Cosplay

Cosplay
Chapter 485 - Space Haikei Jerry Gurcia.



Hari esok mungkin menyedihkan, tapi sebagai Manusia kita harus menjalani kehidupan bahkan meskipun esok itu akan menyedihkan.


Kebaikan hati darimu adalah bagaimana cerita ini akan tetap berlanjut, berikan like, komentar, dan dukungan, maka cerita ini akan berlanjut.


"Huh?"


Mereka yang barusan bentrok, kini malah berjalan ke-arah masing-masing yang berbeda, Kenichi yang hanya ngetes kemampuan bajak laut Fubuki dan memberikan spoiler, sudah agak jauh dari keberadaan Fubuki , Tenkyuu, dan Ilmari.


"Lappalainen, kau berani juga menghadapi si Kenichi itu , aku kagum!" Seru Tenkyuu.


"Berani? kau pikir aku berani? itu cuma biar kelihatan keren doang makanya aku beraksi mantap barusan, lihat raut wajahku, dan bahkan aku keringetan ini!!" Bentak Lappalainen.


Benar saja, agak keringetan dirinya, karena ya dia bertarung dengan rasa waw-was menunggu datang setruman yang menggegelar.


"Sekarang kita sudah mendapatkan spoiler dari sang Enemies, kebetulan kita berada di kota United, jika kita ke seberang sana, lupa arah mana karena Author lupa disebut apa, intinya di seberang sana, kita harus ke sana untuk mencapai Kota Man City.." ucap Fubuki.


"Man City? Mau bersua dengan kerabatmu kah, Fubuki-taichou??!!" dengan nada seru, sembari seperti bertanya, meskipun emang nanya, nada yang terekspos dari ucapan sang Tenkyuu adalah barusan.


"Pembaca akan berpikir bahwa chapter ini cuma kepengen banyak kosakata doang, karena narasinya menjadi majas hiperbola, ucapan ajah sampe diperpanjang segala, memang gak menarik ini cerita, bahkan mungkin editor yang membaca ini bakalan berpikiran sepertiku, karena emang hiperbola..." ucap Lappalainen.


"Kau tahu majas hiperbola, Ilmari-kun?" Fubuki mengajukan pertanyaan.


"Benar, karena penulisnya kadang memasukan narasi hiperbola, dan kadang menjadi obrolan yang dipenuhi dialog tag, memang sering berubah-ubah gaya penulisannya.." Jawab sang Lappalainen.


Lappalainen adalah nama di akhir menjelaskan bahwa itu ucap Ilmari, dan mereka menyebut Lappalainen dengan sebutan 'Ilmari' karena mereka sudah terbiasa, meskipun selalu di ucapan akhir Ilmari, selalu menjadi 'ucap Lappalainen.


Bahkan dialog tag dan nama panggilan serta dalam ucapan malah menjadi permasalahan dari inti cerita ini.


Majas Hiperbola bahkan sebenarnya tak cukup diketahui oleh sang Penulis, Ia hanya memaksa memainkan kosakata menjadi sebanyak mungkin agar bisa mencapai target.


"Seribu kosakata kah?" Gumam Tenkyuu.


"Dan bahkan dialog tak bisa bertanya kepada Narasi, betul-betul cerita yang tak objektif kepada inti..." ucap Fubuki.


"Kuheran juga mengapa karakter di cerita ini cukup leluasa bisa mengkritik sang penulis? Bahkan sesekali mengejek ketidak-konsisten-nya, padahal kalau ini cerita lain, mereka jarang menghadirkan breaking fourth the wall.." Komentar Tenkyuu.


Obrolan mereka adalah hal-hal yang tak penting, mereka tetap melangkah ke hal-hal selanjutnya, berjalan perlahan-lahan, dan kemudian berjumpa dengan beberapa orang, lalu kemudian mulai muncul ke-dalam hal-hal ramai, dan orang banyak berlalu-lalang, dan bahkan pohon cemara pun ada di mana-mana, dan bahkan penulisnya bingung mendeskripsikan cerita ini bagaimana, dan bahkan Ia pun sedang mendengarkan lagu untuk mendapatkan referensi, dan bahkanpun lagu yang awal Ia putar adalah Space Haikei Jerry Gurcia.


