
Malam yang begitu mencekam bagi Shoba. Pasalnya saat ini dirinya telah dikepung oleh Himawari dan seluruh anggota dari Divisi Warrior Serikat Lunarian.
"Nona Himawari, bagaimana kalau kita siksa dia dulu sebelum menangkapnya? Anggap saja ini adalah pelajaran baginya karena telah kabur dari pelelangan tersebut.." Wesurey Suneijder, salah satu anggota dari Divisi Warrior. Entah kenapa ia begitu ingin menyiksa Shoba.
"Itu benar.." Ryner Coaster, anggota dari Divisi Warrior. ia menyentuhkan telapak tangannya ke tanah lalu munculah sebuah portal. Seketika, sebuah moto keluar dari portal tersebut. Tanpa basa-basi, Ryner pun menaiki motor tersebut sembari mengenakan helm, "Agar kita tidak dianggap remeh lagi orang lain. Hal kecil seperti itu memang harus diperhatikan."
Disisi lain, Gear Bycicle yang merupakan anggota dari Divisi Warrior melakukan hal yang serupa seperti Ryner untuk mengeluarkan sebuah sepeda yang cukup unik, "Kenapa kita tidak bunuh langsung saja? Supaya pekerjaan kita cepat beres.."
"Tapi dia adalah kapten dari sebuah bajak laut, lebih baik tidak usah meremehkannya walaupun hasil akhirnya kitalah pemenangnya.." ucap Dejan Sutankovikto. Salah satu anggota dari Divisi Warrior juga.
Anggota Divisi Warrior yang lainnya adalah Chievo, Verona, Paloschi, dan Derupiero. Mereka berempat adalah petarung dengan formasi segi emat. Mereka juga tidak bisa diremehkan dan juga tidak banyak seperti anggota yang lainnya.
Lalu Alufeed, salah satu anggota Divisi Warrior yang merupakan pendekar pedang dengan kekuatan unik, "Ketika aku melompat, maka ratalah kalian semua.." Kata-kata tersebut sering ia ucapkan sebelum melakukan pertarungan.
Kemudian, Ruo Yiu, dimana disaat sebelum dirinya mengintai Shoba dari kejauhan karena perintah Himawari. Ia adalah pengguna kekuatan teleportasi yang harus diwaspadai, " Sesuai namamu, Alufeed, kau jangan feeder ya.."
Lee Oh-Kyun, ia juga anggota dari Divisi Warrior. Ia dijuluki sebagai tukang kebersihan karena gemar memanipulasi sampah plastik agar lingkungan menjadi bersih, "Kalau ada plastik, waktunya bagiku untuk melenyapkannya.."
Wibu Wibunosuke, anggota dari Divisi Warrior yang satu ini sedikit aneh. Selalu mengeluarkan keringat yang cukup bau, dan dia juga bisa memanipulasi bawang hingga menyebabkan beberapa orang yang didekatnya menangis karena bau bawang plus bau keringatnya yang begitu menyengat.
"Bersiaplah kubuat mata mu menangis berceceran air mata.." ucap Wibu.
Lalu tak lupa juga seorang perempuan berambut ungu kemerahan, dia juga salah satu anggota dari Divisi Warrior, dia adalah Cecillia Sisilia.
"Ara-ara~ Pria yang malang, lebih baik kau terima saja takdirmu dan tak usah melawan. Karena itu akan mempermudah pekerjaan kami.." ucap Cecillia dengan nada menggoda.
Daiamond Suruferu. Dia juga anggota dari divisi Warrior, orangnya cukup pendiam, "Bisakah kita menghancurkannya lebih cepat?"
Shoba yang saat ini terkepung pun tak gentar untuk bersiap melakukan penyerangan. Ia sempat berfikir bahwa lebih baik mati dengan berusaha daripada mati tanpa usaha apapun.
"..... Kalau kalian tahu keberadaan Shion-chan, cepat beritahu aku dimanakah dia sekarang. Aku mulai marah loh.." ucap Shoba dengan nada sinis.
