
Bulan yang jatuh ke bumi sudah hampir dekat menginjak lautan, sementara akar-akar yang keluar dari permukaan laut dari dasar terus bergerak mengarah ke langit. Mata semua orang terfokus pada dua kekuatan besar yang akan saling bertabrakan.
Akar-akar yang diciptakan melalui kekuatan Emperor's Eyes milik Oblaudr pun perlahan membentuk sebuah pohon raksasa. Namun pohon kali ini terlihat berbeda dari sebelumnya. Pasalnya pohon ini mempunyai mulut dengan gigi taring yang sangat tajam, monster pun tercipta.
Bulan yang semakin dekat itu pun langsung ditangkap oleh pohon hidup tersebut dan langsung melahapnya, "Graup!! Graupp!!"
Shoba yang melihat hal itu pun terkejut ketika mengetahu bulan yang jatuh dari luar angkasa itu dimakan habis oleh monster pohon tersebut, "Tak Mungkin. Mana ada makhluk di dunia ini yang bisa memakan sebuah bulan?!"
"Memang benar itu adalah bulan!! Tapi, itu hanya sebuah bulan replika yang menyerupai bentuk aslinya!! Lihatlah ke atas, bulan masih terlihat menyinari gelapnya malam!!" teriak Oblaudr.
"B-bulan replika?!" Shoba lagi-lagi dibuat terkejut.
"Benar. Meski itu hanya sebuah replika, tapi kesempurnaan komponen juga hampir sama dengan yang dimiliki oleh bulan yang asli." ucap Shion.
"..... Shion!!! Apa hanya itu senjata rahasia dari kekuatanmu? Sangat disayangkan sekali, pohon hidupku berhasil memakan bulanmu itu sampai habis.. Nah, sekarang.. Apa yang akan kau lakukan, Shion?" tanya Oblaudr.
"Kau salah, Oblaudr. Justru setelah ini adalah serangan yang sesungguhnya! Moon Of The Fire!!!" ucap Shion.
Dan, "Duammmmmmmmm!!!!" Bulan yang telah dimakan oleh pohon hidup milik Oblaudr itu pun meledak hebat diudara. Bahkan ledakan tersebut menciptakan tekanan angin yang luar biasa. Disaat yang bersamaan, serpihan-serpihan batang pohon akibat ledakan itu pun langsung berjatuhan dan berhasil mengenai beberapa kapal dari Serikat Lunarian, "Bruakkk!! Bruakk!! Bruakk!!!"
Kapten Hirn yang saat itu berada diatas kapalnya pun berspekulasi, "Jadi, itu hanya bulan replika dengan kemiripan hampir seratus persen dari segi komponen-komponennya juga. Sungguh kekuatan yang luar biasa.."
"Hirn!! Kemana pandanganmu saat ini?! Bukannya sekarang kita sedang berperang?!! Cepat tembak dia!!!" Arsh memerintahkan pasukannya untuk menembakkan meriam ke kapal Departemen Satwa.
"Baik!!!"
"Dumm!! Dumm!! Dumm!!" Tembakan meriam telah dilesatkan. Namun dengan kekuatan Kapten Hirn, kapalnya pun bisa terhindar dari meriam tersebut dengan mudah.
"Pinoccio, aku butuh hidung tajam mu untuk menebas kapal miliknya itu." ucap Kapten Hirn.
"Yoi, Kapten. Serahkan saja padaku." ucap Pinoccio.
~
Oblaudr pun melihat kerusakan dari Kapal Armada Besar milik anak buahnya yang terus bertambah. Namun, kapal Armada Besar yang dipimpin pada Inner masih terlihat baik-baij saja. Tentu karena mereka berhasil melenyapkan serangan yang mencoba merusak kapal mereka.
"..... Tiga kapal Bajak Laut masih didepan sana. Mereka juga masih belum bergerak karena dibagian depan masih terdapat kapal pasukan lainnya yang menghadang. Tak kusangka, mereka akan benar-benar merepotkanku." ucap Oblaudr.
Sementara itu, diatas kapal Shobasoap. Terlihat Shion yang mengeluarkan banyak keringat setelah menciptakan serangan bulan tersebut. Tampaknya ia benar-benar sudah kehabisan stamina. Kemudian, Shion pun langsung terjatuh.
Akan tetapi, Shoba dengan sigap pun langsung menangkap Shion yang akan terjatuh tersebut, "Shion, bertahanlah!"
"Ma-maafkan aku, Shoba-kun. Tak kusangka serangan itu berhasil digagalkan dengan mudah. Padahal hanya itu saja serangan dariku yang bisa menyelamatkan kalian, tapi hasilnya sangat nihil.." ucap Shion.