Tujuan mereka bertiga tentu saja Manchester City , singkatnya Man. City, biar gak diprotes oleh Cityzen yang membaca cerita ini, seperti seorang teman bernama Jackal.


"Namaku kenapa disebut ? Oh ya, aku pro Clint, top global tiga ribu lebih, dengan power tiga ribu dua ratus, tapi anehnya pas main bareng sama temanku, aku hobi dapat coklat, kenapa demikian? Karena aku buta map, soalnya mereka para cecenguk jarang banget ngasih info 'enemy missing' aku-pun jadi malas main begini-begini mulu, ah, aku cuma karakter sampingan yang hadir untuk mampir doang, soalnya aku bagian dari bajak laut Fubuki, dan sekarang kami bukan ke Manchester City, melainkan..."


"Ke Hartepool??!!"


Jackal adalah anakbuah Fubuki, singkatnya sekarang kru Fubuki yang lain menuju ke-tempat tujuan mereka terlebih dahulu, sedangkan Fubuki, Tenkyuu, dan Ilmari ga bisa ikutan karena harus menghadapi sang Kenichi barusan, dan kebetulan udah kelar, cuma ngetes doang si Kenichi tadi.


"Jackal, jangan terlalu nyeleneh kau dalam berucapkan kata-kata, cringe banget njir, nanti pembacanya bakalan pusing kenapa kita bisa bicara lepas dan bahkan seolah-olah kita sadar akan kamera dan sadar bahwa kita adalah karakter fiksi.." Suara wanita terdengar, dia cukup cerewet, Agnieszka Zawistowska.


"Agnes-chan, jangan marah-marah, ke Hartepool cukup berbahaya, konon katanya kalau perempuan cerewet bakalan jadi korban terlebih dahulu.." balas Jackal.


Jackal di sini beda sama Jackal yang ada di dunia maya, kalau Jackal di dunia maya suka ragu-ragu kalau ngomong sama cewek, bahkan ngechat ajah ga berani, tapi di sini dia berani, karena dia sadar dia adalah karakter fiksi, jadi gak masalah beda sifat dari dirinya yang ada di dunia maya.


"Cerita ini bakalan ngedapat drama kayak sesuatu sebelumnya, soalnya masukin nama teman tanpa minta persetujuannya.." ucap Yukimatsu.


"Yukimatsu-kun, kau jangan ngikut kayak si Agnieszka, nanti kena dorama.." ucap Jackal.


"Agnieszka kenapa emang? Dia kan cuma ngasih paham soal kebodohanmu, jadi itu tidak masalah, kan?"


"Idiot kamu Yukimatsu!" Bentak Jackal.


"Ok.." Balas Yukimatsu.


"Woi jangan ngikut percakapan kalian kayak di chat, malah ok-ok-ok-an , ini kayak parody soal Jackal ama Nguyen yang berseteru!!" Bentak Jackal.


"Jackal itu kan dirimu, kenapa kamu gak mau diparodikan, Jackal???!!"


Tinggalkan saja obrolan para cecenguk yang sedang menuju ke Hartepool, sedangkan di Hartepool ada sesosok Manusia yang sangat santai.


Sepertinya berhamburan karena ada yang melaju di atasnya.


Tentu, ini adalah kendaraan para cecenguk barusan yang sedang berseteru, mereka Bajak Laut tapi mereka menaiki kendaraan lain? Gampang, itu karena kapal mereka gak mereka gunakan.


Bukan tak di gunakan, melainkan itu memang kapal, hanya saja memiliki roda, nampaknya kapal mereka adalah type amfibi, bisa di laut maupun di darat, terbukti sekarang.


"Menarik.." Hyandsome mengeluarkan anu dari celana, dia kemudian pipis di pasir-pasir, dan kemudian berjalan perlahan-lahan, membuat lingkaran dari pipisnya yang menetes, meskipun sudah kakak-kakak, dia masih suka pipis sembarangan, memang aneh-aneh saja karakter di cerita ini.


Kembali ke wilayah yang ada Fubuki.


"Jerry Gurcia , kenapa judul chapternya begini? apakah karena sang penulisnya ngedengerin lagunya Yo-King yang berjudul sama dengan chapter ini?" Tenkyuu membuka percakapan.


"Kita tidak perlu membahas itu, yang penting bagaimana berita di Camar yang kau bajak tadi ini?" Fubuki membuka suara, mengajukan pertanyaan.