Selang beberapa detik, Himawari pun langsung menepuk tangannya setelah mendengar ucapan Shoba. Ia tersenyum dingin lalu berkata, "Wah-wah.. Shoba, keyakinanmu itu lumayan juga untuk menentang kami. Tapi.."
"Bagaimana, Nona?" tanya Ruo Yiu.
"Kalian bebas melakukan apapun terhadapnya. Entah kalian mau menyiksanya dulu sebelum menangkapnya kalian bebas melakukan apapun!!" ucap Himawari sembari tersenyum menyeringai.
"S-sialan, sepertinya aku harus bertarung dengan cara lain. Kalau satu melawan orang sebanyak ini otomatis aku akan kalah.." gumam Shoba. Lalu Shoba pun membalikkan badannya dan berlari menjauh. Nampaknya Shoba berencana memancing agar melakukan pertarungan secara terpisah dengan anggota divisi Warrior.
~
Shoba berlari begitu cepat, namun ketika ia menoleh kebelakang terlihat Ryner yang mengendari motor sport dengan begitu cepat ke arahnya, dan juga Gear yang menaiki sepeda dengan kecepatan setara dengan sepeda motor milik Ryner.
"Bremm!! Bremm!! Bremm!!" Ryner mempercepat sepeda motornya untuk mengejar Shoba.
Dengan sigap Shoba pun langsung mengeluarkan powernya, "Cih, rasakan ini, Soap On The Road..!!" Shoba menciptakan sabun cair hingga menyelimuti jalanan dan membuat jalan tersebut begitu licin.
"!!!!!" Ryner dan Gear terkejut ketika jalanan sangat licin dan membuat motor dan sepeda yang mereka berdua kendarai kehilangan kontrol dan..
"Brakkk!!!" Ryner dan Gear menabrak sebuah tiang yang terpampang dipinggir jalan. Tabrakan yang begitu keras tersebut membuat kepala mereka berdua menjadi sangat pusing dan terjatuh pingsan.
Shoba yang melihat hal itu pun tertawa terbahak-bahak karena, "Mereka berdua ternyata cacad sekali. Pantas masih divisi Warrior!! Huahahaha!!"
Tak berselang lama Shoba pun akhirnya bisa berlari cukup jauh. Namun Suneijder dengan kecepatan larinya yang luar biasa bisa menyusul Shoba dan membuatnya sedikit terkejut.
"A-apa?! Lari macam apa itu?! Apa dia semacam super hero Flash?!!" ucap Shoba.
"Hehey..!! Kau mau kenapa sialan!!" ucap Suneijder yang masih berlari dan hampir mendekati Shoba.
Shoba mulai merasakan adrenalin yang luar biasa dalam aksi kejar-kejaran ini. Dia pun lebih semangat dari sebelumnya. Pada akhirnya, Shoba pun mengeluarkan teknik kekuatan sabun nya kembali.
"Soap No Limits!!!"
Shoba menciptakan sabun batang tak terhingga dari kedua tangannya. Dan sabun batang yang diciptakan Shoba hampir memenuhi jalanan.
Melihat banyaknya sabun batang yang berceceran di jalanan, ia pun harus cermat untuk menghindari sabun batang tersebut agar tidak terpeleset. Namun karena sebuah kesalahan, Suneijder pun akhirnya terpeleset juga karena sabun batang milik Shoba.
"Huwaaa!!!" Suneijder terpeleset karena menginjak sabun batang Shoba. Ketika ia akan terjatuh, ia terpeleset lagi dan terpeleset lagi.
"Mamam tuh, inilah yang kusebut sebagai teknik terpeleset tanpa batas!! Sekarang bagaimana caramu agar bisa terbebas dari terpeleset itu huahahah!!" ucap Shoba tertawa terbahak-bahak.
Selang beberapa detik setelah itu, terlihat Alufeed yang terlihat berlari ke arah Shoba dari depan. Nampaknya Alufeed mengejar Shoba dengan melewati jalan pintas.
Dengan raut wajah marah, Alufeed pun melompat ke arah Shoba sembari menarik pedangnya, "Ketika aku melompat maka tamatlah riwayatmu!!" Alufeed berencana untuk menebas Shoba dengan serangan kejutan.
B E R S A M B U N G