Cosplay

Cosplay
Chapter 479 - Results.



Terlihat pemandangan yang cukup menegangkan diatas atap gedung Walikota Man City. Dimana Izumi dan Hugo saling berhadap-hadapan satu sama lain. Mereka berdua tengah bersiap-siap untuk melakukan pertarungan penentuan.


Sementara itu dibawah gedung Walikota, terlihat puluhan polisi keamanan dan semua orang yang masih belum pergi dari wilayah gedung walikota pun melihat ke arah atap gedung. Sepertinya halnya Leonardo, Stuart, dan Company. Sekilas, mereka bertiga juga melihat ada dua orang yang sedang bertarung sama lain, namun mereka melihatnya tidak cukup jelas.


"Kapten, siapa yang bertarung diatas sana? Terlihat ada dua orang tadi yang saling bertarung satu sama lain.." tanya Stuart.


"..... Entahlah, aku tidak bisa melihat jelas wajah dari dua orang yang sedang bertarung saat ini. Mungkin beberapa saat lagi akan segera terjawab.." ucap Leonardo.


Kembali ke atap gedung.


Izumi dan Hugo sudah bersiap untuk melesatkan serangan. Mereka menatap satu sama lain. Salah satu kaki mereka juga sudah melangkah satu langkah kedepan. Angin juga bertiup cukup kencang hingga membuat rambut Izumi dan Hugo berantakan.


"Kali ini aku serius, loh. Mungkin kau akan terbunuh dalam pertarungan ini. Aku juga sedikit kesal karena kau dan teman-temanmu ikut campur dengan urusanku.." ucap Hugo.


"Ya, memangnya kenapa? Aku suka ikut campur dengan urusan orang lain.." ucap Izumi.


"Kalau kau tidak ikut campur, mungkin kita tidak harus bertarung disini. Kau bisa menghirup udara bebas. Dan sekarang sudah terlambat, kalau kau mati jangan salahkan aku, ya.." ucap Hugo.


"Ya, aku tidak akan menyalahkanmu. Karena akulah yang akan memenangkan pertarungan ini." ucap Izumi dengan bersemangat.


"Baiklah, kalau begitu kita mulai saja pertarungan ini.." ucap Hugo.


Tanpa basa-basi, Hugo pun langsung melompat jauh ke arah Izumi sembari melesatkan peluru-peluru api, "Bushh!! Bushh!! Bushh!!"


Izumi melapisi kedua tangannya dengan kekuatan es nya. Lalu, ia pun langsung menepis peluru-peluru api tersebut dengan kedua tangannya. Disaat yang bersamaan, Izumi langsung meluncur ke arah Hugo dengan kedua kakinya yang sudah terlapisi oleh kekuatan es.


Izumi pun langsung melesatkan beberapa es yang tajam ke arah Hugo. Akan tetapi, Hugo langsung saja menghancurkan es-es tajam tersebut dengan kekuatan petirnya, "Btzzs!!"


Selang beberapa detik, Hugo bergerak zig-zag ke arah Izumi seperti sebuah kilat, "Bztzss!!" Hugo menciptakan bola petir di salah satu tangannya dan mencoba untuk melesatkannya ke perut Izumi.


Dengan sigap, Izumi pun langsung memegang erat tangan Hugo yang masih terdapat bola petir. Izumi membalikkan badannya, lalu mengangkat tubuh Hugo ke udara lalu membantingnya, "Bruakkkk!!!"


Kemudian, Izumi pun mundur beberapa langkah kebelakang. Disisi lain, Hugo bangkit dan berdiri kembali. Setelah itu Hugo pun menciptakan sebuah hembusan angin yang sangat kencang ke arah Izumi.


Hembusan angin kencang yang seperti badai itu membuat Izumi sedikit terhempas kebelakang. Bahkan ia hampir terjatuh kebawah. Akan tetapi, dengan cerdik, Izumi langsung mengikat kedua kakinya ke atap gedung yang ia pijak menggunakan kekuatan es nya.


Dan saat itu juga, Hugo datang dengan sangat cepat dengan salah satu tangannya yang sudah dilapisi oleh kekuatan tanah. Hugo pun memukul wajah Izumi dengan sangat kuat, "Buakkk!!!!"


Es yang mengikat kaki Izumi pun pecah. Alhasil Izumi pun terpental beberapa meter kebelakang. Dan setelah melihat kebawah, Izumi akan terjatuh dari tempat yang sangat tinggi.


