
Pada akhirnya Yoshino pun berhasil mengalahkan Jeff dengan teknik tiga pedang miliknya. Teknik yang jarang sekali ia gunakan dalam pertarungan, kini Yoshino terpaksa menggunakan teknik tersebut untuk mengalahkan Jeff agar waktunya tidak terbuang secara cuma-cuma. Karena, musuh yang paling berat sudah menantinya. Yaitu Marc.
Disaat yang sama, Chu Kobayashi pun juga berhasil mengalahkan Schamaucher untuk yang ketiga kalinya. Kobayashi mengalahkan Schamaucher dengan teknik Demon Sword Impact.
Selang beberapa saat, kini terlihat Kobayashi dan Yoshino yang sudah berdiri berjejeran sembari menatap serius monster bangunan yang berdiri beberapa meter dihadapannya. Kemudian, mereka berdua pun mengarahkan sorot matanya ke arah Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasanya.
"Kobayashi, kita harus segera bersiap-siap. Musuh yang kita hadapi saat ini berbeda dari yang lainnya. Meski begitu, aku yakin bisa mengalahkannya." ucap Yoshino sambil tersenyum menyeringai. Ia pun mengarahkan pedangnya ke arah monster bangunan yang berada didepannya.
"Hey Yoshino. Aku heran, kau ini sedang pesimis atau optimis?" tanya Kobayashi sembari tersenyum bersemangat.
"Entahlah, yang terpenting kita harus segera mengalahkannya." ucap Yoshino.
Sementara itu, Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasa pun sedikit merasa risih dengan apa yang dibicarakan oleh Kobayashi dan juga Yoshino. Ia pun memasang raut wajah kesal.
"Kalian berdua..!! Apa kalian sedang membahas rencana agar bisa kabur dariku?! Konyol sekali..!!" teriak Marc.
Tak berselang lama, Marc pun mengendalikan monster bangunan miliknya untuk menyerang Yoshino dan juga Kobayashi dengan cara memukulnya, "Swosshhh..!!"
"Kobayashi.."
"Yoshino.."
Selang beberapa detik, terlihat Yoshino yang langsung saja melompat ke udara dengan cukup tinggi sembari memasang kuda-kuda teknik berpedangnya. Sekilas, terlihat kedua mata Yoshino yang mengeluarkan sinar berwarna merah menyilaukan.
"Itoryuu, Blade Sword..!!"
Dengan begitu gesit, Yoshino pun langsung menebas lengan monster bangunan hingga terbelah, "Batss..!!" Dan, lengan monster bangunan yang telah ditebas oleh Yoshino itu pun langsung terjatuh ketanah dan akan menimpa Kobayashi yang berada dibawahnya.
Namun, Kobayashi pun tidak terlihat panik sama sekali. Ia pun menarik pedangnya dari sarung pedang. Setelah itu, tiba-tiba energi hitam muncul dan langsung menyelimuti pedang milik Kobayashi.
"Batss..!! Batss..!! Batss..!!!" Kobayashi pun melesatkan beberapa tebasan jarak jauh ke arah lengan monster bangunan raksasa yang akan menimpanya dan, "Byarrrr..!!" Lengan monster bangunan raksasa itu pun langsung hancur berkeping-keping setelah terkena tebasan yang dilesatkan oleh Kobayashi.
Marc pun sedikit terpukau dengan aksi yang dilihatkan oleh Yoshino dan juga Kobayashi. Lalu, ia pun menatap mereka berdua dengan tatapan sinis.
"Kalian berdua cukup hebat, tapi.." ucap Marc, "Recontruction No Hammer..!!"
Tangan monster bangunan raksasa yang terpotong dan hancur itu pun kembali beregenerasi dan membentuk seperti palu raksasa. Tak berselang lama, monster bangunan raksasa itu pun mencoba menyerang Yoshino dan juga Kobayashi dengan cara mengibaskannya, "Byasss..!!"
"A-apa..!!" Dengan sigap, Yoshino pun langsung melakukan posisi tiarap untuk menghindari serangan dari monster bangunan raksasa milik Marc.
