Cosplay

Cosplay
Chapter 234 - Teknik Tiga Pedang



Dengan kedatangan Chu Kobayashi di tempat Yoshino berada. Kini ia kembali dipertemukan dengan seseorang yang bisa dianggap rival abadi dari Kobayashi, dia adalah Schamaucher. Mereka sudah melakukan pertarungan sebanyak dua kali, dan semua pertarungan berhasil dimenangkan oleh Kobayashi. Dan kini, akankah mereka berdua akan kembali bertarung untuk yang ketiga kalinya?


"Schamaucher, sepertinya kau berhasil bangkit kembali setelah aku kalahkan, ternyata kau cukup tangguh." ucap Kobayashi.


"Walau aku tidak ingin menerima faktanya, tapi, kali ini aku tidak akan kalah lagi bila melawanmu sekarang." Schamaucher pun langsung menodongkan pedangnya kearah Kobayashi.


Kemudian, Yoshino pun langsung berjalan mendekat dan berdiri tepat disebelah kanan Kobayashi. Ia tersenyum menyeringai sembari melirik Kobayashi. Yoshino pun berkata, "Tunjukkan padanya, kalau kau itu tak terkalahkan."


"Ya, tentu saja."


Tak berselang lama, tangan monster bangunan raksasa yang telah dipotong oleh Yoshino pun beregenerasi dan kembali utuh seperti semula. Lalu, terlihat monster bangunan raksasa tersebut pun langsung melesatkan pukulannya ke arah Yoshino dan Kobayashi, "Swussshhhh..!!"


"Ini adalah medan perang, bukan tempat untuk bernostalgia..!!" teriak Marc yang masih berdiri atas monster bangunan raksasa miliknya.


Yoshino dan Kobayashi menyadari bahwa monster bangunan raksasa yang melesatkan pukulan ke arahnya. Mereka berdua pun langsung berlari ke arah berlawanan untuk menghindari pukulan tersebut. Disaat yang sama, terlihat Schamaucher dengan raut wajah antusias pun langsung mengikuti arah lari dari Kobayashi.


Disisi lain, Jeff pun juga mengikuti arah kemana Yoshino berlari ketika menghindari pukulan monster bangunan raksasa. Tak berselang lama, terlihat Jeff yang sudah berada di depan Yoshino.


"Kali ini, aku akan melawanmu. Aku takkan membiarkanmu ikut campur dalam pertarungan Schamaucher." ucap Jeff sambil melompat-lompat ditempat.


Yoshino pun hanya tersenyum dan menganggap perkataan Jeff hanya sebuah lawakan, "Hoi, kau yakin sekali temanmu itu bisa mengalahkan Kobayashi. Yang seharusnya bilang begitu adalah aku."


Tanpa basa-basi, Yoshino pun mengangkat pedang Black Lotus dan pedang Sebastian nya ke udara. Lalu, ia pun menebaskan pedangnya ke arah Jeff dari jarak jauh, "Batss..!!"


"Napoleon Electrical Of The Train..!!" Tiba-tiba kedua kaki Jeff pun mengeluarkan aliran listrik berwarna kekuningan-kuningan, "Bzztss!!" Kemudian, asap hitam seperti asap dari kereta api pun muncul dari kaki bagian belakang Jeff, "Wushhh..!!" Jeff pun langsung berlari untuk menghindari tebasan Yoshino dengan kecepatan kereta api.


Dalam sekejap, Jeff pun sudah berada disamping Yoshino dan mencoba untuk memukul wajahnya, "Rasakan ini..!!"


Yoshino menyadari Jeff, ia pun meliriknya. Lalu, Yoshino bergerak satu langkah ke arah berlawanan kemudian membalikkan badannya ke arah Jeff, setelah itu Yoshino pun mencoba untuk menebas tangan Jeff dengan kedua pedangnya.


"Bzttsss..!!"


Jeff kembali berlari dengan sangat cepat bagaikan seperti superhero Flash. Tiba-tiba ia sudah berada dibelakang Yoshino, "Electrical Train Shoot!!" Jeff pun melesatkan tendangan ke arah Yoshino.


"A-apa..!!" Yoshino cukup terkejut, ketika ia hendak menghindar, Yoshino sedikit terlambat. Dan, "Buakkk..!!!" Jeff berhasil menendang punggung Yoshino hingga terpental dan menabrak tanah.


