Apa?!!!! Kroco Hunter?!!"


B E R S A M B U N G


Jangan lupa ikuti terus perjalanan Bajak Laut Cosplay!!! Dan sebentar lagi Arc Lunar akan memasuki babak akhir, jadi jangan sampai ketinggalan semuanya!!! Kita bertemu lagi di Next Chapter!!!