Cosplay

Cosplay
Chapter 180 - Mayonaka No Goodnight



Perang besar antara pasukan Aliansi dan pasukan Hristov pun masih berlangsung. Saat ini, terlihat Killa dan Vika yang cukup kesulitan saat berhadapan-hadapan dengan Tim Elite Number Three Bajak Laut Hristov.


Killa dan Vika pun berdiri beberapa meter di depan Plavio, Lukas, Lander, Jankovic dan Gia yang berasal dari Tim Elite Number Three Bajak Laut Hristov.


Killa dan Vika pun berdiri bersebelahan cukup dekat sambil mendiskusikan sesuatu untuk melawan Tim Elite Number Three.


Dengan raut wajah yang cukup serius, Killa pun melirik ke arah Vika yang berada disebelahnya dan berkata, "Vika, kemampuan mereka berempat cukup merepotkan, kita harus segera membuat strategi untuk mengalahkan mereka berlima.."


"Ya. Tapi, aku masih bingung strategi bagaimana yang cocok untuk mengalahkan mereka.." jawab Vika.


Melihat Killa dan Vika yang nampak seperti berbisik-bisik membahas sesuatu, Plavio pun berteriak ke arah Vika dan Killa sambil tersenyum menyeringai, "Kalian berdua..!! kalian sedang berbisik apa? Berencana mau kabur dari kami ya?!"


"Kabur katamu?! Kami berdua takkan kabur dari peperangan ini. Tentu saja, kami berdua akan mengalahkan kalian berlima disini..!!" ucap Vika dengan tegas.


"Mengalahkan kami? Jangan bermimpi..!!" ucap Gia. Lalu, Gia pun mengeluarkan satu korek api dari dalam saku bajunya. Ia pun langsung melesatkan korek api tersebut di depan Vika dan Killa.


"Clepp!!" Korek api yang dilesatkan oleh Gia berhasil menancap di tanah satu meter dihadapan Vika dan Killa.


Vika dan Killa pun sedikit kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Gia yang telah melemparkan korek api dihadapan nya.


"Korek api?" gumam Killa.


"Killa, kita harus berhati-hati.." ucap Vika.


Kemudian Vika dan Killa pun mundur beberapa langkah dari hadapan korek api yang menancap di tanah satu meter dihadapan mereka berdua. Vika dan Killa sangat waspada dengan gerakan musuh.


Kemudian, Gia pun membentuk sebuah segel tangan. Ia pun tersenyum menyeringai sambil menatap tajam Vika dan Killa. Setelah itu, tiba-tiba korek api yang menancap di tanah mulai menyala dengan sendirinya.


"Bush.."


Setelah korek api tersebut menyalah, tiba-tiba korek api tersebut menjadi ratusan korek api yang langsung mengitari Vika dan Killa, sekarang mereka berdua berada di tengah-tengah lingkaran dari ratusan korek api yang muncul secara tiba-tiba setelah Gia membentuk segel tangan.


"Apa ini?! Kenapa korek api yang dia lesatkan kepada kita tiba-tiba menjadi banyak?!!" Killa pun terkejut setelah melihat satu korek api yang menyalah menjadi ratusan korek api yang langsung mengitarinya.


"Gawat..!! Ini pasti kekuatan miliknya..!! Killa, ayo cepat segera keluar dari lingkaran korek api ini..!!" ucap Vika yang langsung mengajak Killa untuk keluar dari lingkaran korek api.


Melihat Killa dan Vika yang mencoba beranjak keluar dari lingkaran korek api yang ia ciptakan, Gia pun langsung tersenyum licik sambil berkata, "Kalian takkan sempat..!! sudah terlambat..!!"


Sebelum Killa dan Vika keluar dari lingkaran korek api yang diciptakan oleh Gia, tiba-tiba korek api tersebut mengeluarkan asap yang cukup tebal sehingga membuat Vika dan Killa terjebat di dalam kepulan asap tersebut.


"Huahahaha..!! Rasakan itu..!!" ucap Gia sambil tertawa jahat, nampaknya ia cukup puas setelah mengira Killa dan Vika telah mati terbakar oleh api yang tercipta dari korek api tersebut.


Selain itu, Plavio, Lukas, Lander, dan Jankovic juga terlihat cukup senang setelah mengira Vika dan Killa telah mati dibakar habis oleh api dari korek api milik Gia.


"Tak kusangka, dua wanita itu tidak melakukan perlawanan sama sekali sampai mati terbakar dari korek apimu, Gia.." ucap Plavio.


"Benar, ternyata dua wanita itu tidak punya kekuatan spesial. Bahkan, melawan mereka berdua tidak bisa dianggap sebagai pemanasan.." ucap Lukas.


"Kematian mereka cukup mengenaskan, mati dengan cara terbakar. Sungguh ironis.." ucap Lander.


"Apa kalian yakin dua wanita tersebut telah mati terbakar? Tapi kok kurang meyakinkan ya.." ucap Jankovic.


Setelah memasang ekspresi yang cukup percaya diri saat mengira Vika dan Killa telah mati terbakar oleh korek apinya. Sekilas, Gia bersama dengan empat rekannya yaitu Plavio, Lukas, Landere dan Jankovic terkejut setelah melihat perlahan dunia menjadi gelap.


Setelah dunia menjadi gelap seakan-akan sudah malam, tiba-tiba orang-orang yang sedang bertarung di sekitar mereka perlahan lenyap seketika.


Mereka berlima pun sangat terkejut setelah melihat kejadian tersebut. Mereka bingung dengan apa yang telah terjadi.


"Hei-hei.. kenapa hari sudah mulai malam. Cepat sekali waktu telah berganti.." ucap Plavio yang terkejut setelah melihat langit yang menjadi gelap seakan-akan malam pun tiba.


Gia juga terkejut setelah melihat orang-orang yang sedang bertarung di sekitar mereka lenyap seketika. Ia pun berkata, "Apa kalian tidak merasa aneh? Selain dunia yang seolah-olah menjadi malam, orang-orang yang bertarung di sekitar kita juga ikut lenyap.."


"Woi-woi..!! Jangan membuatku takut..!! Sebenarnya apa yang terjadi..!!" ucap Lukas, tiba-tiba ia menjadi sangat panik setelah melihat perubahan dunia yang cukup mengagetkan.


"Jangan-jangan ini adalah kekuatan dari musuh? Aku memang kurang yakin kalau dua wanita itu telah mati terbakar dengan mudah. Kejadian aneh ini terjadi setelah kita mengira dua wanita tersebut sudah mati terbakar.." ucap Jankovic.


"Jangan-jangan, kita sudah terjebak dalam serangan musuh..?!! Kalau benar, ini sangatlah gawat..!!" ucap Lander.


Tiba-tiba terdengar suara dari Killa yang entah darimana asalnya. Suara Killa tersebut terdengar cukup keras di telinga mereka berlima.


"Sayang sekali, kalian pikir kami telah mati oleh korek api seperti itu? Kalian salah besar, sekarang rasakan dari teknik gabungan dari teknik ilusiku ini,"


"Mayonaka No Goodnight berhasil."


"Apa?! Jadi kita sedang terjebak ke dalam ilusinya?!!" ucap Plavio dengan cukup kesal setelah ia mengetahui dirinya terjebak ke dalam ilusi milik Killa.


BERSAMBUNG