Cosplay

Cosplay
Chapter 149 - Monster Bangunan



Davidestorm terkejut setelah melihat Izumi, Yoshino dan Kobayashi menyerang pasukan Hristov yang berada di pos selatan yaitu di dekat gerbang masuk Lost Reverse.


Sementara itu, Ezeqia juga terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Davidestorm, ia tak menyangka mereka bertiga telah melakukan penyerangan sebelum pasukan pengintai memberi sinyal.


"Apa katamu?! Mereka bertiga telah memulai penyerangan sebelum kita memberi sinyal?! Apa-apaan mereka itu.." ucap Ezeqia yang melirik ke arah Davidestorm, ia masih mengemudikan helikopternya.


"Wah-wah, kalau begini mereka bertiga bisa merusak strategi. Apa sebaiknya kita harus menghentikannya?" tanya Schuikhov.


"Tidak perlu, kita hanya harus mendekat ke markas besar Bajak Laut Hristov lalu memberi sinyal pada aliansi.." ucap Maki.


"Benar, kalau kita membantu mereka bertiga. Maka, kita juga akan menghambat strategi yang telah dibuat oleh Shu.." ucap Kai yang menyarankan untuk melanjutkan misinya.


"Baiklah, aku akan mengemudikan helikopter ini di dekat gedung itu. Seperti yang kuduga, gedung itu pasti markas besar Bajak Laut Hristov.." ucap Ezeqia, lalu ia mengemudikan helikopternya ke arah gedung besar yang diduga sebagai markas besar Bajak Laut Hristov.


Sementara itu terlihat salah satu Eight Commander yaitu Alonso keluar dari gedung tersebut. Saat melihat ke langit, ia melihat sebuah helikopter yang mengarah ke arah gedung.


"Hah? Apa itu? Helikopter ya? Sepertinya helikopter itu sedang menuju kemari, tapi siapa yang mengemudikan helikopter itu. Apakah mereka penyusup?" batin Alonso sambil menyipitkan matanya saat melihat ke arah helikopter yang sedang terbang di langit.


Kemudian Alonso pun menelpon Hristov dengan alat komunikasi yang dibawanya, ia memberi tahu Hristov kalau ada sebuah helikopter yang sedang mengarah ke gedung.


Sementara itu di lantai dua puluh dimana Hristov dan para pasukan elitenya berada. Ia mendapat informasi dari Alonso bahwa ada sebuah helikopter yang mengarah ke gedung.


"Helikopter? Apa mereka penyusup? Sepertinya ada yang ingin mengacaukan pesta kita.." ucap Hristov setelah mendapat informasi tersebut dari Alonso.


"Mereka hanya sampah kecil dan tak perlu dikhawatirkan. Mereka juga takkan bisa mengacaukan pesta ini, kita ini ada banyak loh.." ucap Espener sambil meminum segelas bir.


Kemudian Marc Jonathan langsung pergi meninggalkan ruangan dan berkata pada Hristov, "Biarkan aku yang mengurusnya, sampah kecil seperti itu tak boleh merusak pesta besar kita.."


"Baiklah, Marc. Aku serahkan sampah kecil itu padamu.." ucap Hristov sambil menyeringai.


Sementara itu, terlihat helikopter yang dikemudikan oleh Ezeqia sedang mendekat ke arah gedung tersebut.


"Baiklah, sebentar lagi kita akan sampai di dekat gedung ini. Kalian bersiap-siap lah untuk memberikan sinyal pada aliansi.." ucap Ezeqia yang menyuruh orang-orang berada di belakang agar bersiap-siap untuk memberi sinyal kepada aliansi.


"Baik, Nona. Aku akan segera memberikan sinyal kepada para aliansi, tak kusangka perang besar akan tiba.." ucap Schuikhov dengan raut wajah percaya diri.


Beberapa saat kemudian, terlihat Marc keluar dari gedung dan langsung menghampiri Alonso yang berdiri di depan gedung.


"Dimana helikopter itu, Alonso?" tanya Marc.


"Disana.." jawab Alonso sambil menunjuk ke arah Helikopter yang sedang dikemudikan oleh Ezeqia.