Namun, Izumi tidak diam begitu saja. Izumi melapisi salah satu tangannya dengan kekuatan es nya. Lalu memanjangkan tangan es nya untuk menggapai sisi atap gedung. Dan kini, Izumi kembali berpijak ke atap gedung kembali.


Izumi mendekat ke arah Hugo dan mencoba untuk menendang bahunya. Hugo pun langsung bergerak mundur beberapa langkah kebelakang untuk menghindari tendangan Izumi.


Tak berselang lama kemudian, Izumi pun melompat ke udara sembari mengarahkan salah satu tangan es nya ke atas. Tangan es nya pun membesar hingga membentuk tangan raksasa, "Ice-Ice No Elephant Hits!!!!" Izumi melesatkan pukulan es raksasanya ke arah Hugo.


Izumi berputar di udara untuk menghindari pukulan-pukulan api yang melesat ke arahnya. Kemudian, Izumi yang sudah berpijak ke tanah pun mencoba untuk melesatkan serangan balik. Izumi berlari dengan cukup cepat ke arah Hugo lalu mencoba menyerang Hugo dengan dua pukulan es nya.


Tiba-tiba sekujur tubuh Hugo dilapisi oleh aliran petir. Kemudian Hugo pun bergerak ke depan Izumi, ke sisi kiri, ke sisi kanan, kebelakang, ke atas dengan sangat cepat. Hugo melakukan hal itu untuk mengelabuhi Izumi.


Izumi yang cukup kebingungan pun mencoba untuk menyerangnya dari belakangnya. Namun, sosok Hugo tidak ada dibelakang. Dan secara mengejutkan Hugo sudah berada disisi kiri Izumi dan langsung mentackle nya hingga terjatuh.


Lalu, Hugo pun melapisi kedua tangannya dengan unsur elemen tanah. Hugo memegang kedua kaki Izumi, mengangkatnya ke atas lalu membantingnya, "Bruakkk!!!"


"Itu untuk balasan yang tadi!!!" ucap Hugo.


Namun, Izumi mentackle kaki Hugo balik hingga membuatnya terjatuh. Izumi bangun dan berdiri kembali. Kemudian, Izumi menarik kerah baju Hugo dan mengangkatnya ke atas, tubuh Hugo juga ikut terangkat. Lalu Izumi tanpa basa-basi langsung membanting balik Hugo, "Bruakk!!!"


"Ya, ini juga balasan untuk yang barusan!!!"


Hugo yang terkapar pun langsung menendang perut Izumi hingga terpental beberapa meter kebelakang. Hugo bangkit dan berdiri kembali. Kini, Hugo pun langsung menciptakan serangan dari kelima unsur elemen alam sekaligus, yaitu api, air, udara, tanah, dan petir.


Hugo melesatkan serangan besarnya tersebut.


"Enyahlah!!!!!"


Disisi lain, hampir sekujur tubuh Izumi telah dilapisi oleh es, bahkan saking dinginnya, tubuh Izumi mengeluarkan asap dingin. Izumi bergerak cepat. Satu-persatu serangan yang dilesatkan oleh Hugo berhasil dihindarinya.


Kini, Izumi sudah semakin dekat dengan Hugo.


Hugo cukup terkejut karena pergerakan Izumi kini lebih cepat dari sebelumnya.


"Rasakan ini, Ice-Ice No Gatling Hits!!!!"


Izumi pun langsung melesatkan pukulan es bertubi-tubi ke tubuh Hugo.


"Uaghhhh!!!!!" Hugo merintih kesakitan karena terkena serangan tersebut. Bahkan sekilas, Hugo pun memuntahkan darah dari mulutnya.


Beberapa saat kemudian, setelah Izumi melesatkan pukulan es bertubi-tubinya, Izumi pun melesatkan satu pukulan kuat ke perut Hugo, "Buaghh!!!"


"Uaghhh!!! Si-sialan!!!"


"Aku takkan kalah oleh orang sepertimu!!! Karena, aku adalah Kapten dari kelompok Bajak Laut Cosplay!!! Sekarang, Enyahlah!!!!" teriak Izumi.


Hugo pun terpental beberapa meter kebelakang dan terkapar tepat disisi atap gedung.


B E R S A M B U N G