Cosplay

Cosplay
Chapter 393 - Xia Wakarimashita dan Pengacara Pilkington Pradanston.



Berbicara soal hukum, setiap orang berhak mendapatkan jaminan keadilan hukum agar mereka mendapatkan keamanan dari orang-orang yang mencoba untuk merugikannya. Namun, bila berbicara dengan fakta, penerapan hukum di Negara ini cukup tidak konsisten karena ada campur tangan para tikus-tikus berdasi.


Mereka, para tikus berdasi atau para sampah Negara yang merugikan masyarakat luas, bisa memperjual-belikan hukum dengan bebas selama ada uang. Meski di Negara ini terdapat hukum yang mengatur, tetapi secara realita uang adalah segalanya. Semua bisa dibeli bila mempunyai uang.


Yang kaya akan semakin kaya, sedangkan yang miskin akan semakin miskin. Para tikus akan terus menggerogoti sistem Negara hingga menciptakan sebuah fenomena politik yang membuat semua orang sangat geram.


Di Working City. Mereka yang terlibat dalam demo besar, akan segera dibungkam dalam sekejap. Grousse Kontinent memanglah negara Demokrasi, tapi para pemerintah yang kotor terus membungkam mereka yang hendak berudara untuk mengkritik kinerja pemerintahan yang buruk.


Salah satu yang menjadi pembicaraan besar dalam kasus politik ini ialah para Konstantine bersaudara yang memimpin Working City. Aksi demo besar-besaran yang hampir terjadi setiap harinya, dan disaat yang bersamaan orang-orang yang terlibat aksi demo itu pun perlahan mulai menghilang.


Menghilang disini ialah dalam artian telah mati secara misterius tanpa tahu akan penyebabnya dan juga hilang diculik tanpa jejak sama sekali.


Xia Wakarimashita, dia adalah seorang Jurnalis yang menentang kinerja buruk pemerintah. Beberapa kali dia hampir diculik oleh seseorang namun berhasil kabur. Ketika dia telah menangkap orang yang hendak menculiknya tersebut, tiba-tiba orang tersebut mati keracunan.


Seolah-olah ada sebuah pihak yang mencoba untuk membungkam agar rencana tidak diketahui oleh banyak orang.


"Memang benar. Banyak sekali orang yang berniat menculikku atau membunuhku. Tapi aku berhasil mengalahkan mereka dengan mudah." ucap Xia.


Hari ini tidak terlihat aksi demo. Xia yang berada di Working City pun bergegas menuju ke sebuah tempat yang lokasinya berada didekat pengadilan tinggi Working City.


"Aku akan membantu mereka. Keadilan harus ditegakkan. Karena yang akan menjadi pemenang adalah mereka yang berapa pada pihak keadilan.." ucap Xia. Dia tampak memasang raut wajah serius.


Beberapa jam kemudian. Tampak matahari sudah berada tepat ditengah-tengah langit menandakan hari sudah menunjukkan waktu siang.


Xia yang kala itu sudah berada di dalam kantor pihak keamanan dan berencana untuk bertemu dengan Izumi dan kawan-kawan yang masih berada didalam sel penjara. Xia bertemu dengan Izumi untuk membahas sesuatu hal.


Xia sudah mendapatkan izin dan diperbolehkan untuk bertemu Izumi dan lainnya di sebuah ruangan kosong dengan dipenuhi kamera pengawas. Izumi yang kala itu tak kenal dengan Xia pun mempertanyakan hal tersebut.


"Kau siapa?"


"Perkenalkan, Namaku adalah Xia Wakarimashita. Aku adalah seorang aktivis yang sekaligus bekerja sebagai jurnalis. Aku tahu dirimu dan teman-temanmu berada disini karena ulah licik dari Ragiru.." ucap Xia.


"Benar. Kau tahu darimana, Xia?" tanya Killa.


"Kalian akan mengetahuinya nanti. Aku disini hanya berkeinginan untuk menegakkan keadilan. Aku akan membela siapapun orang bagi mereka yang tidak mendapat keadilan.." ucap Xia.


"Padahal kami tidak butuh kalian. Sebenarnya kami bisa pergi dari sini kapanpun kami mau. Tapi dengan alasan hemat biaya penginapan, jadi terpaksa disini.." ucap Yoshino.


