
Ryner Coaster, Gear Bycicle, Dejan Sutankovikto, Wesurey Suneijder, Chievo, Verona, Paloschi, Derupiero, Alufeed, Lee Oh-Kyun, Wibu Wibunosuke, Cecillia Sisilia, Daiamond Suruferu. Mungkin bagi kalian yang lupa, mereka adalah anggota dari Divisi Warrior yang sempat melawan Shoba ketika berada di Rose Town.
"..... Baiklah, aku akan memaksa melewati kalian." ucap Shoba.
"Ya, itu kalau kau bisa melewati kami. Mungkin saja kau yang akan mati kali ini!!! Serang!!!" teriak Alufeed.
Penyerangan diawali dengan Cecillia dan Daiamond dengan bergerak ke ara Shoba. Mereka berdua mencoba melesatkan serangan andalannya masing-masing, "Hyaaa!!!" Shoba dengan tenang langsung saja melompat melewati Daiamond serta Cecillia begitu saja. Shoba melanjutkan larinya dan harus dihadapkan dengan Wibu.
"Oey Cecillia!! Daiamond!!! Kenapa serangan kalian berhasil dihindari olehnya!!" teriak Wibu merasa kesal.
Wibu pun mengeluarkan senjata barunya, yakni sebuah sabit dengan ujungnya yang telah diolesi sebuah racun. Wibu mencoba untuk menebaskannya ke Shoba.
"Batssss!!!"
Akan tetapi, Shoba memasuki sela-sela kaki Wibu yang cukup longgar untuk menghindari serangan tebasan sabitnya, "Hahay!! Jangan lebarkan kakimu bodoh!!"
"Nani?!"
Ya, kali ini memang tak serius melawan pada anggota dari divisi Warrior ini. Karena, tujuan utama Shoba adalah untuk mengejar Groombridge yang telah membawa Shion menjauh. Kini, Shoba hanya berfokus untuk menghindari semua serangan yang dilesatkan oleh Anggota Warrior.
Lee, Derupiero, Paloschi, dan Verona melesatkan serangan tebasan pedang secara bersamaan. Dan hal itu berhasil dihindari Shoba dengan meluncur meliuk-liuk bagaikan seekor ular yang bergerak cepat melewati celah-celah kecil. Mereka berempat terlihat kebingungan setelah melihat pergerakan Shoba yang begitu lincah.
Chievo, Suneijder, Dejan, serta Ryner tampak merasa kesal dengan pergerakan Shoba. Mereka berempat bekerjasama mencoba untuk mengunci pergerakan Shoba.
"Rasakan serangan kombinasi i-" ucap Ryner.
Secara mengejutkan, sebelum mereka berhasil mengunci pergerakan Shoba, tampaknya Shoba sudah berhasil melewati mereka berempat terlebih dahulu. Hal itu pun membuat Shoba memasang wajah ekspresi sombong sembari melambai-lambaikan tangannya, "Dadah..!!"
"Woi, dia gerak kok cepat banget!!! Cepat kejar woi!!!" teriak Ryner.
Beberapa saat kemudian setelah para anggota Warrior itu mengejar Shoba, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan sosok yang hadir dibelakang mereka, "!!!!!" Sosok itu begitu kuat, dan langsung saja membekukan para anggota Warrior itu dengan sangat mudah.
"Kalian menghalangi jalanku saja."
Sementara itu, ditempat pertarungan antara Zero melawan seluruh anggota kru Bajak Laut Speedometer..
"Hyaaaa!!!" Zimbermann bergerak cepat ke arah Zero dan mencoba untuk melesatkan tebasan pedangnya.
"Batsss!!!"
Zero berhasil menghindar dari tebasan pedang Zimbermann dengan cara melompat ke udara. Akan tetapi, ketika berada di udara, Zero harus dihadapkan dengan Yu dan Kiyo yang juga ikut melompat ke arah Zero berada.
"Selama kau berada di udara, kau takkan bisa menghindar lagi, jadi rasakan ini!!!" ucap Yu.
Yu sudah bersiap dengan dua pistol di kedua tangannya dan langsung menembaknya saja ke arah Zero, "Dorr!!! Dorr!!! Dorr!!!" Diikuti dengan Kiyo yang melesatkan serangan mentega ke arah Zero.
