
Davidestorm, Keikomaru, dan Franksboy, mereka bertiga secara ajaib menemukan ide yang sangat brilian di waktu yang sama. Oleh karena itu, mereka pun mencoba meramu serta meracik ide-ide yang telah mereka dapatkan.
Ini adalah rencananya,
Pertama, Keikomaru dengan menggunakan alat canggih miliknya meski belum sempurna, dia bersama Gyoshimaru dan Yoshino akan melesat terbang ke pelabuhan yang berada di Victoria Town dengan kecepatan maksimal. Mereka bertiga yang nantinya akan bersiap di dalam kapal, serta menjaga kapal mereka masing-masing bila ada gempuran dari pihak musuh.
Kedua, Franksboy dengan kekuatan Cyborg serta alat canggih berbentuk sebuah radar yang berada didalam tubuhnya, dia akan bertugas untuk mencari dan menjemput Vika, Killa, Shion, Izumi, Arata, dan Shoba lalu membawanya ke pelabuhan dengan cepat.
Ketiga, disini Davidestorm menggunakan kekuatan Photography nya untuk menciptakan sebuah helikopter yang akan ia gunakan beserta sisa-sisa dari kru Kurama dan Shobasoap. Meski kecepatan helikopter nya tidak secepat tubuh Cyborg milik Franksboy serta alat canggih milik Keikomaru, akan tetapi dengan helikopter ia bisa membawa sisa-sisa kru yang lain dengan mudah.
Lalu, bagaimanakah nasib dari kru Bajak Laut Speedometer yang dipimpin oleh Arata Kobayakawa? Saat ini mereka juga sedang bergegas menuju ke pelabuhan yang berada di Victoria Town, namun dengan jalur yang berbeda, ditambah Zero yang masih berambisi menangkap mereka semua dan masih mengejarnya meskipun baru saja terpeleset akibat kekuatan mentega dari Kiyo.
~
Ketika kru dari Bajak Laut Shobasoap hendak menaiki helikopter milik Davidestorm, Arsh yang merupakan salah satu orang terkuat di Serikat Lunarian mencoba menghadang mereka, namun Lucia dengan tekad keberaniannya memilih jalan untuk menghadang Arsh demi rekan-rekan nya bisa kabur.
Dan pada saat Arsh akan menebas Lucia dengan pedang, tiba-tiba munculah sebuah lubang hitam dibelakang Lucia tanpa ia sadari, sekilas sebuah tangan juga muncul dari dalam lubang hitam tersebut lalu menarik Lucia. Disaat itu, Arsh sama sekali tak menyadari dengan lubang hitam yang tiba-tiba muncul dibelakang Lucia, oleh karena itu Arsh sangat kebingungan dengan hilangnya Lucia yang secara tiba-tiba dari hadapannya.
Di Dimensi Game.
Lucia sangat terkejut karena secara tiba-tiba tertarik kedalam sebuah dimensi yang cukup familiar baginya, "Apa? Bagaimana tiba-tiba aku bisa berada disini? Dan juga, sepertinya aku cukup kenal dengan tempat ini." Lucia mulai teringat akan sesuatu hal, ia pernah merasakan seolah-olah dirinya pernah kesini.
Lalu, terdengar suara langkah kaki dibelakang Lucia, "Yo, Lucia. Sepertinya kau berada di situasi rumit kali ini." Orang yang berjalan dibelakang Lucia, ternyata adalah saudaranya, Lucian.
"Lu-Lucian?!" Melihat sosok Lucian, Lucia pun langsung berbalik ke arahnya dan menodongkan pedangnya ke arah Lucian, "Kalau kau mau bertarung melawanku, aku akan meladenimu sekarang, Lucian!!"
"Tenanglah, Lucia." Lucian pun berjalan santai lalu duduk disebelah Lucia, "Kali ini aku tidak berniat untuk melawanmu. Dan, karena kau waktu itu sudah mengalahkanku, maka aku akan memberimu sebuah hadiah perpisahan."
"Hadiah perpisahan?"
"Ya. Aku akan menyelamatkanmu dan membawamu ke tempat rekan-rekanmu yang akan tiba di pelabuhan Victoria Town. Itu adalah hadiah perpisahan dariku, lagipula, aku tidak bisa melihat saudari kandungku terbunuh oleh Serikat Lunarian." ucap Lucian.
"Huh? Bicara apa kau ini? Padahal dulu kau berniat sekali untuk membunuhku, tapi kenapa kau malah ingin menyelamatkanku?" tanya Lucia.