Sementara itu, Kobayashi pun melompat dengan sangat tinggi untuk menghindari kibasan palu raksasa dari monster bangunan tersebut. Setelah itu, ia pun langsung mendarat dan berpijak di tangan monster bangunan tersebut.
Kemudian, Kobayashi pun langsung berlari menuju ke arah Marc sembari melakukan gerakan kuda-kuda teknik berpedangnya.
"Cih.." Marc pun sedikit geram ketika melihat Kobayashi yang berlari ke arahnya. Lalu, ia pun mengarahkan kedua tangannya ke arah Kobayashi, "Construction Wall..!!"
"Dyaarrr..!!"
Ketika dinding berlapis itu sudah hancur karena tebasan Kobayashi, tiba-tiba Marc sudah berada dibalik dinding berlapis yang hancur tersebut. Tak lama kemudian, Marc pun langsung meninju wajah Kobayashi dengan sangat kuat hingga terpental dan menabrak tanah, "Buakkk..!!"
"Brakk..!!"
"Uaghh..!!"
"Kobayashi..!!" teriak Yoshino ketika melihat Kobayashi berhasil diserang oleh Marc. Ia pun memasang raut wajah serius.
Tak berselang lama, Yoshino pun bangun dari posisi tiarapnya, kemudian berlari mendekat ke arah monster bangunan sembari menarik pedang Sebastiannya dari sarung pedang. Kini Yoshino menggunakan dua pedang, yaitu pedang Black Lotus dan juga pedang Sebastian.
"Nitoryuu.. Sanzen No Isekai..!!"
Yoshino pun langsung menebas kedua kaki monster bangunan hingga terpotong, "Batss..!!" Dan membuat monster bangunan tersebut sedikit ambruk.
"Apa..!!" Marc pun sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yoshino. Kini, raut wajahnya semakin kesal. Tak berselang lama, Marc pun menyentuhkan kedua telapak tangannya ke monster bangunan yang ia pijak.
"Construction No Zero..!!"
Tiba-tiba duri-duri tajam pun muncul disisi-sisi monster bangunan. Dan tak berselang lama, duri-duri tersebut pun langsung langsung melesat ke arah Yoshino.
"Sialan..!!"
Dengan sigap, Yoshino pun langsung menangkis duri-duri tajam yang melesat ke arahnya, "Tyengg!! Tyengg!! Tyengg!!" Akan tetapi, duri-duri tajam tersebut tak kunjung berhenti melesat ke arah Yoshino dan membuat lengan, kaki, dan pipinya tergores oleh duri-duri tajam tersebut.
Kemudian, Yoshino pun berguling-guling di tanah dan sedikit bergerak menjauh. Setelah itu, duri-duri tajam tersebut pun berhenti melesat. Dan juga, Yoshino pun bangkit dan berdiri kembali.
Dengan memasang raut wajah yang kesal, Yoshino pun melihat tubuhnya yang berdarah karena goresan dari duri-duri tajam yang melesat ke arahnya tersebut.
"Sialan, kekuatannya sangat gila. Kalau begini, aku takkan mendapatkan kesempatan untuk menyerangnya." ucap Yoshino.
Tak berselang lama kemudian, terlihat monster bangunan milik Marc pun kembali beregenerasi kembali. Dan terlihat Kobayashi yang berjalan dan berdiri disebelah Yoshino.
"Dia cukup merepotkan. Kita harus mencari celah agar bisa menyerangnya." ucap Kobayashi.
"Wuahahahaha..!!" Tiba-tiba terdengar suara Marc yang tertawa jahat dengan begitu puasnya, "Kalian berdua..!! Lihatlah perbedaan kekuatan kita yang sesungguhnya..!!"
Kemudian, dengan raut wajah sedikit kesal, Yoshino dan Kobayashi pun menatap tajam Marc. Kini, mendengar hinaan yang dilontarkan oleh Marc, membuat tekad mereka berdua semakin bergejolak.
BERSAMBUNG