
Info Karakter.
Nama: Esmeralda
Umur: 29 tahun
Tempat Tanggal Lahir: Lunarian Island, 29 September.
Kesukaan: Karakter Ikemen
Tidak Suka: Pikimon
Sebelum kita membahas Izumi yang berada di Negara Grousse Kontinent saat ini, mari kita bahas tokoh penting yang sempat terlupakan pada Arc Lunar.
Sosok ini disebut sebagai tokoh penting, kenapa? Karena sosok ini telah membantu Davidestorm yang kala itu dikejar-kejar oleh pasukan Lunar saat pertama kali menginjakkan pelabuhan di Victoria Town.
Saat ini, terlihat Esmeralda yang mengenakan baju berwarna putih dengan celana panjang hitam, serta dilengkapi oleh mantel hitam tebal, dan didalam mantel tersebut terdapat beberapa senjata yang akan ia gunakan untuk berjaga diri bila ada musuh yang hendak menyerangnya.
Sejak saat bertemu Davidestorm di gang sempit, Esmeralda selalu memikirkannya. Bahkan sejak saat itu, dia belum bertemu sekali dengan Davidestorm. Ketika berita tentang Bajak Laut Cosplay dan aliansi sedang melakukan aksi kejar-kejaran dengan pasukan Lunar, Esmeralda pun menjadi khawatir.
"Davidestorm?! Dia kan berasal dari Kelompok Bajak Laut itu, kan?! Semoga dia berhasil selamat dari kejaran Pasukan Lunar yang begitu kuat.."
Dia sangat mengkhawatirkan Davidestorm yang baru saja ia temui. Mungkin ini adalah pengaruh dari sebuah pandangan pertama.
Dan ketika mendengar kelompok Bajak Laut Cosplay berhasil meninggalkan Lunar, Esmeralda pun tersenyum dan merasa lega. Tentu saja dia senang karena Davidestorm dan kawan-kawannya berhasil selamat.
Kini setelah Oblaudr, pemimpin yang sesungguhnya dari Lunar muncul dan langsung mendeklarasikan sebagai terbentuknya kelompok Bajak Laut Lunar. Dengan tujuan menguasai dunia dan menangkap keempat Bajak Laut dari Generasi Closer.
Esmeralda sangat tidak suka dengan sosok Oblaudr ini. Oleh karena itu, dia pun langsung pergi ke pelabuhan dan berangkat menggunakan kapal pesiar menuju ke suatu tempat, entah tempat apa yang akan dia tuju. Esmeralda berfikir, kalau dia terus-terusan berada di Lunar, maka nyawanya akan terancam, dan pergi meninggalkan Lunar adalah pilihan yang tepat.
Diatas kapal pesiar yang sudah berjalan sejauh ratusan meter, dari kejauhan Esmeralda masih melihat sebuah pulau yang bernama Lunar. Dia meneteskan air matanya karena harus meninggalkan tanah kelahirannya sendiri.
"Sayonara Lunar, tanah kelahiranku. Semoga ketika aku datang kembali kesini, tempat ini akan jauh lebih baik dari sekarang.." ucap Esmeralda sembari mengusap air matanya.
~
Melihat lautan kosong nan hampa, sepertinya itu tidak terlalu buruk bagi Esmeralda. Dia tersenyum ketika melihatnya. Apalagi sekelompok burung tiba-tiba datang terbang memutari laut yang berada dihadapan Esmeralda. Itu menjadi pemandangan unik bagi Esmeralda itu sendiri.
"Terbang bebas di udara. Melihat langit. Apa senikmat itu menjadi burung ya? Sepertinya aku ingin menjadi burung saja deh di kehidupan selanjutnya nanti. Menjadi manusia itu cukup merepotkan.." ucap Esmeralda.
Tak berselang lama kemudian, para musicalis biola langsung memainkan musiknya diatas kapal pesiar ini. Banyak orang yang berkerumun yang ingin melihat beberapa orang beraksi memainkan biola.
Iringan musik dari biola yang dimainkan para pemusik itu sangat tajam terdengar di telinga Esmeralda. Entah kenapa tiba-tiba saja Esmeralda menjadi bersemangat, dan mulai berfikir dengan tujuan barunya.