"Kau terlalu lamban, ternyata kau tak secepat sepertiku. Kau memang orang yang lemah karena terkena serangan remeh seperti itu." ucap Jeff.


Tak berselang lama, Yoshino pun bangkit dan berdiri kembali. Ia mulai memasang raut wajah yang serius sambil menatap tajam Jeff. Sekilas, terlihat sinar merah yang menyilaukan keluar dari kedua mata Yoshino.


"Kau.. sepertinya aku harus membungkam mulut besarmu itu secepat mungkin. Akan kubuat kau merasakan kekalahan dari orang yang kau sebut lemah." ucap Yoshino.


"Jlebbb..!!" Yoshino pun langsung menancapkan pedang Black Lotus dan Sebastiannya ke tanah. Setelah itu, ia pun menarik pedang Victoria nya dari sarung pedang. Sekilas ia berkata, "Bersiaplah untuk kekalahanmu yang sudah didepan mata."


Jeff pun sedikit bertepuk tangan, "Wah-wah, sepertinya kau akan mengeluarkan jurus terkuatmu ya. Instingku berkata seperti itu. Kalau begitu, aku juga akan menggunakan jurus terkuatku." ucap Jeff.


Lalu, Jeff pun memperkuat listrik yang mengalir di kedua kakinya. Kini, aliran listrik tersebut merambat ke sekujur tubuhnya. Bahkan, asap hitam yang muncul dari kedua kaki bagian belakang Jeff pun semakin membesar.


Sementara itu, terlihat Yoshino yang langsung meletakkan pedang Victorianya di mulutnya. Kemudian, ia pun menarik kembali pedang Black Lotus dan Sebastiannya yang menancap di tanah. Lalu, Yoshino pun memejamkan kedua matanya dan sedikit berkonsentrasi.


"Cih, ekspresimu seolah-olah jurusmu kali ini akan dapat mengalahkanku. Tapi, justru sebaliknya. Karena jurus terkuatku lah yang akan mengalahkanmu..!!" ucap Jeff.


Selang beberapa detik, terlihat Yoshino yang sudah kembali membuka matanya. Setelah itu, ia pun tersenyum menyeringai.


"Electrical Train Super Shoot..!!"


Dalam sekejap, Jeff pun langsung berlari dengan begitu cepat ke arah Yoshino dan mencoba untuk melesatkan tendangan kereta api listrik terkuatnya, "Swosssshh..!!"


"Santoriyuu, Onigiri..!!"


Yoshino juga langsung melesat ke arah Jeff sembari melesatkan tebasan tiga tebasannya.


Dan, "Batsss..!!" Terlihat Yoshino yang sudah berada dibelakang Jeff setelah melesatkan serangan tiga pedangnya. Dan juga terlihat dada Jeff yang berdarah dengan luka silang, "Uaghh..!!" Jeff pun merintih kesakitan.


Kemudian, Yoshino pun memasukkan pedang Sebastiannya kedalam sarung pedang. Dan, mengambil pedang Victoria yang berada di mulutnya lalu memasukkannya kedalam sarung pedang.


"Sudah kukatakan, kekalahanmu sudah tiba. Jadi, selamat tinggal." ucap Yoshino.


"A-apa.. b-bagaimana bisa aku dikalahkan oleh jurus murahan miliknya!! Uaghh..!!" Seketika, Jeff pun langsung ambruk dan terkapar ditanah. Ia pun pingsan.


"Seseorang yang akan menjadi pendekar pedang terkuat di dunia. Mana mungkin bisa dikalahkan oleh seseorang yang bukan tandinganku sama sekali. Dan, kini aku harus segera mengalahkan si monster bangunan itu." ucap Yoshino yang masih memegang pedang Black Lotusnya.


Sementara itu, disaat yang sama, ketika Kobayashi berlari menghindari pukulan yang dilesatkan oleh monster bangunan, tiba-tiba Schamaucher juga berlari mengikutinya dan menghadang Kobayashi.


"Kau mau lari kemana? Kau tak berniat untuk lari dari medan perang kan? Dasar pencundang." ucap Schamaucher dengan nada ejek.


"Hey, apa kau ingin aku mengalahkanmu untuk yang ketiga kalinya, dasar lemah." ucap Kobayashi sambil tersenyum bersemangat.


BERSAMBUNG