Sementara itu, Ezeqia yang sedang mengemudikan helikopter tiba-tiba terkejut karena melihat monster raksasa yang terbuat dari bangunan rumah berada di depan helikopter yang ia kemudikan.


"Gawat..!!!" Ezeqia mencoba mengemudikan helikopter untuk menghindari monster bangunan yang berada di depannya.


"Apa yang terjadi, Ezeqia?!!" tanya Maki yang berada dibelakang ruang kemudi.


Davidestorm pun menciptakan sebuah kembang api dari kameranya, saat ia akan menyalakan kembang api tersebut, tiba-tiba monster bangunan langsung memukul helikopter yang sedang dikemudikan Ezeqia hingga jatuh."Buaghhh!!"


"Huwaaa..!!" Davidestorm terkejut karena helikopter yang ia tumpangi akan jatuh ke bawah, ia juga tak sengaja melepaskan kembang api sebagai sinyal pembuka."Kembang apinya!!"


"Kawan..!! Ciptakan sesuatu!!" teriak Schuikhov.


"Parasut..!! Cepat ciptakan parasut..!!" ucap Kai yang menyuruh Davidestorm untuk menciptakan parasut untuk menyelamatkan diri dari helikopter.


"Baiklah..!!" Davidestorm pun langsung menciptakan lima parasut dari kameranya.


Kemudian Davidestorm, Ezeqia, Kai, Maki, dan Schuikhov memakai parasut tersebut dan langsung melompat dari Helikopter.


"Huwaaa....!!!"


Helikopter pun langsung menabrak tanah dan meledak. Ledakan tersebut terdengar sangat kencang."Buaammm!!!!"


"Syukurlah..!! Kita selamat berkat parasut ini..!!" ucap Maki yang sedikit menghela nafasnya karena berhasil selamat dari helikopter yang jatuh.


"Beruntung aku berhasil membuat parasut dengan cepat. Terlambat sedikit saja, kita semua bisa mati.." ucap Davidestorm dengan nada panik.


"Tapi, kalian jangan senang dulu. Lihatlah ke depan kalian..!! Monster bangunan itu akan segera menghempaskan kita..!!" teriak Ezeqia.


Monster bangunan yang berada di depan mereka berlima pun langsung mengayunkan tangannya dan mencoba untuk menghempaskannya.


"Waduh, ini gawat sekali kawan. Memang benar kita selamat dari helikopter, tapi kita akan mati setelah terkena serangan dari monster bangunan itu.." ucap Schuikhov tersenyum lebar sambil menoleh ke arah Davidestorm.


Melihat Schuikhov yang tersenyum di saat-saat seperti ini, Davidestorm pun sedikit kesal kepada Schuikhov, "Hoey!! Kenapa kau masih bisa tersenyum saat kematian ada di depan kita..!!!"


Tiba-tiba Yoshino datang melompat ke hadapan monster bangunan tersebut dan langsung mencoba menyerangnya.


Yoshino menarik pedang Sebastian dan memegangnya di tangan kiri, sementara di tangan kanannya ia memegang pedang Black Lotus, setelah ia melompat di hadapan monster raksasa itu....


"Nitoryuu.. Sanzen No Isekai..!!!!" Dengan serangan tebasan dua pedangnya, Yoshino berhasil membelah monster bangunan tersebut yang hendak menghempaskan Davidestorm dan kawan-kawan.


"Batssssssss....!!!!" Monster bangunan berhasil dibelah menjadi dua bagian oleh Yoshino.


Davidestorm, Schuikhov, Ezeqia, Maki, dan Kai pun terkejut saat melihat Yoshino datang dan langsung membelah monster bangunan tersebut.


"Yoshino..!!! Terima kasih kau sudah menyelamatkanku..!!" teriak Davidestorm berkaca-kaca.


"Bukannya kau masih bertarung dengan pasukan yang berada di gerbang masuk?! Kenapa tiba-tiba ada disini?!" tanya Maki kepada Yoshino.


"Ya, setelah aku merasakan hawa yang kuat. Aku langsung bergegas menuju kemari meninggalkan mereka berdua bertarung disana.." ucap Yoshino sambil menyeringai, kemudian ia memasukkan pedang Sebastian ke sarung pedangnya.


BERSAMBUNG