"Tujuan baru, ya? Apa yang akan kulakukan nanti, ya? Sepertinya ini menarik bila kupikir-pikir lebih dalam. Untuk mencari tujuan hidup, aku harus berfikir keras. Agar tujuanku tidak gagal dan mengecawakan." ucap Esmeralda.
"Enyahlah. Aku tidak suka pria tua sepertimu. Apalagi aura kemesumanmu juga sudah terpancar, aku tau apa yang akan kau lakukan." Esmeralda menyuruh om-om itu pergi.
"Cih. Dasar." Om-om itu pun pergi meninggalkan Esmeralda dengan raut wajah kesal.
"Dasar. Orang-orang Lunar itu mudah sekali birahi. Oleh karena itu banyak rumah bordil yang didirikan dengan tujuan menarik para lelaki hidung belang sepertinya." ucap Esmeralda yang melirik tajam ke arah om-om yang baru saja pergi meninggalkannya itu.
Alunan musik biola masih terdengar begitu tajam.
Esmeralda kembali memikirkan tujuan hidup nya selanjutnya, atau tujuan hidup barunya setelah beberapa saat yang lalu om-om sempat menganggu dirinya berfikir untuk menemukan tujuan hidup.
Mencari tujuan hidup. Simpel tapi sulit. Simpel dalam berkata, sulit dalam menggapainya. Semua itu butuh usaha dan berjuang.
"Berpetualang mengelana ke seluruh dunia sepertinya tidak terlalu buruk juga, ya? Ditambah lagi, aku juga belum melihat beberapa tempat, seperti gurun pasir, gunung bersalju, pemandangan Aurora, dan lain-lain." ucap Esmeralda.
Kemudian, dia pun mulai mengingat flashback ketika Esmeralda sendiri pernah mengunjungi perpustakaan di salah satu kota di Lunar. Dia membaca sebuah buku geografis dunia, dimana dalam buku tersebut diceritakan berbagai tempat yang tidak pernah ada di pulau Lunar itu sendiri. Esmeralda sedikit tertarik dengan hal itu.
"Ya. Sepertinya mengelana ke penjuru dunia untuk mencari tempat baru sepertinya itu cukup menarik juga untuk dijadikan alasan tujuan hidup yang baru." ucap Esmeralda.
Alunan musik dari Biola sudah berhenti.
Tak terasa senja pun telah tiba. Kini langit terlihat berwarna kemerah-merahan. Esmeralda lagi-lagi tersenyum melihat pemandangan tersebut. Ditambah beberapa saat kemudian pemandangan matahari terbenam pun terlihat jelas kedua matanya.
"Pemandangan yang indah. Aku takkan melupakan pemandangan ini bagaimanapun juga." ucap Esmeralda.
Esmeralda sudah membulatkan tekad dengan tujuan barunya yaitu untuk mencari tempat-tempat baru yang belum pernah ia jamah. Tekad bukan hanya sekedar tekad. Perjuangan yang berat takkan mengkhianati hasil.
Ini adalah awal dari segalanya dari Esmeralda, dia sudah bersiap dengan rintangan yang akan ia hadapi kedepannya nanti. Karena, setiap tujuan pasti ada rintangan. Setiap tujuan pasti ada hambatan. Setiap tujuan juga pasti ada sebuah hikmah.
Petualangan baru Esmeralda pun dimulai.
Begitulah kisah tentang Esmeralda yang mencoba mencari tujuan hidup barunya setelah meninggalkan tanah kelahirannya, yaitu pulau Lunar. Perkembangan dari petualangan Esmeralda ini patut untuk ditunggu-tunggu untuk kedepannya nanti.
Dan sekarang, kita akan beralih kembali ke sebuah Negara yang bernama Grousse Kontinent, dimana Izumi dan kawan-kawan yang secara tak sengaja terlibat konflik didalamnya.
Di Working City, di kediaman Konstantine bersaudara..
"Maafkan aku, tuan Fischl. Aku tidak berhasil menemukan mayat Xia dan kawan-kawannya-" ucap salah satu bawahan Fischl.
"Ya. Biarkan saja. Aku sudah mengantisipasi hal itu. Kita tak perlu khawatir, karena sebentar lagi, Xia akan datang kemari, jadi pastikan kau dan teman-temanmu membuat pesta penyambutan, paham?"
"Baik, Tuan Fischl!! Laksanakan!! Delapan enam!!"
B E R S A M B U N G