Disaat itu pula, tiba-tiba terdapat sosok tak kasat mata yang langsung menendang Shoba begitu saja agar terlepas dari Shion, "Duakk!!"
"Uaghhh!!!" Shoba terpental kebelakang hingga menabrak sisi kapal.
"Kapten, Shoba!!!"
Shion yang terjatuh tersungkur ke lantai kapal pun mencoba bangkit dan berdiri kembali. Ketika Shion sudah berdiri, tiba-tiba tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali, seolah-olah ada yang menahan tubuhnya dari belakang.
"Ada apa denganku, kenapa tubuhku seperti tertahan oleh sesuatu?!" Shion sendiri pun kebingungan dengan apa yang menimpanya.
Selang beberapa detik kemudian, sosok tak kasat mata itu akhirnya menampakkan dirinya tepat dibelakang Shion sembari mengunci kedua tangan Shion menggunakan tangan kirinya, sementara tangannya memegang sebuah pisau yang ditujukan ke leher Shion.
"..... Ukh." Shion yang melihat sebuah pisau didekat lehernya pun langsung mengambil sikap tak sembrono, ia juga melirik kearah seseorang yang berada dibelakangnya, "Kau.. Siapa?"
"Yo. Shoba Sekken. Bagaimana? Apa kau berani menukar nyawamu agar Shion bisa selamat?"
Orang yang berada dibelakang Shion tersebut adalah Rikuo. Rikuo adalah salah satu anggota Serikat Lunarian dari Divisi Legendary. Kekuatannya adalah manusia tak kasat mata atau tak terlihat.
"Sialan kau!!! Cepat lepaskan Shion-chan atau aku akan membunuhmu disini sekarang juga!!" Shoba tampak marah.
Terlihat Lucia, Shishiwakamaru, Shinmaru, Ushiwakamaru, dan juga Akamaru memasang posisi waspada sembari bersiap-siap melakukan sesuatu bila Rikuo berniat membunuh Shion.
"Kapten!! Kita harus segera menangkap-" ucap Shinmaru.
"Jangan bergerak!! Bila kalian bergerak sedikitpun, aku akan langsung menikam leher Shion tanpa ampun.." Rikuo memberi sebuah ancaman.
"Cih. Kenapa aku harus mengalami situasi yang sangat rumit seperti ini?! Sialan!! Apa maumu?! Cepat bebaskan Shion sekarang!!!" teriak Shoba.
"Tenang, Shoba Sekken. Kalau kau ingin Shion bebas, hal yang harus kau lakukan adalah membunuh dirimu sendiri, bagaimana?" tanya Rikuo.
"Jangan lakukan itu, Shoba-kun!!" ucap Shion.
"Baiklah, aku akan membunuh diriku sendiri. Tapi, kau harus berjanji akan melepaskan Shion!!" ucap Shoba yang langsung merebut pedang dari genggaman Lucia.
"Jangan lakukan itu, Kapten Shoba!! Kita pasti punya cara lain untuk menyelamatkan Shion!!" ucap Lucia.
"Hei, kalian semua! Para kruku! Bila aku sudah mati, jagalah Shion dengan segenap kekuatan kalian!! Berjanjilah padaku!!!" ucap Shoba.
"Kapten Shoba!!!" teriak kru Shinmaru dan yang lainnya.
Shion yang saat itu merasa dirinya hanya menjadi beban pun pikirannya menjadi tak karuan. Ia terlihat begitu stress. Semua perasannya tercampur aduk menjadi satu.
"Tidak! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak!" teriak Shion dalam pikirannya. Ia bahkan tak rela Shoba mati demi dirinya.
Namun, beberapa saat kemudian, "Densetsu.. " Tiba-tiba Shion mendengar suara seorang perempuan yang berbicara didekat telinganya. Suara itu bagaikan angin yang sekilas lewat didepannya, dan hilang. "Densetsu.." Suara itu kembali terdengar ditelinga Shion.
Dan.. Dalam sekejap raut wajah Shion seperti seseorang yang berada didalam tatapan kosong. Sekilas, seolah-olah Shion telah berubah 180 derajat bukan seperti dirinya sendiri.
Kala itu, Shion merasakan sesuatu yang dingin, tenang, dan harmonis, bagaikan tenggelam dalam sebuah lautan yang dalam. Semua ornag yang berada diatas kapal Shobasoap tak menyadari apa yang dirasakan Shion saat itu.
Sekilas, Shion tersenyum dan berkata, "Densetsu.."
B E R S A M B U N G