"Memang sih kita bisa menganggap sel penjara ini sebagai penginapan gratis. Tapi kita juga diberi makanan basi juga. Apa bedanya mereka dengan bajak laut.." ucap Vika.


"Oey, Vika. Apa bedanya dengan kita? Yang sama-sama seorang Bajak Laut?" tanya Davidestorm.


"Bajak laut?" tanya Xia dengan memiringkan kepalanya karena sedikit kebingungan dengan apa yang dibicarakan oleh Vika dan Davidestorm.


"Ah, tidak. Lupakan hal itu." ucap Killa.


"Aku akan mempertemukan kalian dengan seseorang. Dia adalah temanku yang bekerja sebagai seorang pengacara, dia juga pembelot dari pemerintah korup." ucap Xia.


"Maksudnya pemerintah korup?" tanya Vika.


"..... Hmm, kenapa aku malah berpikir kalau dia orang aneh ya?" gumam Izumi.


"Masuk.." perintah Xia.


Seorang pria berpakaian rapi masuk ke dalam ruangan tersebut. Pria itu tersenyum sekaligus membungkuk hormat.


"Perkenalkan, namaku Pilkington Pradanston. Dulu memang saya adalah seorang pria yang tersesat dalam harta dan kekuasaan. Tapi kini, saya sudah bertaubat dan bertekad untuk membela keadilan. Saya akan menjamin kemenangan kalian berlima dalam pengadilan nanti.." ucap Dapidson.


"Gratis, kan?" tanya Killa.


"Tentu saja gratis, tidak dipungut biaya. Karena kami bertujuan untuk menegakkan keadilan disini." jawab Xia.


"Aku masih sedikit bingung dengan kondisi di Negara ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Negara ini? Apa kau bisa menjelaskan padaku, Xia?" tanya Izumi.


"Aku akan menceritakannya nanti setelah kemenangan kalian dalam pengadilan. Ngomong-ngomong aku belum mengetahui nama kalian.." ucap Xia.


"Namaku Yoshino, orang yang akan menjadi pendekar pedang nomor satu di dunia."


"Namaku Izumi, suatu saat aku akan menjadi orang terkaya dilautan!!"


"Aku Killa. Kalau dia Vika."


Vika tersenyum.


"Namaku Davidestorm!! Aku bisa menciptakan apapun dari kameraku ini!!" ucap Davidestorm dengan bersemangat.


Izumi, Killa, Vika, Yoshino, dan Davidestorm memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada Xia, seorang aktivis yang sedang berjuang untuk menegakkan keadilan.


Setelah itu Xia dan Pilkington pun pergi meninggalkan Izumi dan yang lainnya. Mereka semua tengah bersiap-siap untuk bertarung dalam persidangan di pengadilan tinggi besok.


Izumi yang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Negara ini pun hanya bisa mengikuti alur saja. Sedangkan Killa pun sudah pasrah yang awalnya tidak ingin terlibat oleh apapun malah terlibat dalam masalah besar.


Entah takdir apa yang akan membawa mereka semua ini.


Sementara itu ditempat Ragiru berada. Kini dia sedang melatih goyangan mautnya disertai alunan musik India yang menemaninya. Dia memakai pakaian ketat seperti pakaian wanita yang akan melakukan olahraga yoga.


Tiba-tiba Ragiru kehilangan fokusnya dan memasang raut wajah kesal sembari tersenyum licik.


"Aku tak sabar melihat mereka akan mendapatkan hukuman mati besok. Mereka kira telah berhadapan dengan siapa? Aku adalah kaki tangan dari Konstantine bersaudara, tentu saja aku mempunyai banyak bekingan orang dalam kalau masalah hukum huahahaha!!! Aku cinta di Negara yang seperti ini!!!! Tidak ada yang bisa melawanku!!! Huahahaha!!!"


Apakah kejahatan akan terus menutupi keadilan hingga membuat semua orang dibutakan oleh harta dan tahta?


Xia, Pengacara Pilkington Izumi dan kawan-kawan bersiap untuk bertarung melawan ketidakadilan didalam persidangan besok.


B E R S A M B U N G