
Jalanan besar yang berada di tengah-tengah pusat Lunarian Town yang lokasinya sudah jauh dari Alun-alun yang saat ini menjadi medan perang antara para Bajak Laut melawan pasukan Serikat Lunarian. Jalanan besar yang suasananya tampak sepi karena seluruh pasukan berada di Alun-alun dan terlihat beberapa bangunan kosong yang sudah tak terpakai kembali.
Tempat inilah yang akan menjadi tempat pertarungan antara para Generasi Closer melawan sang pemimpin Serikat Lunarian, Frederick Groombridge. Seketika suasana menjadi hening, bahkan suara angin yang berhembus serta suara daun-daun yang berguguran menyentuh tanah pun terdengar jelas di telinga.
Kurungan akar tajam yang mengurung Shion tepat berada dibelakang Groombridge. Para Generasi Closer harus berhati-hati untuk bertarung, agar Shion yang berada didalam kurungan tersebut tidak terkena dampaknya.
"Generasi Closer ya, generasi yang merepotkan. Datang ke kandang lawan hanya bermodalkan sebuah nyali besar untuk menyelamatkan seseorang, kalian terkesan naif sekali.." ucap Groombridge, ia tersenyum licik sembari merentangkan kedua tangannya.
Shoba berjalan beberapa langkah kedepan sembari mengepalkan kedua tangannya, "Aku tidak peduli kau menyebutku naif atau bagaimana, tapi aku tidak bisa membiarkan seorang wanita tak bersalah terkurung dalam sebuah roda kesedihan.."
"Seorang Bajak Laut malah menyelamatkan orang? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Groombridge.
"Ya.. aku memang seorang Bajak Laut, tapi menolong atau tidak menolong seseorang, itu hanya urusanku, bukan urusanmu!!" tegas Shoba.
Dalam sekejap, Shoba pun langsung berlari cepat ke arah Groombridge. Ia melapisi tangan kanannya dengan cukup banyak sabun batang lalu melesatkan pukulannya ke arah wajah Groombridge, "Matilah!!!"
"Kepp!!" Groombridge menahan pukulan Shoba dengan tangan kanannya, lalu mencoba untuk menyerang balik dengan melesatkan pukulan tangan kirinya ke wajah Shoba, "Rasakan ini!!!"
Dengan sigap, Shoba pun langsung menjatuhkan dirinya ke tanah untuk menghindari pukulan Groombridge. Kemudian, Shoba mencoba untuk menjegal kaki Groombridge agar terjatuh dari posisi berdirinya.
Groombridge pun melompat ke udara untuk menghindari jegalan Shoba. Akan tetapi, ketika ia berada di udara, Groombridge melihat seorang Izumi yang sedang menuju ke arahnya sembari melesatkan pukulan es nya, "A-apa?!"
"Ice-Ice No Elephant Hits!!!"
Groombridge menyilangkan kedua tangannya untuk menahan pukulan Izumi, meskipun hal itu hanya sia-sia saja dan membuatnya terpental beberapa meter kebelakang, "Wushhh!!!"
Disaat yang bersamaan, Hozuki dalam mode manusia setengah airnya pun bergerak ke arah Groombridge bagaikan sebuah ombak yang akan menerjang apapun dihadapannya, "Groombridge, aku memang tak punya dendam personal padamu, tapi setelah melihat seperti apa Organisasimu, aku menjadi sedikit kesal.."
Groombridge yang masih terpental pun mencoba untuk menginjakkan kedua kakinya ke tanah agar berhenti dari pentalan tersebut. Setelah itu, ia melihat Hozuki yang mencoba untuk menerjangnya dengan ombak airnya, sontak membuat Groombridge cepat-cepat menghindar.
Ketika Groombridge menghindar, tiba-tiba sebuah mobil bergerak cepat ke arahnya, "Mobil?!" Groombridge yang tak punya kesempatan untuk menghindar pun akhirnya tertabrak oleh mobil tersebut dengan cukup keras, "Brakkkk!!!" Groombridge kembali terpental beberapa meter ke timur hingga menabrak satu bangunan kosong hingga runtuh.
"Hey, Groombridge sialan. Jangan lupakan kalau aku ada disini untuk mengalahkanmu juga." ucap Arata sembari tersenyum licik menyeringai.
Selang beberapa detik, Groombridge terlihat sudah bangkit dan berdiri kembali. Ia memasang wajah kesal dan semakin bersemangat untuk menghajar keempat Generasi Closer itu.
