
525 - Lemari Pakaian dan Sebuah Kawat.
Jankauskas menciptakan sebuah lemari kayu berukuran tinggi 2 Meter. Lemari itu pun ia buka dan berisi beberapa pakaian. Akan tetapi, itu bukan hanya sekedar pakaian, melainkan Pakaian yang mempunyai wajah, tangan, dan kaki. Itu adalah Pakaian yang cukup aneh.
"Apa kau lihat pakaian ini? Terlihat cukup aneh bagimu, bukan? Apa kau mau kujelaskan tentang pakaian apa ini yang sebenarnya?"
"..... Jelaskan, kalau itu maumu. Sepertinya kau mempunyai banyak koleksi baju aneh, Jankauskas.."
"Pakaian ini dulunya adalah manusia. Manusia yang mencoba untuk melawan dan menentang kehendakku. Mereka ini adalah manusia yang terjebak dalam lemari pakaianku dalam jangka waktu yang cukup lama. Mereka terjebak dan berubah menjadi pakaian. Sangat unik, bukan?"
"Wah-wah.. Apa ini berarti diriku tidak boleh terjebak kedalam lemari Pakaianmu? Dan juga kalau aku terjebak dalam lemari pakaianmu itu berarti diriku juga otomatis akan menjadi pakaian seperti mereka ya.."
"Yeah. Itupun kalau kau bisa lolos. Karena.. aku takkan membiarkanmu lepas dan akan membuatmu terjebak dalam lemari pakaianku ini.." Jankauskas tersenyum menyeringai.
"Bestttt!!!" Vukadinovic langsung melesatkan beberapa kawat yang tajam ke arah Jankauskas.
Dengan sigap Jankauskas pun langsung bergerak dengan cepat ke balik lemari pakaian yang ia ciptakan. Kemudian, Jankauskas pun menempelkan kedua telapak tangannya ke Lemarinya. Lalu, dalam sekejap lemari pakaian yang masih terbuka itu pun langsung mengeluarkan sebuah tekanan yang membuat apapun yang disekitarnya terserap ke dalamnya.
Tubuh Vukadinovic juga bergerak terseret dan terserap ke arah lemari Pakaian milik Jankauskas, namun Vukadinovic menciptakan beberapa kawat untuk mengikat kedua kakinya ke tanah agar tidak ikut terserap masuk kedalam lemari pakaian milik Jankauskas.
"Oh.. Jadi ini caramu membuat manusia-manusia itu terjebak kedalam lemari pakaianmu. Mungkin orang biasa akan langsung terserap dan terjebak begitu saja kedalam lemari pakaianmu. Akan tetapi, bagiku, kekuatan seperti ini bukanlah apa-apa untukku." ucap Vukadinovic.
Vukadinovic pun memunculkan puluhan kawat tajam dari tanah yang merambat langsung ke arah Jankauskas dengan cukup cepat.
"!!!!!" Jankauskas pun spontan langsung bergerak mundur beberapa langka belakang. Akan tetapi, tiba-tiba ada sesuatu yang membuat dirinya terkejut, "A-apa?!" Dia melihat puluhan kawat sudah berada dibelakangnya.
Tak berselang lama kemudian, kawat-kawat pun langsung menusuk kedua telapak kaki dari Jankauskas, "Uaghh!!" Jankauskas merintih kesakitan.
"Bahkan aku pun bisa mengalahkan dirimu dengan mudah. Rasakan ini, Dark Coffe!!!" Kawat-kawat pendek yang berada ditanah pun langsung memanjang hingga menusuk ke beberapa titik dibagian tubuh Jankauskas hingga mengeluarkan cukup banyak darah.
Serangan itu membuat Jankauskas cukup terkejut. Dia yang dikenal cukup hebat dalam hal mengurung manusia, kini ia pun dapat dikalahkan dengan mudah oleh Vukadinovic, "S-sialan.. aku terjebak oleh trik murahan sepertinya. Kenapa aku bisa kalah semudah ini-"
"Jrott!!!"
Beberapa kawat yang berada dibelakang Jankauskas kembali memanjang dan langsung menusuk punggung Jankauskas hingga menembus dadanya.
"Baiklah, pertarungan kita sudah berakhir sampai sini. Kini saatnya diriku untuk menyusul Tuan Firehn segera.." ucap Vukadinovic, "Aku tidak boleh menyia-nyiakan waktuku untuk bertarung denganmu disini.. selamat tinggal. Semoga kau tidak mati dan semoga beruntung.."