"..... Ya, kau benar. Waktu itu aku ingin membunuhmu. Tapi, hati setiap manusia bisa berubah kapan saja. Walaupun kita saat ini berada dijalan yang berbeda dan saling bermusuhan, tapi fakta bahwa kita adalah dua saudara kandung itu tidak terbantahkan." ucap Lucian sembari tersenyum.
"Cih." Lucia juga duduk disebelah Lucian, "Terus bagaimana caramu agar kita bisa sampai ke pelabuhan tanpa keluar dari dimensi game mu ini?"
"Tenang saja. Dimensi game ku ini sudah terhubung ke segalah wilayah Lunarian, jadi kita bisa pergi kemanapun dengan cepat. Yahh.. tapi sebelum itu, aku ingin sedikit berbicara hangat denganmu, kita sudah tidak ngobrol seperti ini sejak lama.." ucap Lucian.
"Aku hanya ingin ngobrol denganmu mengenai kenang-kenangan kita sewaktu masih kecil, Lucia. Rasanya seperti sebuah flashback saja. Tapi, tak apa, karena saat ini aku sangat ingin sekali mengobrol denganmu."
"Baiklah, Lucian. Kau juga sudah sedikit berubah, jadi aku bisa menjadi pendengarmu yang baik, jadi berceritalah sepuasmu." ucap Lucia tersenyum.
Sementara itu, disisi lain, ditempat Kenzou dan Oblaudr berada.
Hembusan angin yang tidak biasa, firasat buruk yang mengerikan, terlihat sesosok Kenzou yang sudah terkapar ditanah dengan luka parah disekujur tubuhnya.
"S-sialan. Tak kusangka kau takkan sungkan menggunakan kekuatan penuhmu untuk melawanku, Oblaudr..!!" Kenzou yang terkapar ditanah mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali.
Oblaudr berjalan mendekat dan berdiri tepat dihadapan Kenzou yang terkapar, "Ya. Karena aku tak punya banyak waktu untuk bermain-main denganmu." Oblaudr memasang tatapan sinis.
"Cih..!!"
"Si Groombride sialan itu. Ternyata dia adalah boneka yang sangat bodoh. Aku jadi sedikit sibuk kali ini gara-gara dia. Aku akan pergi untuk mendeklarasikan bahwa Serikat Lunarian akan berganti sistem menjadi Bajak Laut." ucap Oblaudr.
"Kau..!!! Aku akan segera bangkit, dan akan mengalahkanmu, Oblaudr!!!" teriak Kenzou yang masih mencoba untuk bangkit.
"Dragzeel Kenzou, dengan kekuatanmu yang sekarang, mungkin kau bisa menjadi kekuatan tempurku yang berharga, jadi bagaimana kalau kau bergabung denganku saja?" tanya Oblaudr.
"Ber.. bergabung denganmu.. katamu? Lucu sekali perkataanmu, tapi sayang sekali aku tidak tertarik dengan tawaranmu itu. Aku tidak sudi!!! Lebih baik aku mati daripada menjadi bawahanmu, Oblaudr!!!" teriak Kenzou.
"Hoo.. Jadi, kau menolak ya? Tidak apa. Aku juga tidak terlalu berharap kau menjadi anggota ku, tapi sayang sekali.." Oblaudr langsung mengambil potongan kayu tajam yang berada ditanah, "Ya. Karena kau menolak sih, jadi bersiaplah untuk mati.. Dragzeel Kenzou.."
"Sialan, tak kusangka aku akan berakhir seperti ini." ucap Kenzou sambil tersenyum.
"Enyahlah, Kenzou!!!"
"Jrotttt!!!!!"
Sementara itu, terlihat langit yang perlahan mulai berwarna kemerah-merahan menandakan bahwa waktu sudah memasuki senja. Dilautan yang tenang, terlihat seluet seorang pria dengan menaiki sebuah perahu kecil dengan sebuah pedang disisinya.
"Huh? Sudah sore ya? Bahkan hampir memasuki malam. Lalu, saat ini aku sedang berada dimana ya?" Pria itu menoleh kesana-kemari, namun yang ia lihat hanyalah lautan luas tanpa terlihatnya daratan, "Ah sialan, tampaknya kali ini aku tersesat lagi di tempat asing. Hadeuh, yasudahlah, mungkin sebentar lagi aku akan menemukan daratan, aku ingin segera tidur diatas kasur yang empuk."
B E R S A M B U N G