"Kalian benar-benar licik ya, bermain keroyokan. Ya, tapi itu tak masalah bagiku, karena aku bisa mengatasi kalian berempat sendirian.." ucap Groombridge.
Setelah itu, Groombridge melesatkan satu Shuriken, "Shuriken No Jutsu!!!" Dalam sekejap, Shuriken tersebut tiba-tiba bertambah banyak, menjadi ratusan Shuriken yang melesat ke arah Shoba, Hozuki, Izumi, serta Arata.
"Wall Ice.." Izumi menciptakan dinding es untuk melindunginya serta Hozuki, Shoba, Arata, dari serangan ratusan Shuriken tersebut.
Dan ketika Shuriken itu sudah berhenti melesat. Shoba dan Izumi pun langsung melompat dari dinding es itu kemudian berlari cepat ke arah Groombridge.
Groombridge berhasil menghindar, lalu memegang tubuh Izumi kemudian membantingnya ke tanah dari belakang, "Bruakkk!!!" Lalu, ia pun melihat Shoba yang akan menyerangnya, Groombridge pun bergerak cepat untuk menyerang Shoba agar Shoba tak sempat untuk menyerangnya.
"!!!!" Shoba terkenjut dengan pergerakan Groombridge.
"Side Kick!!!" Groombridge menendang tubuh Shoba dengan cukup keras hingga terpental beberapa meter ke barat, "Yahaha!!! Selain ahli dalam jurus Ninja, aku juga ahli dalam hal beladiri!!!"
Disaat yang bersamaan, terlihat empat mobil yang bergerak cepat ke arah Groombridge dari arah yang berbeda. Arata merencanakan hal itu agar Groombridge tidak mempunyai cara untuk menghindar, "Tamatlah riwayatmu, Groombridge."
"Bodoh sekali.." Groombridge menyentuhkan telapak tangan kanannya ke tanah yang ia pijak. Kemudian tanah yang dia pijak perlahan mulai rapuh dan menciptakan sebuah lubang. Groombridge pun akhirnya bisa menghindari empat mobil itu dengan jatuh kedalam lubang yang ia ciptakan.
"A-apa?! Kenapa dia bisa menciptakan lubang?!" tanya Arata dengan nada terkejut.
Hozuki pun berlari dan mencoba untuk masuk ke dalam lubang yang diciptakan oleh Groombridge. Akan tetapi, sebelum Hozuki masuk ke dalam lubang tersebut, tiba-tiba Groombridge muncul dari bawah tanah, tepat dibawah tanah yang dipijak oleh Arata, "Krakk!!"
"!!!!!" Arata terkejut dengan kehadiran Groombridge dari bawahnya dan, "Bamm!!!" Groombridge langsung melesatkan pukulan keras tepat dibawah dagu Arata.
"Sekarang, siapa yang telah tamat, dasar sampah." ucap Groombridge.
"Arata!!!" teriak Hozuki. Lalu, ia pun langsung melesat ke arah Groombridge dan mencoba untuk menyerangnya dengan pukulan air nya, "Rasakan ini, Groombridge-"
Beberapa CM sebelum pukulan Hozuki berhasil mengenai Groombridge, secara mengejutkan tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan, "A-apa?" Hozuki kebingungan.
"Ya.. kau sudah terkena pengaruh jurusku. Coba lihatlah benda yang menempel di lenganmu.." ucap Groombridge.
"Lengan?" Hozuki akhirnya menyadari terdapat sebuah kertas yang menempel pada lengan kanannya, "Sejak kapan?"
"Ketika kau bergerak ke arahku dengan ombakmu. Saat aku menghindar, aku menyempatkan diriku untuk melemparkan kertas milikku itu kepadamu." ucap Groombridge.
"Lalu, apa hubungannya denganku yang tidak bisa bergerak ini?" tanya Hozuki.
"Kekuatanku adalah bisa mengendalikan seseorang menuruti perintahku bahkan menjadi budakku sendiri bila orang tersebut memakai benda dariku. Dan kertas itu, adalah kertas milikku, sekarang kau sudah tamat.." ucap Groombridge.
"S-sialan kau, Groombridge!!!" teriak Hozuki.
Groombridge mengeluarkan sebuah gulungan dan, "Bofftt!!" Sebuah pedang muncul dari dalam gulungan tersebut, Groombridge mengambilnya lalu menusukkannya ke perut Hozuki, "Jrottttt!!!"
"Uaghhh!!!"
"Satu Generasi Closer sudah berhasil dibereskan, saatnya membereskan tiga orang sisanya.."
B E R S A M B U N G