"Sialan kau, Vukadinovic.."
Jankauskas pun langsung ambruk dan terkapar ditanah.
~
Sementara itu Barrier penghalang terus bergerak dan semakin menyempit. Leonardo, Stuart, dan Limit Company yang berada di perbatasan Ibukota pun terlihat sedang berlari menjauh dari Barrier penghalang yang terus bergerak.
"Captain!!! Ini gawat!!! Kalau Filimonov tidak segera dikalahkan, maka ribuan orang akan mati dalam satu tempat karena Barrier yang mengerikan ini!! Bisa dibilang ini akan menjadi seperti neraka!!!" ucap Stuart, dia tampak begitu panik sembari berlari.
"Tapi apaboleh buat, kita takkan bisa mengalahkan Filimonov. Kita hanya bisa bergantung pada pasukan Revolusi dan para Bajak Laut yang bersama dengan mereka.." ucap Limit Company.
"..... Memang sangat memalukan bergantung pada Bajak Laut, tapi masalah internal ini tidak boleh ada campur tangan dari Angkatan Laut. Bila armada besar angkatan laut disini juga, maka ibukota Blues akan menjadi Medan perang. Filimonov dengan iblisnya, Pasukan Revolusi, Bajak Laut Cosplay, kemudian Armada Angkatan Laut. Bayangkan kalau mereka semua berada di satu tempat yang sama seperti ini.. kemungkinan korban jiwa akan semakin banyak.." ucap Leonardo.
"T-Tapi Captain!!!"
"Diamlah, Stuart!! Aku yakin kejahatan pasti akan musnah sendirinya!! Karena tak ada ceritanya kejahatan yang akan menguasai dunia!! Percayakan saja pada mereka.." ucap Leonardo yang menegaskan perkataan nya kepada Stuart.
~
Disisi lain, di dataran tinggi level 1 perang antara Orc dan ribuan manusia masih terus terjadi. Mereka bertarung melawan Orc yang tak ada habisnya.
Kemudian, Firehn, Legolas, dan Zhakarchenko sudah mencapai dataran tinggi level 5. Akan tetapi, salah satu petinggi Filimonov kembali menghadang, ia bernama Saulius Svedkauskas.
"Yo.. sudah lama aku menanti kalian disini. Ternyata cuma sisa bertiga ya? Sepertinya rekan-rekan kalian sedang one by one dengan rekan-rekanku juga. Ini menarik.." ucap Svedkauskas.
"Sial!! Di setiap dataran tinggi ini terdapat anak buah Filimonov. Kalau begini terus, kita takkan sempat untuk mengalahkan Filimonov..!!" Legolas cukup panik, "Andai saja aku cukup kuat untuk melawannya sendirian.."
"Legolas, Tuan Firehn, yang disini biarkan diriku saja yang menanganinya. Kalian langsung lanjutkan saja perjalanan menaiki dataran tinggi berikutnya. Kita sudah semakin dekat dengan puncak dan juga Filimonov. Kita sudah tidak punya banyak waktu!! Kalian pergilah!!" ucap Zhakarchenko.
"Yare-yare. One by one lagi. Baiklah. Akan kubiarkan kalian lewat. Lagipula kalian takkan bisa mengalahkan seseorang dari level 6 itu.. dia itu wanita yang sangat gila.." ucap Svedkauskas.
"Zhakarchenko, berhati-hatilah. Aku dan Legolas akan pergi terlebih dahulu.." ucap Firehn.
Firehn dan Legolas pun langsung melewati Zhakarchenko dan Svedkauskas begitu saja lalu menuju ke dataran level 6 sebelum menuju ke puncak, di tempat Filimonov berada.
"..... Kalian ini memang benar-benar seperti iblis, kenapa kalian menganggap nyawa manusia serendah ini. Apa yang sebenarnya kau pikirkan, Svedkauskas? Kenapa kau bisa bekerjasama dengan Filimonov.." ucap Zhakarchenko.
"Ya.. karena aku sudah tidak peduli dengan hidupku lagi. Aku hanya peduli dengan kekuatan. Semakin aku kuat, maka semakin banyak yang aku kuasai!" ucap Svedkauskas dengan tegas.
"Baiklah kalau itu maumu, aku akan memberimu pelajaran tentang apa itu sebenarnya kekuatan. Semoga setelah ini kau bisa bertobat sebelum kematian datang kepadamu.." ucap Zhakarchenko.
B E R S A M B U N G