Zero merasa kesal karena dihadapkan dengan serangan beruntun, "Sialan!! Kembalilah ke zat awal!!!" Zero mengarahkan tangan kanannya ke dua serangan yang saat ini sedang bergerak ke arahnya. Dan...
Serangan mentega serta dua peluru yang melesat ke arah Zero tiba-tiba menghilang begitu saja.
"A-apa?!!" Kiyo terkejut dengan serangannya yang tiba-tiba menghilang begitu saja.
Zero, Kiyo, dan Yu, sudah kembali berpijak ke tanah.
Disisi lain, Nikoalenko berhasil melihat 6 detik ke masa depan, ia melihat dimana Zero akan melesatkan serangan berbahaya ke rekan-rekannya. Mencegah hal itu, Nikoalenko pun berinisiatif untuk menyerang Zero secepat mungkin.
"Enka!!!" Nikoalenko melesatkan tebasan yang bergerak menikung ke arah Zero.
"Batsss!!!"
"Bruakkk!!!" Tebasan itu hanya berhasil membelah sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan, pasalnya sebelum serangan itu mengenainya, Zero berhasil menghindar terlebih dahulu.
"Ya, kau menghindar karena kemampuanmu hanya berdampak pada benda saja kan? Serangan seperti itu takkan bisa kau patahkan dengan mudah. Aku menganalisisnya.." ucap Nikoalenko.
"Cih, tak kusangka aku harus kerepotan melawan semua kru dari Arata. Dia benar-benar licik sekali menggantikan pertarungan ini dengan kru-krunya." ucap Zero.
"Maaf saja, tapi Kapten kami mempunyai urusan penting dengan pemimpin kalian, Groombridge. Kapten kami tak sewajarnya menghadapi seorang kroco sepertimu.." ucap Zimbermann.
"K-kroco?!" Zero mengerutkan dahinya, ia terlihat kesal setelah dianggap sebagai seorang kroco oleh Zimbermann.
"Ya, kau hanya seorang kroco.." ucap Zimbermann, ia mencoba memprovokasi Zero lebih dalam lagi.
"Sialan kalian!!! Akan kubunuh kalian semua di tempat ini juga!! Beraninya menganggapku yang merupakan anggota inti dari Serikat Lunarian sebagai seorang Kroco, sama seperti kalian?!! Jangan membuatku tertawa!!" ucap Zero yang begitu murka.
Sementara itu, diluar Alun-alun, di sebuah jalanan besar yang cukup sepi. Terlihat Groombridge yang berhenti dari larinya sembari menaruh kurungan yang mengurung Shion ke tanah.
"..... Ya, sepertinya tempat ini cocok digunakan untuk bertarung, aku merasakan seseorang akan tiba disini beberapa saat lagi." ucap Groombridge.
Sekilas, didalam kurungan itu terlihat Shion yang tidak sadar karena berada di dalam pengaruh jurus Groombridge. Groombridge melakukan hal ini, agar Shion tidak melakukan hal yang tidak-tidak, pasalnya Shion sendiri adalah wanita penting yang mempunyai harga cukup tinggi dalam pelelangan.
Beberapa saat kemudian, Shoba pun akhirnya datang dengan raut wajah serius. Bahkan ia terlibat sudah mengepalkan kedua tangannya karena geram ingin sekali memukul wajah Groombridge.
"Kau sudah datang, ya? Shoba Sekken." ucap Groombridge.
"Yeah, aku datang untuk menyelamatkanmu, Shion-chan. Groombridge sialan, aku akan membalas apa yang telah kau perbuat kepada Shion-chan.." ucap Shoba dengan nada sinis.
"Anggota Warrior itu benar-benar lemah sekali karena telah membiarkanmu bisa pergi kemari. Seharusnya aku membubarkan divisi lemah seperti mereka.." ucap Groombridge.
"Oey, sialan!! Cepat lepaskan Shion!!" tegas Shoba.
"Kalau aku tidak ingin melepaskannya, apa yang akan kau lakukan kepadaku?" tanya Groombridge.
"Tentu saja aku akan menghajarmu di tempat ini juga!!" ucap Shoba dengan tegas.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like, komentar, serta kritik dan sarannya agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya.