Cosplay

Cosplay
Chapter 241 - Duet Antara Dua Pendekar Pedang!



Pada akhirnya, hati Alonso pun mulai tergerak setelah merenungi ketakutan yang terus menyelimuti dirinya. Ia mulai berpikir, bahwa ketakutan yang bersarang di dalam hatinya harus segera dimusnahkan. Oleh karena itu, Alonso pun mencoba untuk melampaui dirinya sendiri untuk menghancurkan rasa takut yang terus menempel pada dirinya.


Yang awalnya Alonso merenung sambil bertekuk lutut, kini ia pun terlihat mencoba bangkit dan berdiri kembali.


"Aku tidak boleh mengecewakan tuan Hristov." ucap Alonso. Namun, ketika ia mulai berdiri, sekilas Alonso melihat Janston yang berjalan secara mengendap-endap. Alonso pun tampak kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Janston, "Huh? Kenapa dia? Bukannya dia berasal dari Tim Rendahan?"


*****


Sementara itu, disisi lain, terlihat Takumi yang dari kejauhan tengah melihat Hristov yang telah menyerang balik dan menghajar Izumi, Shu, Ezeqia, dan juga Rocky.


"Hebat sekali tuan Hristov." ucap Takumi, "Apa kau lihat, Janston? Tuan Hristov membalikkan keadaan." lanjutnya.


Akan tetapi, Takumi pun merasa sedikit kebingungan karena tidak mendapatkan jawaban dari Janston. Lalu, ia pun menoleh kanan-kiri tetapi dirinya tidak melihat Janston sama sekali disisinya, "Eh?" Lalu, Apa dia memang berniat kabur dari medan perang? Konyol sekali. Pikirnya.


*****


Sementara itu, disisi lain medan perang. Disaat yang sama, terlihat Big Brother dari Asosiasi Money Hunter yang telah tiba sebelum Hristov melesatkan tebasan ke arah Izumi yang sedang tertidur lelap.


Dan, terlihat Sugar yang sekilas melihat Ezeqia terkapar ditanah dengan perutnya yang masih berlumuran darah. Lalu, ia pun berteriak sambil menunjuk ke arah Ezeqia berada, "Ezeqia-san..!! Gawat, sepertinya dia sedang terluka cukup parah..!!"


Sugar pun langsung bergegas menuju ke arah Ezeqia berada. Sementara itu, terlihat Aladdin yang melirik ke arah Sugar yang bergegas menuju ke arah Ezeqia. Setelah itu, ia pun secara tak sengaja melihat Shu yang juga terkapar di tanah dengan perutnya yang berlumuran banyak darah.


"Dia, sepertinya orang itu juga terluka cukup parah," ucap Aladdin. Kemudian, Aladdin pun langsung menoleh kearah Izumi yang sedang tertidur dengan luka tebasan yang cukup parah didadanya, "Dia juga terluka parah."


Selang beberapa detik, Schuikhov pun kembali datang ke tempat Izumi yang sedang tertidur berada. Lalu, ia pun berkata, "Kawanku ini butuh lima menit untuk memulihkan staminanya kembali. Akan tetapi, dia bilang dengan luka seperti itu, mustahil baginya untuk melanjutkan pertarungan kembali."


"Memang benar, aku melihat luka pada bocah ini cukup fatal. Akan tetapi, aku masih bisa menutup lukanya dengan kekuatanku." ucap Aladdin.


"Benarkah?" tanya Schuikhov.


"Ya."


Sementara itu, terlihat Luwak Whitecoffe yang sekilas melihat ke arah Shu, Ezeqia, dan juga Izumi yang terkena luka fatal saat bertarung melawan Hristov. Ia pun sedikit geram.


"Tak kusangka, mereka bertarung melawan Hristov sampai terkena luka yang cukup parah. Sepertinya kita harus berhati-hati terhadapnya." ucap Luwak sembari menatap tajam Hristov.


"Benar sekali, dan aku melihat ribuan Angkatan Laut yang tergelak disekitar sini. Sepertinya mereka telah dikalahkan oleh Hristov." ucap Some Popcorn.


"Akan tetapi, aku sedikit heran dengan kekuatan Hristov. Bagaimana dia bisa sekuat itu." ucap Speed.


Lalu, terlihat Soredemo yang berjalan di depan Luwak, Some, dan juga Speed sembari mengarahkan biolanya ke arah Hristov. Lalu, ia pun berkata dengan lantang, "Aku takkan membiarkanmu begitu saja setelah melukai Ezeqia..!!"


"Huh? Kau siapa? Dari gaya bicaramu yang sombong, seolah-olah dirimu lebih hebat dariku." ucap Hristov. Lalu, ia pun langsung berjalan mendekat ke arah Izumi berada sembari memegang pedangnya yang masih diselimuti oleh energi hitam, "Kalian minggirlah. Aku harus segera membunuh bocah itu."


"Lalu, ketika kami melindungi bocah ini. Kau akan melakukan apa?" tanya Topu Ereven.


"Aku akan menghadapinya. Aku sarankan untuk kalian semua agar segera menjauh dariku. Karena akan berbahaya bila aku malah menyerang kalian." ucap Schuikhov sembari tersenyum menyeringai.


"Wah-wah, mau duel satu lawan satu ya? Menarik sekali.." ucap Hristov sembari tersenyum menyeringai.


*****


Sementara itu, disisi lain medan perang, terlihat Yoshino dan juga Chu Kobayashi yang sedang bertarung melawan Marc beserta monster bangunannya.


"Hyaa...!!" Tanpa basa-basi, terlihat Yoshino yang beberapa kali melesatkan tebasan dari jarak jauh ke arah monster bangunan raksasa tersebut, "Battsss..!! Batss..!!"


Akan tetapi, monster bangunan yang telah dikendalikan oleh Marc pun berhasil menghempaskan tebasan lemah yang dilesatkan oleh Yoshino, "Byesss..!!"


"Sudah berapa kali kau melancarkan tebasan lemah seperti itu..!! Apa kau sudah tidak ada serangan lain?!" teriak Marc.


"Cih.." Yoshino pun sedikit geram dengan perkataan yang dilontarkan oleh Marc. Setelah itu, raut wajah kesalnya pun perlahan mulai berubah saat melihat ke arah belakang Marc.


Dan, secara tiba-tiba, Kobayashi pun sudah berdiri dibelakang Marc dan bersiap-siap mengayunkan pedangnya untuk menebas Marc, "Kau lengah karena terlalu fokus berhadapan dengan Yoshino."


"Tak kusangka kau bisa menyelinap mendekatiku." ucap Marc. Lalu, ia pun kembali mengendalikan monster bangunannya dan mencoba untuk menepuk Kobayashi yang berada dibelakangnya seperti menepuk seekor nyamuk.


"Taimanin Yukikaze Expert..!!" Sekilas kedua mata Kobayashi pun mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah menyilaukan. Setelah itu, ia pun bergerak berputar dengan begitu cepat sembari menebas kedua tangan monster bangunan yang sedang melesat ke arahnya, "Batsss..!!"


Dan, hanya dalam sekali tebasan, Kobayashi pun berhasil memotong kedua tangan monster bangunan yang hendak menepuknya tersebut.


"Serangan seperti itu, aku masih bisa mengatasinya. Sekarang, giliranmu Yoshino..!!" teriak Kobayashi sambil tersenyum bersemangat.


"Apa?!" Marc pun langsung menoleh ke arah Yoshino.


Dan, terlihat Yoshino yang berlari begitu cepat ke arah monster bangunan raksasa milik Marc sembari memasang posisi kuda-kuda teknik berpedangnya. Sekilas, kedua mata Yoshino mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah menyilaukan ketika bersiap-siap melesatkan tebasannya.


"Monster bangunanmu ini cukup merepotkan. Oleh karena itu, aku akan menghancurkan budakmu itu terlebih dahulu..!!" ucap Yoshino dengan tegas.


Selang beberapa detik, terlihat Marc yang mencoba untuk meregenerasikan kedua tangan monster bangunan yang telah terpotong karena tebasan yang dilesatkan oleh Kobayashi.


Akan tetapi, "Nitoryuu..!! Sanzen No Isekai..!!" Yoshino pun dengan begitu cepat langsung menebas tubuh monster bangunan raksasa tersebut hingga terbelah menjadi dua, "Batss..!!"


BERSAMBUNG