"Seperti yang di spoilerkan oleh mang Kenichi tadi, di situ terjadi bentrokan, dan ada Izumi di sana, dia bahkan memiliki teman-teman yang kuat dengan bounty yang tak main-main juga.." balas Tenkyuu.


"Apakah ada informasi lainnya?"


"Filimonov sang presiden itu adalah orang yang tidak bisa diremehkan , jika Izumi maju dengan kekuatannya yang sekarang, kemungkinan dia akan kalah dengan telak, Izumi membutuhkan combo yang menarik.." Ucap Tenkyuu serius, "Aku membayangkan bagaimana jika es dikombinasikan dengan badai salju? Bukankah itu menjadi kolaborasi yang menarik?"


"Sepertinya begitu, memang sudah benar saran Kenichi, kita harus ke Manchester City, eh bukan, kita harus ke Working Man Blues untuk membantunya.." ucap Lappalainen.


Mereka bertiga sudah membulatkan tekad untuk membantu sang Izumi, mengingat mereka juga tak ada kapal, kalau mau jalan kaki ke Hartepool jelas membutuhkan waktu yang lumayan lama.


Dalam pemikiran Manusia , jelas akan selalu ada pikiran 'nebeng' dan opsi yang dipilih Fubuki dan kedua temannya adalah nebeng.


Dalam perjalanan mereka , mobil amburadul nampak lewat , mobil itu gak kece, banyak kotoran burung , tidak pernah dibersihkan, namun anehnya di dalamnya sangat bagus dan gak kotor, pengemudinya juga bergaya keren.


Sembari kaca mobil yang terbuka, dan Ia sang pengemudi memakai kacamata, dan lalu menaikan kacamatanya agar tatapan matanya saling berhadapan dengan Fubuki dan kedua temannya.


"Yo, apakah kalian butuh tumpangan? Aku supir taxi terhebat di dunia, hanya saja aku tak tahu ini berada di dunia mana.." ucap sang supir yang memberhentikan mobilnya.


"Supir Taxi, tapi mobilmu gajelas dari luarnya, Manusia keseringan lihat dari sampul, dan dalamnya gak perlu, kalau dari sampul udah ngawur, jelas mereka bakalan sekip naik mobilmu.." balas Fubuki, "T-tapi, aku tertarik!!" Sambungnya.


"Kami tahu tempat ramai yang banyak penumpang, itu ada di seberang sana, di sekitaran sana, kotanya bernama Manchester City!" Seru Tenkyuu.


"Masa City ramai? Ini ajah United tempatnya sepi banget, jangan berbohong lu!!" Bentak si Sopir.


Sopir ini namanya bahkan belum di beritahukan, tetapi ini bukan Arata Kobayashikawa, atau bahkan Takumi si Mobil Mainan.


"Great Driver, Christoforus-kun, is here!!"


Mengapa Christoforus nyasar di dunia lain? bahkan akupun tak tahu, mengapa dia bisa berada di universe lain, apakah ini karena sang Hyandsome juga ikutan di sini, makanya sang Christoforus nyasar juga?


Di Island In The Skies.


"Bukankah Koizumi itu kelahiran Kastil In The Skies, mengapa dia berkeluyuran di sana, apakah hasutan dua saudaranya yang kepengen menguasai beberapa area di belahan bumi?"


"Tidak, Holden-san, nampaknya ini akan menjadi pertempuran yang tak bisa diprediksi kedepannya, bahkan , Koizumi dan kedua saudaranya itu sudah kalah, mereka ke bumi hanya untuk bermain dengan politik.."


Mereka masih ingin menjadi rahasia, dan beberapanya ingin disebutkan namanya.


"Apakah kita memerlukan keluarga Skydiving untuk beraksi? Tidak juga, cerita ini nanti akan aneh kayak 1+1..." ucap Holden.


Beberapa yang lain, bahkan meskipun tak berada di kastil, ada Manusia-Manusia yang memutuskan untuk turun ke bumi.


"Kenapa di sini gak ada stand anime???!!"


"Beda dunia njir!!"


Apakah ini semacam spoiler kedepannya? Hingga menciptakan arc paling keren.


"Aku bahkan tak tahu, akan seperti apa cerita ini berjalan.." ucap Fubuki.


B E R S A M B U N G